eSport Kian Populer, Industri Game Indonesia di 2020 Diprediksi Terus Tumbuh - IDS Digital College

eSport Kian Populer, Industri Game Indonesia di 2020 Diprediksi Terus Tumbuh

Games saat ini tak lagi sekadar hiburan pelengkap, namun mulai beralih menjadi hiburan primer seiring dengan kemajuan di bidang teknologi informasi. Bukan omong kosong belaka, fakta ini merujuk kepada data yang dikeluarkan Newszoo yang menyebut jika sepanjang tahun 2018, industri gaming di Indonesia tumbuh hingga 40 persen.

Newszoo sendiri adalah penyedia data analitik industri game dan e-sports. Melalui Newszoo juga diketahui jika di tahun 2019 lalu, penetrasi games Indonesia berada di peringkat ke-17 dari 50 negara di seluruh dunia. Indonesia masih tertinggal dengan India yang berada di urutan ke-16 atau Taiwan di peringkat 15. Sementara di peringkat teratas masih diduduki oleh Cina sebagai konsumen game terbesar.

Hambatan serta Potensi Pasar Gaming Indonesia

Indonesia masih punya potensi besar untuk bisa naik peringkat. Karena sekalipun berada di peringkat ke-17, penetrasi games di Indonesia baru mencapai 30%. Hal ini juga diakui oleh Country Director Garena, Hans Kurniadi Saleh yang melihat industri gaming Indonesia punya potensi sangat besar untuk terus tumbuh. Total dari 266 juta penduduk di Indonesia saat ini, baru 82 juta yang sudah online.

Tantangan terbesar untuk penetrasi industri gaming di Indonesia berada di infrastruktur. Perlu diakui jika perkembangan infrastruktur untuk saat ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan 3-4 tahun ke belakang. Era internet 4G dan bahkan 5G serta ditambah perkembangan teknologi informasi banyak membantu penetrasi industri game di Indonesia.

Pergeseran tren penggunaan personal computer (PC) ke mobile (smartphone) memberikan peluang kepada industri game untuk menjangkau lebih luas. Namun koneksi internet yang tidak merata di banyak daerah tanah air menjadi tantangan tersendiri.

“Kita juga bisa menjangkau lebih luas. Karena ini makin meluas, makin masuk ke pelosok-pelosok mungkin masih ada kekurangan dari segi kestabilan. Dari kita memang butuhnya internet stabil. Karena dari permainan game sendiri, kita tidak membutuhkan internet yang super cepat tapi lebih ke yang stabil,” ujar Hans, dalam acara Selular Telco Outlook 2020, di Hotel Aston, Jakarta akhir tahun lalu.

Internet yang stabil menjadi kunci kenyamanan saat bermain game. Karena network latency bisa menyebabkan data yang diterima di sisi pengguna menjadi tidak akurat. Efek langsungnya, pengguna akan merasa tidak nyaman karena ada beberapa frame terlompati saat bermain game online, atau dengan skala yang lebih buruk, game akan freeze untuk beberapa saat akibat koneksi internet yang tidak stabil.

Popularitas eSport

Tahun 2018 jadi ajang promosi yang bagus bagi industri game online di Asia. Hal ini lantaran di tahun itu, eSport masuk menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games. Meskipun masih dalam skema eksibisi atau tanpa medali, namun hal ini sudah bisa dianggap kemajuan besar untuk mempopulerkan eSport yang nantinya bisa berujung positif kepada pertumbuhan industri game tanah air.

Di Indonesia sendiri sudah ada upaya untuk mulai mempopulerkan eSport lewat turnamen bergengsi. Disebut bergengsi karena trofinya memperebutkan Piala Presiden. Bahkan menurut rencana, Piala Presiden Esport (PPE) akan digelar di tahun 2020 jika memang tidak ada kendala dengan wabah virus corona saat ini.

PPE 2020 adalah turnamen eSport yang digelar atas kerja sama Kantor Staf Presiden, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Dalam PPE 2020 nantinya akan dipertandingkan tiga game, salah satunya game lokal. Masuknya game lokal ini sebagai komitmen pemerintah untuk mendukung ekonomi digital serta mendorong pertumbuhan developer game lokal.

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat