Cara Kerja Software Anti Virus - IDS Digital College

Cara Kerja Software Anti Virus

Ada yang salah kaprah dengan anggapan bahwa dengan menginstal anti virus maka secara otomatis perangkat akan aman dari serangan virus. Sebenarnya, anti virus tidak bisa menjamin 100% keamanan perangkatmu, namun setidaknya dengan menginstall anti virus, kamu bisa mendeteksi,mencegah,dan menghapus file atau dokumen yang mengandung virus atau yang berpotensi virus. Nah, beberapa penjelasan berikut ini akan membantu kamu untuk mengetahui apa itu anti virus dan bagaimana cara kerjanya. Apa Itu Anti virus? Antivirus merupakan sebuah perangkat lunak yang berfungsi untuk mencari, mendeteksi, dan menghapus virus, serta perangkat lunak berbahaya lainnya seperti worm, trojan, adware, dan banyak lagi. Secara khusus, perangkat lunak ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai pendekatan pencegahan keamanan cyber untuk menghentikan ancaman sebelum mereka masuk ke komputer milikmu dan menyebabkan masalah. Meskipun kamu menganggap bahwa komputer milikmu aman selama tidak mengunjungi situs web yang tidak jelas, peretas memiliki berbagai cara untuk memasukkan virus mereka, oleh karena itu kamu memerlukan antivirus yang kuat untuk tetap melindungi data-data yang ada di komputermu. Jika ada virus yang terlanjur masuk ke komputermu, konsekuensinya bisa mematikan. Virus dapat menyebabkan sejumlah aktivitas berbahaya, diantaranya adalah merusak perangkat, memata-matai melalui webcam atau dengan memantau akun pribadi milikmu. Hacker dapat menggunakan virus untuk mencuri informasi pribadimu, mulai dari login akun hingga informasi keuangan. Hal inilah yang nantinya dapat disalahgunakan untuk melakukan pencurian identitas, penipuan phishing, dan banyak lagi. Dengan risiko yang mungkin terjadi itu, maka penting untuk meningkatkan perlindungan jaringan dengan menginstall antivirus. Cara Kerja Anti virus Software antivirus bekerja dengan cara memindai file atau kode masuk yang melewati lalu lintas jaringanmu. Perusahaan yang membuat perangkat lunak ini mengkompilasi database ekstensif dari virus dan malware yang sudah dikenal dan mengajarkan perangkat lunak cara mendeteksi, menandai, dan menghapusnya. Saat file, program, dan aplikasi mengalir masuk dan keluar dari komputermu, antivirus membandingkannya dengan databasenya untuk menemukan kecocokan. Kecocokan yang mirip atau identik dengan database diisolasi, dipindai, kemudian dihapus. Meskipun kamu dapat menyesuaikan pengaturan sehingga antivirus bisa menjalankan pemindaian otomatis untuk mencari file berbahaya, kamu juga dapat memilih untuk melakukan pemindaian manual, yang memungkinkan pengguna untuk melihat secara real-time file berbahaya mana yang ditemukan dan dinetralisir. Pada umumnya, beberapa software antivirus akan meminta izin pengguna sebelum "membersihkan" file untuk menghapus kode berbahaya. Jika kamu lebih suka pendekatan langsung, kamu dapat menyesuaikan pengaturan sehingga perangkat lunak secara otomatis menghapus file berbahaya. Saat ini sudah ada banyak merek perangkat lunak antivirus yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhanmu. Namun, sebagian besar perangkat lunak antivirus melakukan fungsi yang sama, jadi memilih antara satu merek dan merek lain seharusnya tidak menjadi keputusan yang rumit. Jenis-Jenis Anti virus Antivirus gratis (free antivirus): antivirus yang diperoleh secara gratis, beberapa contoh produknya adalah Smadav , Avast dan masih banyak lagi. Antivirus trial (trial antivirus): antivirus yang bisa diperoleh secara gratis namun memiliki batasan waktu, jika batasan waktunya habis, maka pengguna diharuskan membayar untuk dapat menggunakan antivirus tersebut. Salah satu contohnya adalah Esset Antivirus . Antivirus donasi (donation antivirus): jika ingin menggunakan antivirus ini, maka kamu harus berdonasi Antivirus berbayar (paid antivirus): antivirus yang diperoleh dengan cara membeli atau harus membayar biaya tertentu agar dapat menggunakan berbagai fiturnya. Itulah sedikit penjelasan tentang antivirus dan bagaimana cara kerjanya untuk melindungi komputermu dari kejahatan cyber. Apakah kamu ingin mencari tahu lebih banyak tentang keamanan cyber? Buat kamu yang tertarik dengan pembuatan software untuk keamanan cyber, kamu bisa belajar di Jurusan Sistem Informasi IDS Digital College. IDS Digital College juga menyediakan program ekstensi D3 ke S1 untuk kamu yang ingin mendapat gelar sarjana tanpa perlu mengulang mata kuliah dari awall. Tunggu apalagi? Yuk, segera daftarkan dirimu ke IDS Digital College!

