Apa Dampak UU Cyber Security Terbaru Jerman Untuk Huawei, Eropa, dan NATO? - IDS Digital College

Apa Dampak UU Cyber Security Terbaru Jerman Untuk Huawei, Eropa, dan NATO?

Setelah dua tahun menimbang-nimbang dengan matang. Pada tahun 2020 kemarin, kementerian dalam negeri Jerman merilis proposal perizinan tentang high-risk companies seperti Huawei “Apakah mereka akan diizinkan untuk bergabung dalam network 5G milik Jerman”. 

 

Menteri kabinet yang bertanggung jawab, Horst Seehofer, memuji rancangan UU keamanan IT 2.0 sebagai terobosan untuk keamanan dunia maya di Jerman. Tetapi isu tentang vendor security masih tetap berlangsung, dimana Berlin sepertinya tidak ada keinginan untuk melarang supplier individual manapun dari jaringan 56 Jerman. 

 

Undang-undang tersebut telah menerima kritik keras karena pendekatan birokrasinya terhadap masalah Huawei. Bukannya mengambil sikap politik yang tegas tentang masalah ini, Berlin malah menciptakan mekanisme penilaian dua bagian yang rumit untuk vendor telekomunikasi yang mencari akses ke jaringan 5G di Jerman. 

 

Seiring dengan evaluasi teknis yang dilakukan, RUU tersebut mewajibkan vendor untuk mengeluarkan pernyataan bahwa komponennya tidak dapat digunakan untuk “sabotase atau spionase”. Setelah terdaftar perusahaan akan memasuki periode 30 hari dimana kementrian terkait yang ada di Berlin harus memutuskan apakah akan mengizinkan perusahaan tersebut mengambil bagian dari peluncuran 5G di Jerman atau tidak. 

 

Mekanisme ini sepertinya akan gagal untuk memblokir akses ke Jaringan Jerman jika kementrian memiliki keraguan tentang calon supplier. Karena UU hanya mengizinkan pengecualian vendor ketika semua otoritas yang terlibat sepakat dalam keputusan mereka untuk memberlakukan larangan. Jika pembuat kebijakan tidak dapat membuat keputusan terpadu, maka supplier secara sah akan diizinkan untuk berpartisipasi dalam peluncuran jaringan setelah periode 30 hari itu berakhir. Ini akan menjadi kemenangan bagi Huawei, mengingat tentang perdebatan 5G ini telah berlangsung selama dua tahun. 

 

Selagi Berlin terus mempermasalahkan keamanan vendor, perusahaan telekomunikasi domestik sudah memasukkan peralatan Huawei ke dalam jaringan 5G mereka. Ini merupakan sebuah pertaruhan bagi mereka. Karena jika pada akhirnya Berlin melarang perangkat China untuk masuk ke Jerman sepenuhnya, bisa jadi mereka harus mengganti komponen jaringan yang ada. 

 

Namun untuk saat ini, hasil akhir dari rapat kabinet, para Legislator Jerman telah sepakat memberikan lampu hijau bagi Huawei untuk menjadi salah satu provider dengan jaringan 5G di Jerman. Undang-undang tersebut mengharuskan Huawei untuk menghadirkan jaringan yang aman dan mampu memberikan akses jaringan yang lengkap dan terintegrasi bagi otoritas keamanan Jerman.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat