3 Startup Indonesia yang Justru Berkembang di Tengah Pandemi - IDS Digital College

3 Startup Indonesia yang Justru Berkembang di Tengah Pandemi

Berkarir di bidang startup kian diminati. Prospek kerja yang terbuka lebar membuat banyak orang mulai mengasah skill. Terlebih buat fresh graduate yang ingin menambah pengalaman atau mereka yang tengah mengambil program ekstensi D3 ke S1. Selama pandemi, perekonomian memang terhambat, tak terkecuali startup. Namun dibalik wabah Covid-19 ini, justru ada tiga startup yang berkembeng secara positif. Apa sajakah itu? Simak ulasan berikut, ya. Tiga Startup Indonesia Makin Berkembang di Tengah Pandemi Terdapat tiga perusahaan rintisan di Indonesia dari sektor berbeda yang mengalami perkembangan positif di tengah pandemi. Ketiga startup tersebut, antara lain Riliv, Hacktiv8, dan Kata.ai yang mengikuti program Google Startup Accelerator. Kabarnya, sejumlah startup tersebut mendapat lonjakan unduhan dan permintaan produk selama pandemi berlangsung. Startup Riliv Bagi kamu yang masih belum tau soal Riliv, perusahaan ini menyediakan jasa konseling jarak jauh dengan psikolog profesional melihat isu kesehatan mental menjadi perhatian di tengah pandemi. Kebiasaan orang-orang masa kini yaitu isolasi mandiri di rumah dalam waktu lama serta informasi-informasi yang didapatkan dari luar bisa menimbulkan rasa cemas. Audrey Maximillian Herli, CEO Riliv menyatakan bahwa peningkatan terhadap isu kesehatan mental yang terasa pada April-Mei lalu, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama kali berlangsung. Startup Kata.ai Bergelut di bidang kecerdasan buatan khususnya chatbot untuk layanan pelanggan, Kata.ai melihat banyaknya penggunaan chatbot selama banyak dari karyawan dan orang-orang terus berada di rumah. “Pertumbuhannya tiga kali lipat, yang biasanya tercapai dalam 18 bulan, sekarang dalam enam bulan,” kata CEO Kata.ai, Irzan Raditya yang dikutip dari Antaranews. Pertumbuhan tersebut ternyata juga didasari dengan kebiasaan pengguna smartphone di Indonesia yang suka berkomunikasi via aplikasi pesan instan. Berdasarkan temuan dari Kata.ai, 97 persen pengguna smartphone mengakses aplikasi pesan instan beberapa kali dalam sehari. Startup Hacktiv8 Tidak hanya Riliv dan Kata.ai saja yang mengalami pertumbuhan, Hacktiv8 pun juga sama. Perusahaan rintisan satu ini mengadakan kelas belajar coding termasuk untuk orang-orang yang tidak berlatar belakang teknologi informatika. Hacktiv8 mengadakan kelas selama 12 minggu, kemudian peserta didik bakal disalurkan ke perusahaan yang bekerja sama dengan startup tersebut. Mereka juga telah mencetak lebih dari 1.000 lulusan, berdasarkan informasi yang didapat dari situs resmi. CEO Hacktiv8, Ronald Ishak menceritakan bahwa selama tiga kuartal di tahun ini, mereka mengalami fluktuasi dalam menyalurkan peserta yang sudah lulus. “Kuartal pertama 2020 cukup oke, namun pada kuartal kedua, banyak perusahaan yang setop membuka lowongan,” kata Ronald. Hal ini membuat Hacktiv8 kesulitan dalam menyalurkan peserta didiknya ke berbagai perusahaan di kuartal kedua. Namun, keadaan mulai membaik di kuartal ketiga karena banyak perusahaan mulai kembali membuka lowongan pekerjaan. “Di kuartal ketiga ini kami melihat ada perusahaan yang perlu mengadopsi teknologi digital, mungkin untuk memperbarui sistem internal mereka,” kata Ronald. Ternyata, pandemi justru membawa keberuntungan bagi tiga startup ini yaitu Riliv, Kata.ai, dan Hacktiv8. Meski begitu, kita tetap berharap bahwa wabah virus Covid-19 cepat selesai dan ekonomi di Indonesia semakin bertumbuh ke arah yang lebih baik. Selama pandemi, kamu dapat memanfaatkan waktu dengan mengasah skill dan belajar pengetahuan baru agar bisa terjun di dunia startup. Yuk, kuliah di IDS Digital College! Nggak hanya mahasiswa baru saja yang bisa belajar, kamu juga bisa melanjutkan pendidikan lewat program ekstensi D3 ke S1 di sini. Jadilah bagian dari IDS Digital College sekarang!

Berkarir di bidang startup kian diminati. Prospek kerja yang terbuka lebar membuat banyak orang mulai mengasah skill. Terlebih buat fresh graduate yang ingin menambah pengalaman atau mereka yang tengah mengambil program ekstensi D3 ke S1. Selama pandemi, perekonomian memang terhambat, tak terkecuali startup. Namun dibalik wabah Covid-19 ini, justru ada tiga startup yang berkembeng secara positif. Apa sajakah itu? Simak ulasan berikut, ya. 

Tiga Startup Indonesia Makin Berkembang di Tengah Pandemi

Terdapat tiga perusahaan rintisan di Indonesia dari sektor berbeda yang mengalami perkembangan positif di tengah pandemi. Ketiga startup tersebut, antara lain Riliv, Hacktiv8, dan Kata.ai yang mengikuti program Google Startup Accelerator. Kabarnya, sejumlah startup tersebut mendapat lonjakan unduhan dan permintaan produk selama pandemi berlangsung. 

1. Startup Riliv

Bagi kamu yang masih belum tau soal Riliv, perusahaan ini menyediakan jasa konseling jarak jauh dengan psikolog profesional melihat isu kesehatan mental menjadi perhatian di tengah pandemi. Kebiasaan orang-orang masa kini yaitu isolasi mandiri di rumah dalam waktu lama serta informasi-informasi yang didapatkan dari luar bisa menimbulkan rasa cemas. Audrey Maximillian Herli, CEO Riliv menyatakan bahwa peningkatan terhadap isu kesehatan mental yang terasa pada April-Mei lalu, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama kali berlangsung. 

2. Startup Kata.ai

Bergelut di bidang kecerdasan buatan khususnya chatbot untuk layanan pelanggan, Kata.ai melihat banyaknya penggunaan chatbot selama banyak dari karyawan dan orang-orang terus berada di rumah. “Pertumbuhannya tiga kali lipat, yang biasanya tercapai dalam 18 bulan, sekarang dalam enam bulan,” kata CEO Kata.ai, Irzan Raditya yang dikutip dari Antaranews. 

Baca Juga : Tips Sederhana Membangun dan Mengembangkan Startup Digital

Pertumbuhan tersebut ternyata juga didasari dengan kebiasaan pengguna smartphone di Indonesia yang suka berkomunikasi via aplikasi pesan instan. Berdasarkan temuan dari Kata.ai, 97 persen pengguna smartphone mengakses aplikasi pesan instan beberapa kali dalam sehari. 

3. Startup Hacktiv8

Tidak hanya Riliv dan Kata.ai saja yang mengalami pertumbuhan, Hacktiv8 pun juga sama. Perusahaan rintisan satu ini mengadakan kelas belajar coding termasuk untuk orang-orang yang tidak berlatar belakang teknologi informatika. Hacktiv8 mengadakan kelas selama 12 minggu, kemudian peserta didik bakal disalurkan ke perusahaan yang bekerja sama dengan startup tersebut. Mereka juga telah mencetak lebih dari 1.000 lulusan, berdasarkan informasi yang didapat dari situs resmi. 

CEO Hacktiv8, Ronald Ishak menceritakan bahwa selama tiga kuartal di tahun ini, mereka mengalami fluktuasi dalam menyalurkan peserta yang sudah lulus. “Kuartal pertama 2020 cukup oke, namun pada kuartal kedua, banyak perusahaan yang setop membuka lowongan,” kata Ronald. Hal ini membuat Hacktiv8 kesulitan dalam menyalurkan peserta didiknya ke berbagai perusahaan di kuartal kedua. Namun, keadaan mulai membaik di kuartal ketiga karena banyak perusahaan mulai kembali membuka lowongan pekerjaan. “Di kuartal ketiga ini kami melihat ada perusahaan yang perlu mengadopsi teknologi digital, mungkin untuk memperbarui sistem internal mereka,” kata Ronald. 

Ternyata, pandemi justru membawa keberuntungan bagi tiga startup ini yaitu Riliv, Kata.ai, dan Hacktiv8. Meski begitu, kita tetap berharap bahwa wabah virus Covid-19 cepat selesai dan ekonomi di Indonesia semakin bertumbuh ke arah yang lebih baik. Selama pandemi, kamu dapat memanfaatkan waktu dengan mengasah skill dan belajar pengetahuan baru agar bisa terjun di dunia startup. Yuk, kuliah di IDS Digital College! Nggak hanya mahasiswa baru saja yang bisa belajar, kamu juga bisa melanjutkan pendidikan lewat program ekstensi D3 ke S1 di sini. Jadilah bagian dari IDS Digital College sekarang!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat