Antisipasi Cyber Attack Dengan Rancang Detection dan Response - IDS Digital College

Antisipasi Cyber Attack Dengan Rancang Detection dan Response

Semakin majunya teknologi dan berkembangnya internet juga membuat semakin banyak cyber crime yang terjadi. Terlebih di masa pandemi ini banyak perusahaan dan bisnis yang menetapkan kebijakan work from home. Alhasil semua pekerjaan harus diakses dan dilakukan via online. Hal ini menyebabkan banyak pertukaran data yang terjadi dan tersimpan di internet. 

 

Saat-saat ini lah yang rawan menjadi sasaran para penjahat siber. Mereka menggunakan kesempatan ini untuk melakukan kejahatan dengan cara menyerang banyak organisasi dan perusahaan. Terlebih lagi cyber attack saat ini lebih mengarah ke advanced attack dan targeted attack, dimana hacker akan dengan sengaja mencari cara menembus keamanan dan pertahanan dari sebuah organisasi atau perusahaan yang ditargetkan. 

 

Karena itu lah sangat penting bagi perusahaan untuk memiliki tingkat keamanan yang tinggi pada sistem pertahanan datanya. Salah satu cara mengantisipasinya adalah dengan merancang detection dan response

 

Selain itu ada 4 tahapan risk management untuk mengoptimalkan security protection pada sistem perusahaan, diantaranya adalah:

 

  1. Email: merupakan salah satu pintu paling banyak dan paling mudah yang digunakan hacker untuk melakukan serangan. Biasanya menggunakan file attachment yang mengandung malware. Menipu korban dengan menggunakan phishing email, link url dan lainnya. Karena itu optimalkan keamanan email kamu, dan jangan sembarangan klik link URL.
  2. Network: mengoptimalkan keamanan pada network sangat penting karena ini juga merupakan pintu masuk utama hacker untuk melakukan serangan. Serangan bisa masuk lewat North to South (perimeter) hingga East to West (lateral movement). 
  3. Endpoint: biasa disebut user yang pastinya sangat penting untuk mengoptimalkan proteksinya. Karena biasanya endpoint adalah target serangan yang paling banyak ditargetkan oleh hacker. Contohnya adalah dengan mengirimkan malware dan eksploitasi celah keamanan baik pada sistem operasi, aplikasi, dan lainnya. 
  4. Server: merupakan salah satu aset paling penting dari sebuah perusahaan atau organisasi yang artinya harus diberikan perlindungan keamanan yang maksimal. Jika ada celah keamanan pada server, maka hacker akan lebih mudah bagi mereka untuk masuk dan menempatkan malware ke aplikasi dan sistem organisasi yang ada.

Nah, itulah 4 hal yang harus kamu optimalkan untuk mencegah terjadinya cyber attack. Namun dalam hal ini, sebuah perusahaan tidak hanya harus mengoptimalkan bagian cyber security-nya saja namun juga dalam hal proses dan orang yang terlibat di dalamnya juga harus dioptimalkan. Semakin hebat orang yang bekerja menjaga cyber security semakin kuat dan aman pula data dan sistem perusahaanmu. 

 

Sedangkan dari sisi teknologi, memilih tool IT Security yang tepat untuk melakukan proteksi keamanan pada sistem, mendeteksi adanya gangguan atau ancaman, dan merespon serangan dengan tepat diwaktu yang tepat juga merupakan kunci untuk mengantisipasi cyber attack. 

 

Setelah mengoptimalkan 4 hal tadi, yang harus dilakukan selanjutnya adalah menginvestigasi suatu insiden. Tim SOC (Security Operation Center) dari sebuah perusahaan dituntut untuk bisa melakukan treat hunting demi meminimalisir resiko keamanan dengan cara menemukan root cause dari sebuah inside. 

Untuk saat ini pekerjaan menjadi seorang cyber security memiliki prospektivitas yang tinggi. Apakah kamu salah satu yang ingin bekerja di bidang cyber security professional? Sekarang kamu bisa kuliah jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat