Dapat Banyak Ulasan Produk Palsu, Amazon Memblokir Miliaran Barang Palsu - IDS Digital College

Dapat Banyak Ulasan Produk Palsu, Amazon Memblokir Miliaran Barang Palsu

Raksasa e-commerce, Amazon membuat pengumuman dalam "laporan perlindungan merek" pertamanya, sebagai bagian dari inisiatifnya untuk menyingkirkan daftar palsu oleh penjual pihak ketiga. Laporan itu mengatakan Amazon menyita sekitar dua juta produk palsu tahun lalu dan menghancurkannya untuk mencegahnya dijual kembali di tempat lain. Mereka juga telah memblokir lebih dari 10 miliar daftar barang palsu yang dicurigai di platformnya. Tak cuma itu, mereka juga memblokir 6 juta akun penjual yang mencurigakan. Oleh karena itu, para konsumen diminta untuk lebih berhati-hati saat membeli produk secara online. Mengingat perusahaan besar seperti Amazon saja masih memiliki produk bermerek palsu yang dijual bebas. Mulai dari pakaian, peralatan aksesoris, dan komputer palsu. Hal ini menunjukkan bahwa e-commerce sedang menghadapi perjuangan berat untuk melawan industri pemalsuan produk yang tersebar luas. Perusahaan itu mengatakan telah menginvestasikan sekitar 700 juta dolar AS untuk memerangi pemalsuan tersebut, termasuk dalam teknologi pembelajaran mesin, serta memblokir lebih dari 10 miliar daftar yang diduga buruk sebelum diterbitkan di toko-tokonya. "Kami telah membantu mitra penjualan kami menjaga pintu virtual mereka tetap terbuka, dan meskipun ada peningkatan upaya oleh pelaku, kami terus memastikan bahwa sebagian besar pelanggan berbelanja dengan percaya diri dari berbagai pilihan produk asli kami," ungkap Dharmesh Mehta, wakil presiden untuk kepercayaan pelanggan dan dukungan mitra Amazon. Seperti yang diketahui, banyak platform penjualan online yang masih menjual barang palsu. Amazon sendiri telah memulai kampanye melawan barang palsu sejak 2019 lalu. Di awal debutnya, kampanye ini tidak banyak menekan penjualan barang palsu di Amazon. Kemudian pada tahun 2020, perusahaan e-commerce ini mengembangkan Counterfeit Crimes Unit pada 2020. Perusahaan mengatakan kurang dari 0,01 persen produk yang dijual di platformnya menerima keluhan palsu yang mengarah ke penyelidikan. Angka tersebut mewakili 7.000 orang yang melaporkan barang tiruan ke Counterfeit Crimes Unit amazon. Langkah tersebut dilakukan oleh Amazon dalam menghadapi tekanan dari anggota parlemen AS dan lainnya untuk meningkatkan upaya untuk menindak daftar palsu produk bermerek. Beberapa langkah yang tertunda di Kongres akan membutuhkan platform e-commerce untuk berbuat lebih banyak untuk memverifikasi keaslian produk yang dijual. Amazon telah menghadapi tuntutan hukum di Eropa yang berusaha meminta pertanggungjawaban atas barang-barang palsu, sementara perusahaan tersebut telah bergabung dengan merek-merek dalam menggugat penjual yang dicurigai tiruan. Meskipun perlu biaya yang mahal untuk menghancurkan produk palsu tersebut, tapi Amazon mengatakan jika pihaknya tidak ingin produk palsu tersebut kembali ke pasaran. Berdasarkan statistik yang didapat dari Counterfeit Crimes Unit, Amazon mengklaim jika kampanye anti pemalsuannya berjalan baik. Namun mereka mengakui jika butuh upaya lebih keras lagi. Sebab hingga saat ini masih mudah menemukan barang yang diduga palsu di e-commerce ini. Usaha yang dilakukan Amazon ini merupakan sebuah upaya untuk menyediakan pengalaman digital yang aman bagi setiap individu dan organisasi di seluruh dunia dengan melindungi penggunanya yang rentan terkena kejahatan siber, memerangi malware, dan mengurangi risiko digital. Biar tidak menjadi salah satu korban kamu bisa belajar tentang cyber security Indonesia di IDS Digital College. Ada beberapa jurusan yang bisa kamu pilih, diantaranya adalah Jurusan Sistem Informasi dan Jurusan Teknik Informatika. Khususnya kamu bisa mengambil program Cyber Security, agar lebih fokus kepada Teknik Pengamanan dan Proteksi di dunia maya. Yuk gabung di International Design School!

Raksasa e-commerce, Amazon membuat pengumuman dalam “laporan perlindungan merek” pertamanya, sebagai bagian dari inisiatifnya untuk menyingkirkan daftar palsu oleh penjual pihak ketiga. Laporan itu mengatakan Amazon menyita sekitar dua juta produk palsu tahun lalu dan menghancurkannya untuk mencegahnya dijual kembali di tempat lain. Mereka juga telah memblokir lebih dari 10 miliar daftar barang palsu yang dicurigai di platformnya. Tak cuma itu, mereka juga memblokir 6 juta akun penjual yang mencurigakan.

Oleh karena itu, para konsumen diminta untuk lebih berhati-hati saat membeli produk secara online. Mengingat perusahaan besar seperti Amazon saja masih memiliki produk bermerek palsu yang dijual bebas. Mulai dari pakaian, peralatan aksesoris, dan komputer palsu. Hal ini menunjukkan bahwa e-commerce sedang menghadapi perjuangan berat untuk melawan industri pemalsuan produk yang tersebar luas.

Perusahaan itu mengatakan telah menginvestasikan sekitar 700 juta dolar AS untuk memerangi pemalsuan tersebut, termasuk dalam teknologi pembelajaran mesin, serta memblokir lebih dari 10 miliar daftar yang diduga buruk sebelum diterbitkan di toko-tokonya. “Kami telah membantu mitra penjualan kami menjaga pintu virtual mereka tetap terbuka, dan meskipun ada peningkatan upaya oleh pelaku, kami terus memastikan bahwa sebagian besar pelanggan berbelanja dengan percaya diri dari berbagai pilihan produk asli kami,” ungkap Dharmesh Mehta, wakil presiden untuk kepercayaan pelanggan dan dukungan mitra Amazon.

Seperti yang diketahui, banyak platform penjualan online yang masih menjual barang palsu. Amazon sendiri telah memulai kampanye melawan barang palsu sejak 2019 lalu. Di awal debutnya, kampanye ini tidak banyak menekan penjualan barang palsu di Amazon. Kemudian pada tahun 2020, perusahaan e-commerce ini mengembangkan Counterfeit Crimes Unit pada 2020.

Perusahaan mengatakan kurang dari 0,01 persen produk yang dijual di platformnya menerima keluhan palsu yang mengarah ke penyelidikan. Angka tersebut mewakili 7.000 orang yang melaporkan barang tiruan ke Counterfeit Crimes Unit amazon. Langkah tersebut dilakukan oleh Amazon dalam menghadapi tekanan dari anggota parlemen AS dan lainnya untuk meningkatkan upaya untuk menindak daftar palsu produk bermerek. Beberapa langkah yang tertunda di Kongres akan membutuhkan platform e-commerce untuk berbuat lebih banyak untuk memverifikasi keaslian produk yang dijual.

Amazon telah menghadapi tuntutan hukum di Eropa yang berusaha meminta pertanggungjawaban atas barang-barang palsu, sementara perusahaan tersebut telah bergabung dengan merek-merek dalam menggugat penjual yang dicurigai tiruan. Meskipun perlu biaya yang mahal untuk menghancurkan produk palsu tersebut, tapi Amazon mengatakan jika pihaknya tidak ingin produk palsu tersebut kembali ke pasaran. 

Baca Juga : 10 Perusahaan Teknologi Raksasa dengan Nilai Tertinggi, Ada yang Capai 1 Triliun Dollar!

Berdasarkan statistik yang didapat dari Counterfeit Crimes Unit, Amazon mengklaim jika kampanye anti pemalsuannya berjalan baik. Namun mereka mengakui jika butuh upaya lebih keras lagi. Sebab hingga saat ini masih mudah menemukan barang yang diduga palsu di e-commerce ini.

Usaha yang dilakukan Amazon ini merupakan sebuah upaya untuk menyediakan pengalaman digital yang aman bagi setiap individu dan organisasi di seluruh dunia dengan melindungi penggunanya yang rentan terkena kejahatan siber, memerangi malware, dan mengurangi risiko digital. Biar tidak menjadi salah satu korban kamu bisa belajar tentang cyber security Indonesia di IDS Digital College. Ada beberapa jurusan yang bisa kamu pilih, diantaranya adalah Jurusan Sistem Informasi dan Jurusan Teknik Informatika. Khususnya kamu bisa mengambil program Cyber Security, agar lebih fokus kepada Teknik Pengamanan dan Proteksi di dunia maya. Yuk gabung di International Design School!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat