8 Cara Mengamankan Aplikasi di Smartphone Agar Bebas dari Serangan Siber - IDS Digital College

8 Cara Mengamankan Aplikasi di Smartphone Agar Bebas dari Serangan Siber

Orang-orang banyak melakukan aktivitasnya secara online. Kita pun semakin akrab dengan penggunaan perangkat seperti laptop, smartphone, hingga aplikasi yang bermacam-macam. Namun, maraknya penggunaan teknologi dan internet membuat kamu harus waspada akan resiko kejahatan siber yang bisa menyasar siapa saja. Itu juga disebabkan karena tingkat cyber security Indonesia yang masih lemah. Jangan panik dulu, kamu bisa mengantisipasi serangan siber dengan melindungi aplikasi yang terinstall di smartphone kamu pakai cara ini. Simak, ya! Integrasi Keamanan dengan Kode Para pengembang disarankan untuk menggunakan framework yang aman ketika membuat kode aplikasi agar terhindar dari kesalahan. Jika terjadi kesalahan sedikit pun, maka bisa menjadi ruang bagi hacker untuk mengakses aplikasi. Kamu bisa melindungi aplikasi dengan menggunakan Runtime Application Protector untuk mencegah serangan siber secara real-time. Pencegahan lain yaitu dengan menggunakan pihak ketiga untuk meretas aplikasimu dan menguji aplikasi bila terdapat kemungkinan serangan. Autentikasi & Identifikasi Pengguna Menerapkan otorisasi dan otentikasi pengguna merupakan cara yang aman agar terhindar dari kejahatan siber. Direkomendasikan menerapkan MFA (Multi-Factor Authentication) atau 2FA (Two-Factor Authentication) untuk menambah lapisan keamanan ekstra ke aplikasi. Masih belum cukup? Kamu dapat menerapkan kerja otorisasi OAuth 2.0 atau protokol OpenID Connect untuk mengamankan aplikasi dari malware dan peretas. Mengamankan Backend Perlindungan tambahan pada aplikasi bisa dengan menguji API yang mengakses server secara menyeluruh. Tentu saja ini untuk memastikan keamanan aplikasi pada perangkat yang kamu pakai. Beberapa cara lain mengamankan data yaitu dengan melakukan pengujian penetrasi, containerization, dan enkripsi memakai SSL, VPN, serta TLS. App Wrapping Proses app wrapping memungkinkan administrator manajemen aplikasi seluler untuk menetapkan kebijakan khusus dalam mengontrol berbagai aspek. Ini meliputi siapa yang mengunduh aplikasi, API mana yang diizinkan, lokasi penyimpanan data, dan sebagainya. Penerapan keamanan satu ini tidak mengubah fungsi dan tampilannya. Melindungi Transaksi Pembayaran Kamu pasti pernah melakukan transaksi pembayaran cashless kan? Sepertinya cukup sulit untuk menghindari aktivitas tersebut. Kamu bisa mengamankan data pribadi dengan memperkuatnya melalui otentikasi, enkripsi, dan multifactor tokenization. Memanfaatkan App Transport Security (ATS) ATS adalah fitur privasi yang diperkenalkan oleh Apple di iOS 9. Cara kerjanya yaitu dengan meningkatkan integritas data dan privasi untuk semua aplikasi dan ekstensi aplikasi. Pada saat yang sama, ATS juga memblokir koneksi yang tidak memenuhi persyaratan keamanan minimum. Koneksi jaringan yang dibuat oleh aplikasi harus diamankan oleh TLS (Transport Layer Security). Sistem Operasi yang Diperkuat Penguatan sistem operasi atau OS Hardening merupakan cara terbaik untuk meningkatkan keamanan aplikasi, terutama bagi server data yang patuh pada persyaratan privasi peraturan ketat atau server web publik. Bagian yang termasuk OS Hardening yaitu: Access Control Firewall Configuration Software Update Memiliki Anti-Virus Nonaktifkan Fitur yang Tidak Diperlukan Data dan Workload Isolation Hardening Framework Implementasikan MDM (Manajemen Perangkat Seluler) MDM dan dukungan perangkat lunak Enterprise Mobile Management (EMM), manage, safeguard, dan monitor merupakan berbagai jenis perangkat seluler, termasuk Android, iPad, iPhone, dan BlackBerry, serta aplikasi yang menjalankannya. Ini bekerja untuk memantau malware dan memungkinkan distribusi serta pengelolaan aplikasi. Korban kejahatan siber bisa menyasar siapa saja, termasuk kamu. Penting banget untuk berhati-hati dengan menerapkan sejumlah trik keamanan tadi agar aplikasi tidak mudah diretas dan data pribadi tidak dicuri. Tertarik soal dunia keamanan siber? Kamu bisa mempelajari segala hal tentang Cyber Security Indonesia dengan kuliah di IDS Digital College. Dua jurusan populer yang bisa kamu ambil di sini adalah Jurusan Teknik Informatika atau Jurusan Sistem Informasi.

Orang-orang banyak melakukan aktivitasnya secara online. Kita pun semakin akrab dengan penggunaan perangkat seperti laptop, smartphone, hingga aplikasi yang bermacam-macam. Namun, maraknya penggunaan teknologi dan internet membuat kamu harus waspada akan resiko kejahatan siber yang bisa menyasar siapa saja. Itu juga disebabkan karena tingkat cyber security Indonesia yang masih lemah. Jangan panik dulu, kamu bisa mengantisipasi serangan siber dengan melindungi aplikasi yang terinstall di smartphone kamu pakai cara ini. Simak, ya!

1. Integrasi Keamanan dengan Kode

Para pengembang disarankan untuk menggunakan framework yang aman ketika membuat kode aplikasi agar terhindar dari kesalahan. Jika terjadi kesalahan sedikit pun, maka bisa menjadi ruang bagi hacker untuk mengakses aplikasi. Kamu bisa melindungi aplikasi dengan menggunakan Runtime Application Protector untuk mencegah serangan siber secara real-time. Pencegahan lain yaitu dengan menggunakan pihak ketiga untuk meretas aplikasimu dan menguji aplikasi bila terdapat kemungkinan serangan. 

2. Autentikasi & Identifikasi Pengguna 

Menerapkan otorisasi dan otentikasi pengguna merupakan cara yang aman agar terhindar dari kejahatan siber. Direkomendasikan menerapkan MFA (Multi-Factor Authentication) atau 2FA (Two-Factor Authentication) untuk menambah lapisan keamanan ekstra ke aplikasi. Masih belum cukup? Kamu dapat menerapkan kerja otorisasi OAuth 2.0 atau protokol OpenID Connect untuk mengamankan aplikasi dari malware dan peretas. 

3. Mengamankan Backend

Perlindungan tambahan pada aplikasi bisa dengan menguji API yang mengakses server secara menyeluruh. Tentu saja ini untuk memastikan keamanan aplikasi pada perangkat yang kamu pakai. Beberapa cara lain mengamankan data yaitu dengan melakukan pengujian penetrasi, containerization, dan enkripsi memakai SSL, VPN, serta TLS.

4. App Wrapping

Proses app wrapping memungkinkan administrator manajemen aplikasi seluler untuk menetapkan kebijakan khusus dalam mengontrol berbagai aspek. Ini meliputi siapa yang mengunduh aplikasi, API mana yang diizinkan, lokasi penyimpanan data, dan sebagainya. Penerapan keamanan satu ini tidak mengubah fungsi dan tampilannya. 

5. Melindungi Transaksi Pembayaran 

Kamu pasti pernah melakukan transaksi pembayaran cashless kan? Sepertinya cukup sulit untuk menghindari aktivitas tersebut. Kamu bisa mengamankan data pribadi dengan memperkuatnya melalui otentikasi, enkripsi, dan multifactor tokenization.

6. Memanfaatkan App Transport Security (ATS)

ATS adalah fitur privasi yang diperkenalkan oleh Apple di iOS 9. Cara kerjanya yaitu dengan meningkatkan integritas data dan privasi untuk semua aplikasi dan ekstensi aplikasi. Pada saat yang sama, ATS juga memblokir koneksi yang tidak memenuhi persyaratan keamanan minimum. Koneksi jaringan yang dibuat oleh aplikasi harus diamankan oleh TLS (Transport Layer Security).

7. Sistem Operasi yang Diperkuat

Penguatan sistem operasi atau OS Hardening merupakan cara terbaik untuk meningkatkan keamanan aplikasi, terutama bagi server data yang patuh pada persyaratan privasi peraturan ketat atau server web publik. Bagian yang termasuk OS Hardening yaitu: 

  • Access Control
  • Firewall Configuration
  • Software Update 
  • Memiliki Anti-Virus 
  • Nonaktifkan Fitur yang Tidak Diperlukan
  • Data dan Workload Isolation
  • Hardening Framework

8. Implementasikan MDM (Manajemen Perangkat Seluler)

MDM dan dukungan perangkat lunak Enterprise Mobile Management (EMM), manage, safeguard, dan monitor merupakan berbagai jenis perangkat seluler, termasuk Android, iPad, iPhone, dan BlackBerry, serta aplikasi yang menjalankannya. Ini bekerja untuk memantau malware dan memungkinkan distribusi serta pengelolaan aplikasi.

Baca Juga : Serangan Siber Kian Mengkhawatirkan, Awas! Akun Rentan Diretas

Korban kejahatan siber bisa menyasar siapa saja, termasuk kamu. Penting banget untuk berhati-hati dengan menerapkan sejumlah trik keamanan tadi agar aplikasi tidak mudah diretas dan data pribadi tidak dicuri. Tertarik soal dunia keamanan siber? Kamu bisa mempelajari segala hal tentang Cyber Security Indonesia dengan kuliah di IDS Digital College. Dua jurusan populer yang bisa kamu ambil di sini adalah Jurusan Teknik Informatika atau Jurusan Sistem Informasi.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat