API Call: Pengertian dan Cara Membuatnya dengan Mudah
API Call: Pengertian dan Cara Membuatnya dengan Mudah
Kepanjangan dari API adalah Application Programming Interfaces. API merupakan tampilan yang menghubungkan dari sebuah software ke software lainnya. Maksudnya, mereka bisa menghubungkan antar aplikasi agar bisa saling bertukar informasi. Bisa bisnis yang saling bisa mengakses data bisnis lainnya, coding, software, atau layanan lain untuk memperkaya fungsional dari produk mereka.Â
Lalu apa itu API Call
API Call adalah proses saat klien mengirim permintaan API, lalu API mengirim request data dari sebuah server eksternal atau program dan mengirimnya lagi ke klien. Misalnya, kamu gunakan API Facebook untuk mengekstrak data dan fungsinya dari sebuah platform. Maka, ketika kamu sedang siaran video streaming di Facebook, memposting sesuatu, atau membuat dashboard khusus untuk iklan, itu adalah contoh API Call.
Cara membuat API Call
- Temukan URI dari server atau program eksternal
Untuk membuat API Call, yang kamu harus pahami pertama kali adalah URI (Uniform Resource Identifier) dari program atau server eksternal yang datanya kamu perlukan. Ini cukup penting karena kalau melewati tahap ini, kamu tidak akan tahu kemana akan dikirim permintaan API kamu.
Tapi perlu diingat juga bahwa kebanyakan API punya endpoint yang berbeda-beda. Misalnya, kamu ingin streaming secara publik di Twitter dengan real time. Kamu bisa gunakan endpoint stream Twitter yang sudah terfilter.Â
- Tambahkan kata kerja HTTP
Setelah kamu dapatkan URI-nya, kamu harus paham tentang formulasi requestnya. Hal yang pertama dilakukan adalah menambahkan kata kerja permintaannya. Empat kata kerja permintaan yang paling dasar adalah
GET: untuk mendapatkan sumber
POST: untuk membuat sumber baru
PUT: untuk mengedit atau memperbarui sumber
DELETE: untuk menghapus sumber
Misalnya, kamu menggunakan API dari NREL’S Alternative Fuel Station dan ingin melihat alternatif pom bensin terdekat di daerah tersebut. Kalau ternyata ada data pom bensin alternatif itu, servernya akan mengirim copy dari sumbernya dalam bentuk XML atau JSON dan sebuah HTTP dengan kode respon 200 yang berarti OKE. Tapi kalau datanya tidak ditemukan, akan dikirim kembali HTTP nya dengan kode respon 404 (tidak ditemukan).Â
- Masukkan Header
Selanjutnya adalah menambahkan header, agar API paham bahwa request kamu dan respon yang kamu harapkan. Ada beberapa header yang digunakan yaitu user-agent, content-type, dan accept.Â
User-Agent
Header ini mengaktifkan server agar bisa mengidentifikasi aplikasi, operasis sitem, vendor, atau versi dari request yang dibuat user agent.
Content-Type
Header ini menjelaskan tipe informasi apa yang menjadi permintaan. Bisa dijelaskan melalui header ini apakah requestnya diformat menjadi XML, atau JSON. Karena kalau tidak ada header ini mungkin saja API mengerti dan menerima request kamu tapi tidak mengerti bagaimana menjawabnya.
Accept
Header ini menjelaskan format apa yang ingin kamu terima. Tanpa header ini, API bisa mengirim data yang berbentuk XML padahal kamu ingin JSON.Â
Oleh karena itu, penting mencantumkan header ini agar kamu mendapat respon yang sesuai dengan request.Â
- Cantumkan token akses atau kode kunci API
Kode kunci API dan token akses berguna untuk membedakan dan mengidentifikasi permintaan yang data ke API. Kode ini dibuat dari susunan huruf dan angka yang mengidentifikasi permintaan klien, kode kunci API atau token akses digunakan untuk memberi atau menolak permintaan dari klien.
- Tunggu respon Â
Setelah itu kamu tinggal menunggu respon dari API. Nanti akan dikirim kode dari API yang menandakan permintaan kamu berhasil diproses atau gagal. Kode biasa yang dikirim adalah kode 2XX (kode sukses) dan kode 4XX (gagal).Â
Kode sukses (2XX) yang biasanya dikirim:
200 OK: berarti permintaan berhasil
201 Created: sumber sudah dibuat di servernya. Respon ini dibuat khusus biasanya untuk request postingan
202 Accepted: Permintaan sudah diterima tapi masih diproses
204 No Content: Permintaan sudah diterima dan berhasil diproses tapi tidak ada hasil yang dikirim
Kode gagal (4XX) yang biasanya dikirim:
Kode ini biasanya dikirim jika request dari klien error. Bisa jadi ada kesalahan tulisan request, atau sumber yang diminta klien tidak ada.
400 Bad Request: Ada yang salah dengan permintaan klien ini
401 Unauthorized: Klien ini tidak berhak untuk membuat request ini
403 Forbidden: Request bisa diterima tapi tidak bisa diproses karena klien tidak memiliki izin yang diharuskan
Setelah mengetahui apa itu API Call, tertarik untuk membuatnya? Selain itu, jika kamu sangat tertarik untuk belajar lebih larut dan luas untuk berkarir di dunia software, kamu bisa bergabung bersama kami College Program dari IDS | International Design School jurusan Software Engineering. Kami tunggu untuk bergabung, see you there!
Sumber: blog.hubspot.com

