5 Perusahaan Indonesia yang Terdaftar Dalam Forbes Asia 100 to Watch - IDS Digital College

5 Perusahaan Indonesia yang Terdaftar Dalam Forbes Asia 100 to Watch

Jumlah perusahaan startup di Asia-Pasifik terus bertumbuh, mulai dari perhotelan, sistem satelit, dan masih banyak lagi. Kamu yang ingin terjun di dunia startup, bisa kerja sambil kuliah Jurusan Teknik Informatika, karena bidang ini punya prospek lapangan pekerjaan yang cukup menjanjikan. Forbes Asia 100 to Watch perdana merilis daftar startup yang sedang populer di dunia. Dalam laporan tersebut terdapat daftar perusahaan kecil dan startup yang sedang naik daun di kawasan Asia - Pasifik. "Pada saat ekonomi di seluruh dunia sedang berjuang dari pandemi, perusahaan-perusahaan gesit ini berada di jalur pertumbuhan," menurut penjelasan Forbes. Perusahaan kecil dan startup yang masuk daftar ini dinilai bisa memberikan perubahan, misalnya saja mampu mengatasi masalah peningkatan transportasi di kota yang padat, memperluas konektivitas di daerah terpencil. Hingga mencegah pemborosan makanan. Kategori teratas termasuk diduduki oleh startup bidang bioteknologi & perawatan kesehatan, e-commerce & ritel, makanan & perhotelan dan pendidikan & rekrutmen. Dari 1009 perusahaan yang ada pada daftar Forbes Asia 100 to Watch tersebut, ada 5 perusahaan kecil yang berasal dari Indonesia. 1. Bobobox Bobobox adalah perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan perhotelan. Didirikan sejak tahun 2017 oleh Indra Gunawan, Bobobox Mitra Indonesia menawarkan akomodasi hotel kapsul dengan harga yang sangat terjangkau di berbagai kota Indonesia. Hotel ini memiliki 14 tempat tidur pod. Para pelanggan diberi kebebasan untuk menyewa per jam atau per malam di beberapa lokasi. Bobobox sudah berkembang dari pod hotel ke penyewaan kabin di kawasan hutan yang disebut Bobocabin, dan Campervan, Bobovan. 2. Beau Bakery Beau Bakery adalah perusahaan yang bergerak dibidang Food & Hospitality. Berdiri sejak tahun 2015, CEO Talita Setya mendapat dukungan utama dari SEAF Women's Opportunity Fund. Talita Setya adalah lulusan Le Cordon Bleu, Beau merupakan brand toko roti dan kafe yang mengoperasikan restoran, dan memproduksi roti serta kue-kue artisanal menggunakan bahan baku lokal. Dioperasikan Cahaya Mahakarya Lestari, Beau punya misi untuk melatih serta mengembangkan bakat. Di tahun 2019, Beau memperoleh pendanaan dari SEAF Women’s Opportunity Fund. 3. Dekoruma Perusahaan ini didirikan tahun 2015 oleh Dimas Harry Priawan, bergerak dibidang E-commerce & Retail. Dekoruma Inovasi Lestari telah mengembangkan platform e-commerce dari hanya furniture, menjadi one-stop-shop untuk rumah dan tempat tinggal. Dekoruma juga menyediakan layanan arsitektur dan daftar penjualan perumahan. Tahun lalu Dekoruma mengantongi pendanaan pra-seri C yang dirahasiakan dari InterVest, Foundation, OCBC NISP Ventura, Skystar Capital, dan lainnya. 4. Evermos Evermos didirikan oleh Iqbal Muslim tahun 2018, dengan dukungan utama dari Alpha JWC Ventures, Jungle Ventures. Perusahaan ini bergerak di bidang E-commerce & Retail, menjadi platform perdagangan sosial yang berfokus pada produk muslim. Evermos menghubungkan konsumen dengan pengecer dan brand yang menawarkan barang halal. Dalam dua tahun Evermos mampu menarik 500 brand dengan 75.000 jaringan pengecer yang dibayar dengan komisi. 5. Otoklix Otoklix bergerak dibidang Logistik & Transportasi yang didirikan oleh Martin Reyhan Suryohusodo di tahun 2019. Otoklix menghubungkan antara pemilik mobil di Indonesia dengan bengkel mobil terpercaya dengan harga standar dan transparan. Otoklix telah bermitra dengan lebih dari 1.300 bengkel untuk memperbaiki lebih dari 10.000 mobil per bulan. Perusahaan akan mendapatkan komisi untuk setiap pemesanan dan potongan suku cadang yang dijual di toko. Pesatnya perkembangan startup di Indonesia, membuat lapangan pekerjaan Cyber Security Indonesia dan Prospek Kerja Teknik Informatika terbuka lebar di masa depan. Kamu yang ingin berkecimpung di bidang ini bisa memilih untuk kerja sambil kuliah Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College. Kunjungi halaman website IDS DC untuk informasi detailnya.

Jumlah perusahaan startup di Asia-Pasifik terus bertumbuh, mulai dari perhotelan, sistem satelit, dan masih banyak lagi. Kamu yang ingin terjun di dunia startup, bisa kerja sambil kuliah Jurusan Teknik Informatika, karena bidang ini punya prospek lapangan pekerjaan yang cukup menjanjikan. 

Forbes Asia 100 to Watch perdana merilis daftar startup yang sedang populer di dunia. Dalam laporan tersebut terdapat daftar perusahaan kecil dan startup yang sedang naik daun di kawasan Asia – Pasifik. 

“Pada saat ekonomi di seluruh dunia sedang berjuang dari pandemi, perusahaan-perusahaan gesit ini berada di jalur pertumbuhan,” menurut penjelasan Forbes. 

Perusahaan kecil dan startup yang masuk daftar ini dinilai bisa memberikan perubahan, misalnya saja mampu mengatasi masalah peningkatan transportasi di kota yang padat, memperluas konektivitas di daerah terpencil. Hingga mencegah pemborosan makanan. 

Kategori teratas termasuk diduduki oleh startup bidang bioteknologi & perawatan kesehatan, e-commerce & ritel, makanan & perhotelan dan pendidikan & rekrutmen. Dari 1009 perusahaan yang ada pada daftar Forbes Asia 100 to Watch tersebut, ada 5 perusahaan kecil yang berasal dari Indonesia.

1. Bobobox

Bobobox adalah perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan perhotelan. Didirikan sejak tahun 2017 oleh Indra Gunawan, Bobobox Mitra Indonesia menawarkan akomodasi hotel kapsul dengan harga yang sangat terjangkau di berbagai kota Indonesia. Hotel ini memiliki 14 tempat tidur pod. 

Para pelanggan diberi kebebasan untuk menyewa per jam atau per malam di beberapa lokasi. Bobobox sudah berkembang dari pod hotel ke penyewaan kabin di kawasan hutan yang disebut Bobocabin, dan Campervan, Bobovan.

2. Beau Bakery

Beau Bakery adalah perusahaan yang bergerak dibidang Food & Hospitality. Berdiri sejak tahun 2015, CEO Talita Setya mendapat dukungan utama dari SEAF Women’s Opportunity Fund. Talita Setya adalah lulusan Le Cordon Bleu, Beau merupakan brand toko roti dan kafe yang mengoperasikan restoran, dan memproduksi roti serta kue-kue artisanal menggunakan bahan baku lokal. 

Dioperasikan Cahaya Mahakarya Lestari, Beau punya misi untuk melatih serta mengembangkan bakat. Di tahun 2019, Beau memperoleh pendanaan dari SEAF Women’s Opportunity Fund.

3. Dekoruma

Perusahaan ini didirikan tahun 2015 oleh Dimas Harry Priawan, bergerak dibidang E-commerce & Retail. Dekoruma Inovasi Lestari telah mengembangkan platform e-commerce dari hanya furniture, menjadi one-stop-shop untuk rumah dan tempat tinggal. Dekoruma juga menyediakan layanan arsitektur dan daftar penjualan perumahan. Tahun lalu Dekoruma mengantongi pendanaan pra-seri C yang dirahasiakan dari InterVest, Foundation, OCBC NISP Ventura, Skystar Capital, dan lainnya.

4. Evermos

Evermos didirikan oleh Iqbal Muslim tahun 2018, dengan dukungan utama dari Alpha JWC Ventures, Jungle Ventures. Perusahaan ini bergerak di bidang E-commerce & Retail, menjadi platform perdagangan sosial yang berfokus pada produk muslim. Evermos menghubungkan konsumen dengan pengecer dan brand yang menawarkan barang halal. Dalam dua tahun Evermos mampu menarik 500 brand dengan 75.000 jaringan pengecer yang dibayar dengan komisi.

5. Otoklix

Otoklix bergerak dibidang Logistik & Transportasi yang didirikan oleh Martin Reyhan Suryohusodo di tahun 2019. Otoklix menghubungkan antara pemilik mobil di Indonesia dengan bengkel mobil terpercaya dengan harga standar dan transparan. 

Baca Juga: 5 Perusahaan Startup Baru Buatan Arab Saudi

Otoklix telah bermitra dengan lebih dari 1.300 bengkel untuk memperbaiki lebih dari 10.000 mobil per bulan. Perusahaan akan mendapatkan komisi untuk setiap pemesanan dan potongan suku cadang yang dijual di toko. 

Pesatnya perkembangan startup di Indonesia, membuat lapangan pekerjaan Cyber Security Indonesia dan Prospek Kerja Teknik Informatika terbuka lebar di masa depan. Kamu yang ingin berkecimpung di bidang ini bisa memilih untuk kerja sambil kuliah Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College. Kunjungi halaman website IDS DC untuk informasi detailnya.

Posted in: News



    error

    Enjoy this blog? Please spread the word :)

    WhatsApp chat