Waspada! 5 Dampak Negatif Software Antivirus
Waspada! 5 Dampak Negatif Software Antivirus
Keberadaan virus tentu sangat mengganggu, terutama bagi kamu yang aktif berselancar di internet. Bagi seorang Software Engineer atau lulusan jurusan Sistem Informasi, mungkin sudah paham bagaimana cara menangani perangkat yang terkena serangan virus. Namun, kebanyakan orang pasti mengambil jalan pintas yaitu dengan menginstall software antivirus di perangkat mereka. Tapi, apakah kamu tau kalau di sisi lain antivirus memiliki dampak yang cukup negatif terhadap sistem software? Simak untuk tau informasi lebih jelas.Â
1. Menjadikan Sistem Kinerja Operasi Semakin Berat
Software antivirus merupakan aplikasi yang berjalan secara kontinyu atau berkelanjutan dari pertama kali perangkat hidup hingga perangkat tersebut dimatikan. Hal ini akan berpengaruh terhadap performa kecepatan sistem operasi dalam merespon perintah dari pengguna. Apalagi ketika kamu menginstall lebih dari satu antivirus, ini akan menyebabkan sistem operasi di perangkatmu bekerja lebih lambat dari biasanya saat memproses perintah.Â
2. Berpotensi Merusak Sistem Operasi Secara Keseluruhan
Bisa menjadi sangat fatal apabila antivirus telah melakukan scanning dengan metode pemanggilan melalui booting. Proses ini mengarah pada rusaknya sistem operasi secara keseluruhan. Biasanya dijalankan di luar dari sistem operasi sehingga saat melakukan penghapusan file sistem tidak ada warning internal dari sistem operasi untuk melakukan pencegahan penghapusan data. Jika sudah terjadi, secara otomatis pengguna harus melakukan tindakan penanganan dengan install ulang atau melakukan restore system jika sebelumnya telah membuat backup.
3. Kemungkinan Data Tiba-Tiba Terhapus
Software antivirus memiliki akses untuk melakukan karantina dan menghapus data yang mencurigakan. Tidak menutup kemungkinan, cara kerjanya dapat menghapus data secara otomatis. Ini bisa terjadi karena data yang sebenarnya tidak berbahaya tadi memiliki identitas atau format yang sama dengan metode replikasi virus. Untuk meminimalisir kejadian seperti ini, kamu bisa mematikan fitur auto delete pada sektor file atau data yang dianggap mencurigakan.
Baca Juga:Â 5 Software Antivirus Gratis Terbaik di Tahun 2021
4. Merusak Keaslian Data yang Sifatnya Spesifik
Selain bisa melakukan penghapusan data diluar kontrol pengguna, antivirus dapat melakukan perubahan data yang dianggap mencurigakan. Biasanya ditemukan pada data yang memiliki format jelas seperti file word, excel, dan sebagainya. Kamu yang sedang belajar di jurusan Sistem Informasi pasti mengerti cara kerja antivirus saat melakukan perubahan data tersebut, bertujuan untuk membuang beberapa elemen data yang dinilai berbahaya meskipun data tidak mengandung virus sama sekali.Â
5. Menyebabkan Cara Kerja Beberapa Software atau Program Jadi Tidak Maksimal
Antivirus bekerja dengan melakukan scanning terhadap data maupun file yang sedang dieksekusi. Ternyata, hal ini juga bisa berpengaruh terhadap cacatnya software atau program dengan ekstensi data yang dianggap mencurigakan oleh antivirus. Langkah untuk menghindarinya yaitu dengan mematikan antivirus terlebih dahulu sebelum menjalankan software atau program yang tidak bisa berjalan bersamaan dengan antivirus.
Berdasarkan penjelasan di atas, sekarang kamu sudah tau kan dampak negatif dari menginstall software antivirus di perangkat komputer? Biar tidak terjadi hal yang diinginkan, sebaiknya lebih berhati-hati saat menginstall software antivirus. Atau, kamu cari tau bagaimana cara menanganinya dengan memperdalam ilmu tentang software. Yuk, kuliah jurusan Sistem Informasi di IDS Digital College! Temukan informasi lebih lanjut dengan kunjungi website-nya ya!
