Berkenalan dengan DDoS, Serangan pada Jaringan Komputer yang Perlu Diwaspadai - IDS Digital College

Berkenalan dengan DDoS, Serangan pada Jaringan Komputer yang Perlu Diwaspadai

Tindak kejahatan kini tidak hanya berlangsung di dunia nyata. Dunia maya juga menjadi sasaran empuk demi merugikan orang lain. Serangan demi serangan kini makin beragam. Apalagi didukung dengan teknologi yang terus berkembang pesat. Salah satunya ada DDoS yang merupakan kependekan dari Distributed Denial of Service. Lalu, bagaimana cara kerja serangan satu ini? Dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak uraian lengkapnya berikut. 

Pengertian DDoS

Distributed Denial of Service atau DDoS adalah serangan yang dilakukan dengan membanjiri lalu lintas palsu. Tujuannya tidak lain membuat kemacetan lalu lintas sehingga menghambat kinerja server. Berbeda dengan serangan cyber lain, DDoS tidak berusaha menembus keamanan. Namun, mereka bertujuan membuat web dan server tidak tersedia. Siklus waktu serangannya beragam, mulai dari jam, hari, hingga bulan. Akibatnya juga banyak, mulai dari kehilangan pendapatan, kepercayaan konsumen berkurang, reputasi buruk, hingga keuangan tak beraturan akibat kompensasi.

Beberapa sulit membedakan Dos dan DDos. Untuk Dos atau Denial of Service, pelaku memakai koneksi internet tunggal untuk membanjiri target dengan permintaan palsu. Sedangkan DDoS, menggunakan beberapa perangkat yang terhubung dengan internet sehingga volume lalu lintas semakin besar dan tidak terkendali. 

Jenis-jenis DDos 

Serangan siber ini terbagi menjadi dua jenis., yaitu sebagai berikut

1. Serangan Lapisan Aplikasi (Serangan layer 7)
Serangan DoS atau DDoS yang berusaha membebani server dengan mengirim sejumlah permintaan besar dan membutuhkan penanganan serta pemrosesan intensif. Serangan Layer 7 ini biasanya diukur dalam permintaan per detik (RPS/request per second). Sebagian besar situs web akan lumpuh di angka 50-100 RPS.

2. Serangan Lapisan Jaringan (Serangan Layer 3-4)
Serangan ini lebih diumpamakan dengan menyumbat jalur pipa pada jaringan korban. Berbagai serangan seperti padatnya lalu lintas UDP, SYN, hingga serangan amplifikasi DNS. Teknik tersebut untuk mencegah orang lain mengakses server korban. Hal tersebut berakibat pada penangguhan akun dan biaya kelebihan penggunaan yang besar. Serangan ini biasanya diukur dengan gigabit per detik (Gbps) atau paket per detik (PPS). Infrastruktur jaringan akan mati total setelah melebihi 200 gbps. 

Motivasi Melakukan DDoS

Serangan siber dengan DDoS ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Baik individu, organisasi, maupun perusahaan. Motivasinya juga beragam. Beberapa di antaranya ada di bawah ini. 

1. Hacktivisme
Secara umum diartikan sebagai melakukan penyerangan dengan masuk protes atau membela kebenaran. Korbannya biasanya pemerintah, politisi serta perusahaan besar yang berhubungan dengan berita terbaru. Salah satu serangan siber yang terkenal yaitu terhadap terhadap pemerintah Brasil terkait sponsor Piala Dunia pada Juni 2014. Nah, metode yang digunakan Dos dan DDoS

 

2. Cyber Vandalism
Vandalisme dunia maya atau skrip kiddies, motivasi serangan untuk menyebabkan kesedihan kepada sesama pengguna internet. Biasanya, pelaku adalah remaja yang mencari adrenalin atau melampiaskan kemarahannya. Namun, pelaku bisa saja orang yang haus perhatian dan rasa hormat. 

 

3. Pemerasan
Motivasi berikutnya yang cukup populer adalah pemerasan. Tindak kejahatan ini bertujuan menuntut uang imbalan untuk menghentikan serangan. Beberapa aplikasi yang pernah mengalami serangan ini adalah MeetUp, Bitly, Vimeo dan Basecamp. 

4. Persaingan
Dalam dunia game online, persaingan sudah menjadi hal yang wajar. Sayangnya, persaingan tersebut menjadi motivasi pelaku untuk melakukan serangan DoS serta DDoS. Tujuannya tidak lain untuk mengalahkan atau menumbangkan musuh sebelum bermain. Serangan DoS dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak berbahaya yang tersedia. Serangan DDoS ditujukan pada server. 

5. Persaingan Bisnis
Tak hanya di kalangan pemain game online, serangan siber ini juga dimulai lantaran persaingan bisnis. Serangan DDoS paling banyak dengan tujuan mematikan bisnis online selama berbulan-bulan. Akibatnya, reputasi buruk dan keuangan terganggu. Gangguan yang dialami pelanggan, menjadikan kesempatan pelaku untuk mendapatkan pelanggan baru. 

Serangan DDoS dan DoS memang cukup membahayakan. Apalagi bagi e-commerce yang telah memiliki jumlah pelanggan setia cukup banyak. Sebagai pertimbangan agar tetap aman dari serangan, sebaiknya untuk menghubungi hosting provider atau ISP. Biasanya pelaku menyerang alamat IP pada sistem. Dengan melaporkan hal tersebut, pihak penyedia jasa layanan internet dapat membantu. 

Selain itu, batasi semua akses terhadap sistem untuk menyaring trafik data keluar masuk pada server. Pelajari juga serangan DDoS dan rutin menscan server agar sistem keamanan tetap terjaga.

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat