Cari Tahu Beda Software Engineer dan Software Developer Ekstensi D3 ke S1 - IDS Digital College

Cari Tahu Beda Software Engineer dan Software Developer Ekstensi D3 ke S1

Ingin kuliah Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika dan bekerja di bidang IT? Kamu pasti sudah tak asing dengan beberapa profesi IT yang terlihat mirip. Tak jarang juga karena kemiripannya, banyak orang yang menganggap beberapa profesi tersebut sama. Contohnya software engineer dan software developer. Bukan tanpa alasan banyak orang salah dan menganggap kedua jurusan ini sama. Bahkan beberapa orang kerap kali menggunakan istilah keduanya sering dibolak-balik. Padahal antara software engineer dan software developer sangatlah berbeda. Kamu bisa melihat perbedaan keduanya melalui penjelasan di bawah ini. Beda Software Engineer dan Software Developer Dua profesi ini memiliki tanggung jawab dan tugas yang berbeda. Software engineer bisa disebut sebagai seorang arsitek, sementara software developer berperan sebagai tukang bangunan atau tukang kayunya. Keduanya memiliki tanggung jawab yang berbeda tapi keterkaitannya sangat erat. Secara praktek, software engineer menerapkan konsep engineering dalam merancang sebuah software supaya sesuai dengan kebutuhan user. Tanggung jawab software engineering sangat luas, mencakup tujuh fase software development life cycle (SDLC). Sedangkan lingkup job desk software developer jauh lebih sempit dibanding software engineer. Seorang software developer punya peranan penting untuk membangun software sebaik mungkin. Software developer memiliki keterlibatan pengembangan software dalam ruang lingkup yang terbatas pada proyek tertentu. Skill dan Gambaran Pekerjaan Software Engineer Sebagai bayangan untuk kamu yang ingin kuliah Program Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika dan ingin menjadi software engineer, nantinya profesi ini menuntut kamu untuk mengelola sistem yang kompleks. Tidak jarang kamu juga akan berperan sebagai konsultan, team leader, atau bekerja secara individu. Kemampuan yang harus dimiliki seorang software engineer antara lain: Memiliki keahlian teknis dalam proses pengembangan software yang disertai pengalaman luas dalam berbagai proyek. Punya kapabilitas dalam melakukan pengujian otomatis dengan berbagai tool. Punya pengetahuan terhadap berbagai jenis bahasa pemrograman, termasuk C/C++. Tahu cara membangun dan merawat arsitektur IT, penyimpanan data berskala besar. Kemampuan analisa yang tinggi. Skill dan Gambaran Kerja Software Developer Sebagai seorang developer, kamu harus memiliki kemampuan dalam membangun perangkat lunak sesuai kebutuhan. Sebagai upaya untuk menjalankan tugasnya, seorang software developer harus punya beberapa skill berikut ini. Paham dengan berbagai jenis bahasa pemrograman yang populer: Python, C#, Java, serta C++. Memiliki pengalaman menggunakan tool open source seperti GitHub. Punya orientasi pada detail, karena kesalahan kecil dalam proses pengembangan software bisa berakibat fatal. Mampu memahami logika coding bahasa pemrograman yang belum dikuasai. Dari uraian di atas, kamu bisa tahu bahwa software engineer punya tugas yang penting dalam mengawasi proses pengembanganan software. Sedangkan software developer punya fokus untuk menciptakan program yang bisa bekerja dengan baik. Tertarik dengan kedua profesi tersebut? Kamu bisa kuliah kelas karyawan di Jakarta dengan Program Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College. Temukan informasi terkait pendaftaran dan juga detail program selama masa kuliah berlangsung dengan mengunjungi website IDS DC

Ingin kuliah Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika dan bekerja di bidang IT? Kamu pasti sudah tak asing dengan beberapa profesi IT yang terlihat mirip. Tak jarang juga karena kemiripannya, banyak orang yang menganggap beberapa profesi tersebut sama. Contohnya software engineer dan software developer.

Bukan tanpa alasan banyak orang salah dan menganggap kedua jurusan ini sama. Bahkan beberapa orang kerap kali menggunakan istilah keduanya sering dibolak-balik. Padahal antara software engineer dan software developer sangatlah berbeda. Kamu bisa melihat perbedaan keduanya melalui penjelasan di bawah ini. 

Beda Software Engineer dan Software Developer

Dua profesi ini memiliki tanggung jawab dan tugas yang berbeda. Software engineer bisa disebut sebagai seorang arsitek, sementara software developer berperan sebagai tukang bangunan atau tukang kayunya. Keduanya memiliki tanggung jawab yang berbeda tapi keterkaitannya sangat erat. 

Secara praktek, software engineer menerapkan konsep engineering dalam merancang sebuah software supaya sesuai dengan kebutuhan user. Tanggung jawab software engineering sangat luas, mencakup tujuh fase software development life cycle (SDLC).

Sedangkan lingkup job desk software developer jauh lebih sempit dibanding software engineer. Seorang software developer punya peranan penting untuk membangun software sebaik mungkin. Software developer memiliki keterlibatan pengembangan software dalam ruang lingkup yang terbatas pada proyek tertentu. 

Skill dan Gambaran Pekerjaan Software Engineer

Sebagai bayangan untuk kamu yang ingin kuliah Program Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika dan ingin menjadi software engineer, nantinya profesi ini menuntut kamu untuk mengelola sistem yang kompleks. Tidak jarang kamu juga akan berperan sebagai konsultan, team leader, atau bekerja secara individu. Kemampuan yang harus dimiliki seorang software engineer antara lain:

  • Memiliki keahlian teknis dalam proses pengembangan software yang disertai pengalaman luas dalam berbagai proyek. 
  • Punya kapabilitas dalam melakukan pengujian otomatis dengan berbagai tool. 
  • Punya pengetahuan terhadap berbagai jenis bahasa pemrograman, termasuk C/C++.
  • Tahu cara membangun dan merawat arsitektur IT, penyimpanan data berskala besar. 
  • Kemampuan analisa yang tinggi. 

Skill dan Gambaran Kerja Software Developer 

Sebagai seorang developer, kamu harus memiliki kemampuan dalam membangun perangkat lunak sesuai kebutuhan. Sebagai upaya untuk menjalankan tugasnya, seorang software developer harus punya beberapa skill berikut ini. 

  • Paham dengan berbagai jenis bahasa pemrograman yang populer: Python, C#, Java, serta C++.
  • Memiliki pengalaman menggunakan tool open source seperti GitHub.
  • Punya orientasi pada detail, karena kesalahan kecil dalam proses pengembangan software bisa berakibat fatal. 
  • Mampu memahami logika coding bahasa pemrograman yang belum dikuasai.  

Baca Juga: Kuliah Sambil Kerja, Kenapa Nggak? Nih, 5 Manfaatnya Buat Kamu!

Dari uraian di atas, kamu bisa tahu bahwa software engineer punya tugas yang penting dalam mengawasi proses pengembanganan software. Sedangkan software developer punya fokus untuk menciptakan program yang bisa bekerja dengan baik. 

Tertarik dengan kedua profesi tersebut? Kamu bisa kuliah kelas karyawan di Jakarta dengan Program Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College. Temukan informasi terkait pendaftaran dan juga detail program selama masa kuliah berlangsung dengan mengunjungi website IDS DC

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat