Kuliah kelas karyawan untuk berkarir di e-commerce terbesar di Indonesia

3 E-commerce Terbesar di Indonesia yang Dapatkan Suntikan Dana dari Singapura

Perusahaan startup kini makin menggeliat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tentunya, peluang kerja di bidang ini sangat tinggi. Apalagi untuk kamu yang mengenyam pendidikan jurusan Sistem Informasi. Saat ini, beberapa perusahaan startup di Indonesia memiliki pondasi kuat baik manajemen maupun finansial. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya investor luar negeri yang menanamkan modal. Startup di Indonesia yang mendapatkan nilai investasi tinggi dari pemerintah Singapura yaitu perusahaan e-commerce. Beberapa di antaranya merupakan e-commerce terbesar dan paling populer di tanah air. Siapa saja e-commerce terbesar di Indonesia yang mendapatkan suntikan dana investasi dari Singapura? 1. GoTo Perusahaan gabungan Gojek dan Tokopedia, GoTo merupakan salah e-commerce di Indonesia yang tidak lepas dari aliran dana investasi dari pemerintah Singapura. GoTo mendapatkan suntikan dana dari Temasek dengan nominal fantastis. Temasek bersama Google dikabarkan sepakat memberikan dana sebesar US$ 350 juta atau sekitar Rp 5,13 triliun untuk Tokopedia pada Oktober 2020 lalu. Temasek juga disebut sebagai salah satu pemegang saham Gojek dan beberapa kali memberikan modal kepada perusahaan ini. Selain GoTo, Temasek sendiri memberikan investasi kepada Grab, perusahaan rintisan asal Singapura yang memiliki gurita bisnis di Indonesia. 2. Bukalapak E-commerce berikutnya yang juga memiliki jejak investasi dari Singapura yaitu Bukalapak. Suntikan dana investasi untuk Bukalapak ini diberikan oleh GIC. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 5 Agustus lalu, GIC resmi membeli saham Bukalapak sebanyak 1.600.797.400 atau setara 1,553% modal disetor dan ditempatkan Bukalapak. GIC mengeluarkan total dana RP1,36 triliun untuk pembelian saham tersebut. Sebelumnya, pemerintah Singapura dan otoritas MAS juga telah memiliki saham bukalapak sebanyak, 9,447%. Bukalapak sendiri merupakan e-commerce yang disokong oleh Emtek Grup (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk). GIC tidak hanya memiliki saham di Bukalapak saja. Namun, GIC juga pemilik saham di PT Bank Jago Tbk, bank milik Gojek. 3. Shopee Nama Shopee tentu saja masuk dalam daftar e-commerce terbesar di Indonesia. Perusahaan ini cukup populer dengan penawaran menarik yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Pemegang saham terbanyak perusahaan ini yaitu Tencent. Namun, ada beberapa dana suntikan untuk investasi dari Singapura. Hal ini tidak lain karena Shopee lahir dan besar di Singapura. Perusahaan induk Shopee yaitu Sea Limited (Sea Group) tercatat sebagai pemegang saham di Bursa New York Stock Exchange (NYSE). Sea Group sendiri juga menyuntikkan dana untuk beberapa perusahaan di Indonesia, salah satunya Bank BKE. Banyaknya perusahaan rintisan atau startup yang semakin menggeliat di Indonesia, makin membuka peluang besar untuk kamu. Kesempatan makin terbuka lebar jika kerja sambil kuliah jurusan Sistem Informasi. Kamu bisa memilih berkarir sebagai programmer, system analyst, hingga software developer di perusahaan startup. Kesempatan kuliah kelas karyawan untuk berkarir di e-commerce juga terbuka lebar. Kamu bisa mengenyam pendidikan di IDS Digital College. Metode pembelajaran yang asyik dan menyenangkan. Kamu bisa mengunjungi website IDS DC untuk informasi selengkapnya.

Perusahaan startup kini makin menggeliat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tentunya, peluang kerja di bidang ini sangat tinggi. Apalagi untuk kamu yang mengenyam pendidikan jurusan Sistem Informasi. Saat ini, beberapa perusahaan startup di Indonesia memiliki pondasi kuat baik manajemen maupun finansial. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya investor luar negeri yang menanamkan modal.

Startup di Indonesia yang mendapatkan nilai investasi tinggi dari pemerintah Singapura yaitu perusahaan e-commerce. Beberapa di antaranya merupakan e-commerce terbesar dan paling populer di tanah air. Siapa saja e-commerce terbesar di Indonesia yang mendapatkan suntikan dana investasi dari Singapura?

1. GoTo

Perusahaan gabungan Gojek dan Tokopedia, GoTo merupakan salah e-commerce di Indonesia yang tidak lepas dari aliran dana investasi dari pemerintah Singapura. GoTo mendapatkan suntikan dana dari Temasek dengan nominal fantastis. 

Temasek bersama Google dikabarkan sepakat memberikan dana sebesar US$ 350 juta atau sekitar Rp 5,13 triliun untuk Tokopedia pada Oktober 2020 lalu. Temasek juga disebut sebagai salah satu pemegang saham Gojek dan beberapa kali memberikan modal kepada perusahaan ini. Selain GoTo, Temasek sendiri memberikan investasi kepada Grab, perusahaan rintisan asal Singapura yang memiliki gurita bisnis di Indonesia.

2. Bukalapak

E-commerce berikutnya yang juga memiliki jejak investasi dari Singapura yaitu Bukalapak. Suntikan dana investasi untuk Bukalapak ini diberikan oleh GIC. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 5 Agustus lalu, GIC resmi membeli saham Bukalapak sebanyak 1.600.797.400 atau setara 1,553% modal disetor dan ditempatkan Bukalapak. GIC mengeluarkan total dana RP1,36 triliun untuk pembelian saham tersebut. 

Sebelumnya, pemerintah Singapura dan otoritas MAS juga telah memiliki saham bukalapak sebanyak, 9,447%. Bukalapak sendiri merupakan e-commerce yang disokong oleh Emtek Grup (PT Elang Mahkota Teknologi Tbk). GIC tidak hanya memiliki saham di Bukalapak saja. Namun, GIC juga pemilik saham di PT Bank Jago Tbk, bank milik Gojek.

3. Shopee

Nama Shopee tentu saja masuk dalam daftar e-commerce terbesar di Indonesia. Perusahaan ini cukup populer dengan penawaran menarik yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Pemegang saham terbanyak perusahaan ini yaitu Tencent. Namun, ada beberapa dana suntikan untuk investasi dari Singapura.

Hal ini tidak lain karena Shopee lahir dan besar di Singapura. Perusahaan induk Shopee yaitu Sea Limited (Sea Group) tercatat sebagai pemegang saham di Bursa New York Stock Exchange (NYSE). Sea Group sendiri juga menyuntikkan dana untuk beberapa perusahaan di Indonesia, salah satunya Bank BKE.

Baca Juga: 4 Cara Kreatif Untuk Menambah Keterlibatan Pelanggan Untuk E-Commerce

Banyaknya perusahaan rintisan atau startup yang semakin menggeliat di Indonesia, makin membuka peluang besar untuk kamu. Kesempatan makin terbuka lebar jika kerja sambil kuliah jurusan Sistem Informasi. Kamu bisa memilih berkarir sebagai programmer, system analyst, hingga software developer di perusahaan startup. 

Kesempatan kuliah kelas karyawan untuk berkarir di e-commerce juga terbuka lebar. Kamu bisa mengenyam pendidikan di IDS Digital College. Metode pembelajaran yang asyik dan menyenangkan. Kamu bisa mengunjungi website IDS DC untuk informasi selengkapnya.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat