Alasan Mengapa Brand Harus Menyematkan Fitur Pengenal Suara pada Aplikasi Mobile Merek - IDS Digital College

Alasan Mengapa Brand Harus Menyematkan Fitur Pengenal Suara pada Aplikasi Mobile Merek

Sekarang kini, fitur shift to voice-enabled dalam aplikasi mobile mirip dengan dimulainya situs web yang dioptimalkan untuk seluler pada 8 tahun yang lalu. Sama seperti beberapa perusahaan yang lambat dalam menerapkan situs web yang ramah untuk mobile, maka mereka juga akan kehilangan traffic bisnis dan tertinggal dari aplikasi lainnya karena tidak menggunakan fitur pengaktifan suara pada aplikasi mereka.

 

Sebaliknya, aplikasi mobile seperti Snapchat dan Pandora yang telah mengaktifkan fitur suara pada aplikasi mobile mereka, menyadari nilai langsung dari fitur ini yang mampu meningkatkan keterlibatan dan loyalitas para pengguna.

 

Aplikasi mobile yang terlalu mengutamakan ‘type atau swipe’ kebanyakan membatasi jumlah fungsi dan opsi menu yang bisa mereka sediakan. Aplikasi yang keren, bagus dan mampu mengikuti perkembangan zaman adalah aplikasi yang selalu melakukan update terbaru mengikuti perubahan yang ada. Menjadikannya sebagai aplikasi yang tangguh dengan pilihan menu yang luas.

 

Karena itu, mulailah untuk memberikan fitur pengaktifan suara atau pengenalan suara pada aplikasi mobile-mu. Terlebih jika aplikasi mu sudah memiliki nama dan diunduh oleh banyak orang. Sebagai sebuah brand dari sebuah aplikasi mobile, tentu saja perusahaan berharap bisa memenuhi permintaan konsumen. Siap atau tidak, penggunaan penelusuran tentang sesuatu menggunakan fitur pengenalan suara semakin banyak diminati dan terus meningkat. Karena sangat memudahkan apabila kita bisa menemukan sesuatu hanya melalui suara, terlebih lagi saat kita melakukan hal yang lain. Membuat seseorang lebih mudah mengerjakan berbagai kegiatan di waktu yang sama.

 

Menurut Quora Creative, 40% orang dewasa saat ini menggunakan penelusuran menggunakan pencarian suara setidaknya satu kali dalam satu hari. Tren ini menjadi indikator dan ekspektasi tentang bagaimana teknologi yang diinginkan konsumen di masa depan. Kegagalan untuk memenuhi ekspektasi ini akan membuat kamu gagal dalam mempertahankan aplikasi selulermu. Konsumen akan mencari aplikasi lain yang kemungkinan besar adalah pesaing yang mendukung untuk pencarian suara.

 

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan membuat goal atau tujuan untuk brand experience, hubungan dengan konsumen, dan data pengguna untuk brand-mu sendiri. Platform seperti Alexa dan Google merupakan saluran penting untuk metode distribusi konten pihak ketiga. Teknologi suara lebih dari sekedar saluran dan bisa kamu gunakan untuk membangun brand experience dan menumbuhkan produkmu di pasaran.

 

Selain itu menurut data dari Voicebot, fakta bahwa mayoritas pemilik smartphone (52%) di Amerika Serikat sudah mengaktifkan fitur asisten suara pada smartphone mereka. Menunjukkan bahwa kemajuan dari teknologi AI suara memberikan banyak manfaat dan user experience yang berharga bagi para penggunanya.

Berikut manfaat lain fitur pengenal suara yang dirasakan oleh para pengguna:

  1. Memberikan akses yang lebih cepat ke sebuah task yang membutuhkan banyak langkah.
  2. Availability untuk lebih banyak fungsi dan memudahkan pencarian para user.
  3. Kemampuan bahasa yang alami memungkinkan pengguna untuk meminta sesuatu.
  4. Hands-free experience meminimalisir gangguan
Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat