Zoom Meeting Online Diretas, Jadi Bukti Bagaimana Pentingnya Cyber Security - IDS Digital College

Zoom Meeting Online Diretas, Jadi Bukti Bagaimana Pentingnya Cyber Security

Kejahatan dunia maya kini bukanlah hal yang sulit ditemukan. Hampir setiap hari, ada saja kasus merugikan, mulai dari serangan siber hingga pencurian data pribadi korban. Paling hangat yaitu bocornya data pengguna aplikasi Zoom hingga akun diretas oleh hacker. Pencurian ini terjadi setelah pengguna meningkat tajam akibat pemberlakuan social distancing dan work from home karena pandemi virus corona. Kebocoran tersebut tentu meresahkan berbagai kalangan. Para ahli cyber security pun ikut bersuara menanggapi kasus tersebut. Seperti apa tanggapannya mengenai kebocoran hingga peretasan Zoom meeting online? Berikut ulasannya. 

1. Bocornya Data Pengguna Zoom di Dark Web
Di tengah pandemic virus corona, himbauan social distancing serta work from home cukup mengurangi aktivitas pekerjaan. Hadirnya aplikasi Zoom sangat membantu lantaran bisa menjadi alternatif untuk melakukan meeting lewat fitur video conference. Sayangnya, berita terbaru mengungkapkan jika keamanan data pengguna Zoom berada di tempat berbahaya. Seperti disebutkan oleh firma keamanan siber Sixgill, 352 akun telah dibagikan ke forum internet populer di dark web. Data yang bocor meliputi alamat email, password, id meeting, kunci host dan nama host.  Dalam laporan tersebut juga disebutkan jika akun milik instansi dan lembaga juga ikut bocor.

The Washington Post juga melaporkan jika Zoom juga bermasalah dalam segi masalah privasi, seperti rekaman meeting bocor hingga kasus ‘zoom bombing’. Bahkan ada Zoom meeting online yang diretas oleh hacker. Berdasarkan laporan 6 April 2020, 15.000 meeting online di aplikasi tersebut bocor di internet dan bisa ditonton oleh siapa saja. Adapun kebocoran mencakup rapat virtual mengenai pekerjaan, terapi online, kelas online hingga percakapan pribadi. Pihak Zoom sendiri, lewat CEO Eric Yuan mengakui salah langkah dalam mengembangkan layanan mereka. Saat ini, mereka menghentikan pengembangan fitur baru dan fokus dalam meningkatkan privasi dan keamanan aplikasi mereka. 

2. Tanggapan Ahli Cyber Security Tentang Zoom Bombing
Rocky Dale Davis menjadi salah satu korban yang akun Zoomnya diretas oleh hacker. Berdasarkan laporan WayTV, komedian ini biasanya menggunakan Facebook sebagai media bertemu penggemar setelah menyebarnya virus corona. Beberapa waktu lalu, Davis mencoba memakai Zoom dan melakukan pertemuan dengan 50 orang. Sayangnya, salah satu tamu mengambil kendali acara tersebut dan melakukan spamming. Hal tersebut membuat Davis mengalami kerugian dalam segi reputasi.  Masih dalam laporan yang sama, ahli cyber security juga ikut menanggapi kebocoran yang dialami oleh Zoom. 

Chuck Speaks, wakil presiden Cyber Huntsville. Speaks mengungkapkan jika zoom bombing  sebenarnya tidak terjadi di aplikasi Zoom saja. Ada banyak platform lain yang memiliki masalah serupa. Saran yang diberikan adalah agar tetap aman memakai aplikasi tersebut adalah tidak mempublikasikan informasi rapat secara luas serta memakai kata sandi ketika mengakses ruang rapat digital. Speaks juga menyarankan menggunakan ruang tunggu virtual dimana pemilik saja yang bisa membawa seseorang masuk dalam percakapan. 

Daniel Lambert, wakil presiden Sentar Inc ikut menyuarakan terkait zoom meeting online yang diretas. Menurut Lambert, hal tersebut bukan terjadi karena peretasan sistem saja, tapi juga pengaturan sistem aplikasi yang tidak sempurna. Sementara FBI juga ikut memberikan tanggapan. Zoom bombing merupakan tindak kejahatan di dunia maya, sehingga para korban harus melaporkan kepada pusat pengaduan kejahatan internet. 

Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, pengguna Zoom bisa lebih waspada lagi dalam memakai aplikasi ini. Seperti tidak terang-terangan membicarakan hal bersifat pribadi dan rahasia, memakai kata sandi dan sering diganti, dan melakukan pengaduan ketika mengalami zoom bombing. 

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat