Berkenalan Dengan Model Pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) - IDS Digital College

Berkenalan Dengan Model Pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics)

dan Mathematics. Dikutip dari wikipedia, sebelum STEAM sebenarnya terdapat model pendidikan STEM, yang kemudian ditambahkan ‘A’ word di dalamnya yang merupakan bagian dari art. Founder dari model pendidikan STEAM ini adalah Georgette Yakman, yang mendapatkan ide untuk menambahkan art (seni) ke dalam STEM akronim. Setelah melakukan penelitian dan praktikum sejak tahun 2006 berdasarkan riset ‘The formal way that subjects work together and correspond to the global socio economic world’, ia menyebutkan jika sains dan teknologi yang ditafsirkan melalui teknik dan seni, semua berdasarkan unsur unsur matematika.

Pembelajaran berbasis STEAM ini diharapkan dapat melatih kemampuan dan bakat peserta didik dalam menghadapi masalah di abad 21. Karana model pembelajaran ini mendorong siswa untuk berpikir secara lebih luas tentang masalah yang ada di dunia nyata.  

Komponen dalam Pembelajaran STEAM
Ada lima komponen yang terkandung di dalam STEAM, yang pertama adalah pemecahan masalah melalui inovasi dan desain. Kedua adalah keterkaitan antara asesmen, rencana belajar dan standar pembelajaran. Ketiga, kombinasi lebih dari satu subjek dalam STEAM dan kegunaannya dalam seni. Empat, lingkungan pembelajaran yang kolaboratif dan proses based learning. Dan yang terakhir adalah fokus pada hal-hal yang terjadi di kehidupan. Model pendidikan ini dianggap sebagai inovasi dan titik akses ke semua mata pelajaran bukanya hanya sebuah subjek tersendiri. 

Keuntungan Pembelajaran STEAM
Apakah keuntungan dengan menggabungkan seni dan sains pada model pembelajaran STEAM ini? Jawabannya ada empat, yang pertama adalah STEAM membantu menghilangkan penghambat ide-ide dikarenakan tidak ada kata salah pada seni. Kedua, mengajarkan kekuatan dari observasi, baik kepada orang-orang maupun lingkungan dalam pembelajaran, yang ketiga adalah agar fokus pada proses yang membantu dan mengarah pada inovasi. Keuntungan berikutnya yang didapatkan dengan pola pembelajaran berbasis STEAM ini adalah membantu mengasah kecerdasan visual-spasial dan konsep matematika geometri. 

Fondasi dari model pembelajaran ini berfokus pada memberikan pembelajaran inkuiri, pemikiran yang kritis dan berbasis pada proses. Dimana saat proses penyelesaian masalah siswa akan aktif mencari tahu, mengajukan pertanyaan, dan mampu menemukan solusi yang kreatif dari suatu masalah. 

Mengapa Pembelajaran STEAM Sangat Direkomendasikan?
Model pembelajaran ini sangat direkomendasikan dan didukung oleh banyak pihak, bahkan ada hari nasional STEM?STEAM Day yang dirayakan setiap tanggal 8 November di seluruh dunia. Bahkan di luar negri, STEAM Day dibuat oleh MGA Entertainment pada 2015. Dimana CEO MGA Entertainment, Isaac Larian mengatakan bahwa mereka ingin menunjukan bahwa STEM dan STEAM telah berada di sekitar mereka, dan hobi favorit mereka sebenarnya berakar dari sains, teknologi, teknik, seni dan matematika.

Pada dasarnya dalam pembelajaran dan proses pengajaran STEAM, informasi dibentuk melalui pengambilan resiko kolaboratif dan kreativitas. Dimana siswa akan menggunakan keterampilan dalam proses belajar ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, seni dan matematik. Menempatkan seni dan desain dalam model pendidikan ini akan mendorong para siswa untuk lebih kreatif dan berinovasi sehingga diharapkan lulusan yang menggunakan model pembelajaran ini akan memiliki berbagai keterampilan yang bisa mendukungnya dalam mencari pekerjaan nantinya. Bagaimana? STEAM merupakan model pembelajaran yang menarik untuk dicoba bukan?

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat