Programmer Wanita Kebanggaan Indonesia di Bidang Teknologi - IDS Digital College

Programmer Wanita Kebanggaan Indonesia di Bidang Teknologi

Barangkali ini hanya sekadar stereotype yang kurang jelas asal usulnya. Namun banyak orang berpikir bahwa programmer bukanlah pekerjaan yang umum untuk wanita. Terdapat segelintir orang merasa bidang teknologi adalah pekerjaan maskulin dan merupakan dunia yang dipenuhi laki-laki.

Sebaliknya, dalam wawancara bersama Femina, Atimas Nurahmad, Technical Account Manager Microsoft Indonesia mengatakan bahwa 30,6 persen lulusan universitas di dunia yang bergabung dengan Microsoft adalah wanita.

Terlepas dari stereotype tersebut, industri teknologi informasi atau IT merupakan industri yang adil. Banyak bidang kehidupan telah bergantung padanya. Melihat luasnya kesempatan yang ditawarkan oleh dunia IT, bukankah semua orang dapat terjun ke dalamnya tanpa ragu dengan stereotype gender?

Mungkin kamu perlu diyakinkan lagi dengan sosok wanita Indonesia yang mencintai bidang teknologi ini. Berikut adalah daftar programmer wanita kebanggan Indonesia:

Inggriani LiemDr. Ir. Inggriani Liem

Ingriani Liem akrab disapa sebagai ‘Bu Inge’ mengawali daftar ini sebagai bentuk penghormatan akan jasa dan pengabdiannya sebagai pendidik di bidang ilmu komputer dan pemrograman.

Beliau merupakan dosen purnabakti Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI – ITB) yang mengajar dari tahun 1979 hingga tahun 2018. Selain itu beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur Politeknik Informatika Institut Teknologi Del dari tahun 2009 – 2012.

Bu Inge masih mengabdikan dirinya dengan membina Tim Olimpiade Indonesia (TOKI) serta menjabat sebagai Ketua Bebras Indonesia NBO.

Jika ingin berkenalan atau berbincang dengan Bu Inge, beliau memiliki akun di platform sosial media Quora. Kamu bebas mengajukan pertanyaan seputar dunia IT kepada beliau.

Deche Pangestu

Deche Pangestu

Deche Pangestu bukan nama yang asing di dunia teknologi informasi Indonesia.

Deche mengawali minatnya pada dunia ini sejak di bangku SMA. Kemudian minat tersebut menjadi serius ketika ia memutuskan untuk menempuh jurusan Computer Science di Pasadena City College, Los Angeles, Amerika Serikat. Begitu lulus pada tahun 2004, Deche kembali ke Indonesia.

Nama Deche banyak muncul dalam pendirian beberapa startup, seperti Tiket.com, Cicipi, Urbanesia, Tasterous, dan Tororo.

Saat ini Deche Pangestu menjabat sebagai Chief Technical Officer di Tororo.com. Ia selaku owner di perusahaan tersebut, bersama dengan Ken Dean Lawadinata.

Alamanda Shantika

Alamanda Shantika

Alamanda Shantika dikenal publik ketika bergabung bersama Nadiem Makarim untuk membangun startup Gojek. Sebelum bergabung secara resmi pada tahun 2015, Alamanda Shantika bekerja sebagai konsultan freelance untuk Gojek.

Alamanda Shantika atau akrab disapa Ale ini sempat menjabat sebagai Vice President, People’s Journey People and Culture, di mana saat itu ia membawahi 130 teknisi dalam satu lingkungan.

Saat ini, Ale merupakan Founder dan Presiden Direktur Binar Academy. Binar Academy merupakan platform pendidikan non formal yang memberikan pelatihan gratis selama tiga bulan untuk mendukung perkembangan teknisi teknologi Indonesia di masa depan.

Keberanian dan ketulusan yang patut ditiru.

Amanda Surya

Amanda Surya

Amanda Surya membanggakan Indonesia dengan karirnya di Google sebagai Engineer asal Indonesia. Amanda saat ini menjabat sebagai Lead Technical Program Manager untuk Google Assistant.

Amanda Surya bekerja di Google melewati perekrutan khusus. Dengan keahliannya, ia ditawari langsung oleh Google dengan syarat ia mampu menciptakan sebuah program komputer selama dua hari. Ia berhasil dan akhirnya mengikuti wawancara khusus.

Meski memilih berkarir di luar negeri, Amanda Surya tetap menjadi programmer kebanggan Indonesia dengan menciptakan produk bermanfaat yang dapat dinikmati banyak orang di seluruh dunia.

Itu tadi adalah akhir dari daftar tokoh programmer wanita kesayangan Indonesia. Mereka hanyalah sebagian kecil dari banyaknya wanita yang bekerja dibalik teknologi. Mereka juga adalah bukti bahwa gender seharusnya tidak menghalangi kamu untuk memperluas pilihan kamu jika kamu ingin mulai berkecimpung di dunia teknologi informasi atau IT.

IDS akan mendukung kamu dengan menghadirkan berbagai kelas keahlian yang dapat menunjang cita-cita kamu tadi. Cek dan ikuti kelasnya sekarang untuk mulai belajar.

Posted in: News



    WhatsApp chat