Ada yang salah kaprah dengan anggapan bahwa dengan menginstal anti virus maka secara otomatis perangkat akan aman dari serangan virus. Sebenarnya, anti virus tidak bisa menjamin 100% keamanan perangkatmu, namun setidaknya dengan menginstall anti virus, kamu bisa mendeteksi,mencegah,dan menghapus file atau dokumen yang mengandung virus atau yang berpotensi virus. Nah, beberapa penjelasan berikut ini akan membantu kamu untuk mengetahui apa itu anti virus dan bagaimana cara kerjanya.

Apa Itu Anti virus?

Antivirus merupakan sebuah perangkat lunak yang berfungsi untuk mencari, mendeteksi, dan menghapus virus, serta perangkat lunak berbahaya lainnya seperti worm, trojan, adware, dan banyak lagi. Secara khusus, perangkat lunak ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai pendekatan pencegahan keamanan cyber untuk menghentikan ancaman sebelum mereka masuk ke komputer milikmu dan menyebabkan masalah.

Meskipun kamu menganggap bahwa komputer milikmu aman selama tidak mengunjungi situs web yang tidak jelas, peretas memiliki berbagai cara untuk memasukkan virus mereka, oleh karena itu kamu memerlukan antivirus yang kuat untuk tetap melindungi data-data yang ada di komputermu.

Jika ada virus yang terlanjur masuk ke komputermu, konsekuensinya bisa mematikan. Virus dapat menyebabkan sejumlah aktivitas berbahaya, diantaranya adalah merusak perangkat, memata-matai melalui webcam atau dengan memantau akun pribadi milikmu.

Hacker dapat menggunakan virus untuk mencuri informasi pribadimu, mulai dari login akun hingga informasi keuangan. Hal inilah yang nantinya dapat disalahgunakan untuk melakukan pencurian identitas, penipuan phishing, dan banyak lagi. Dengan risiko yang mungkin terjadi itu, maka penting untuk meningkatkan perlindungan jaringan dengan menginstall antivirus.

Cara Kerja Anti virus

Software antivirus bekerja dengan cara memindai file atau kode masuk yang melewati lalu lintas jaringanmu. Perusahaan yang membuat perangkat lunak ini mengkompilasi database ekstensif dari virus dan malware yang sudah dikenal dan mengajarkan perangkat lunak cara mendeteksi, menandai, dan menghapusnya.

Saat file, program, dan aplikasi mengalir masuk dan keluar dari komputermu, antivirus membandingkannya dengan databasenya untuk menemukan kecocokan. Kecocokan yang mirip atau identik dengan database diisolasi, dipindai, kemudian dihapus. Meskipun kamu dapat menyesuaikan pengaturan sehingga antivirus bisa menjalankan pemindaian otomatis untuk mencari file berbahaya, kamu juga dapat memilih untuk melakukan pemindaian manual, yang memungkinkan pengguna untuk melihat secara real-time file berbahaya mana yang ditemukan dan dinetralisir.

Pada umumnya, beberapa software antivirus akan meminta izin pengguna sebelum “membersihkan” file untuk menghapus kode berbahaya. Jika kamu lebih suka pendekatan langsung, kamu dapat menyesuaikan pengaturan sehingga perangkat lunak secara otomatis menghapus file berbahaya. 

Baca Juga : 5 Software Antivirus Gratis Terbaik di Tahun 2021

Saat ini sudah ada banyak merek perangkat lunak antivirus yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhanmu. Namun, sebagian besar perangkat lunak antivirus melakukan fungsi yang sama, jadi memilih antara satu merek dan merek lain seharusnya tidak menjadi keputusan yang rumit.

Jenis-Jenis Anti virus

  1. Antivirus gratis (free antivirus): antivirus yang diperoleh secara gratis, beberapa contoh  produknya adalah Smadav , Avast dan masih banyak lagi.
  2. Antivirus trial (trial antivirus): antivirus yang bisa diperoleh secara gratis namun memiliki batasan waktu, jika batasan waktunya habis, maka pengguna diharuskan membayar untuk dapat menggunakan antivirus tersebut. Salah satu contohnya adalah Esset Antivirus .
  3. Antivirus donasi (donation antivirus): jika ingin menggunakan antivirus ini, maka kamu harus berdonasi
  4. Antivirus berbayar (paid antivirus): antivirus yang diperoleh dengan cara membeli atau harus membayar biaya tertentu agar dapat menggunakan berbagai fiturnya.

Itulah sedikit penjelasan tentang antivirus dan bagaimana cara kerjanya untuk melindungi komputermu dari kejahatan cyber. Apakah kamu ingin mencari tahu lebih banyak tentang keamanan cyber? Buat kamu yang tertarik dengan pembuatan software untuk keamanan cyber, kamu bisa belajar di Jurusan Sistem Informasi IDS Digital College. IDS Digital College juga menyediakan program ekstensi D3 ke S1 untuk kamu yang ingin mendapat gelar sarjana tanpa perlu mengulang mata kuliah dari awall. Tunggu apalagi? Yuk, segera daftarkan dirimu ke IDS Digital College!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat