Google Keluarkan Kebijakan Baru untuk Aplikasi Menyesatkan di PlayStore - IDS Digital College

Google Keluarkan Kebijakan Baru untuk Aplikasi Menyesatkan di PlayStore

Selama pandemi, orang-orang mengandalkan perangkat teknologi dan internet untuk menjalankan kesehariannya. Hal ini sebenarnya tidak masalah, namun kita harus waspada terhadap kejahatan siber yang selalu mengintai. Tidak hanya cyber security Indonesia saja, ini juga berlaku bagi keamanan siber di seluruh dunia. Bahkan perusahaan seperti Google sekalipun mengeluarkan kebijakan baru untuk mengamankan penggunanya. Keamanan apa yang dimaksud? Simak informasinya, ya. Kebijakan Keamanan di PlayStore Google mengeluarkan kebijakan dan panduan baru untuk aplikasi yang dipasang di Play Store. Aturan baru ini bertujuan untuk menindak aplikasi yang menyesatkan pengguna, baik itu dengan nama atau ikon aplikasi. Google memang sering kesulitan dalam mengontrol kualitas aplikasi di Play Store. Tak heran, jika kamu banyak menemukan banyak aplikasi jahat berisikan malware. Aplikasi kloningan berkualitas rendah yang menyerupai aplikasi sungguhan juga sering dijumpai. Belum lagi aplikasi yang fungsi aslinya tidak sesuai dengan apa yang dipromosikan. Pembatasan Terhadap Pengembang Kebijakan baru yang dilontarkan Google bakal melarang sederet trik yang digunakan pengembang untuk membuat aplikasi mereka terlihat lebih menarik di Play Store. Pengembang sama sekali tidak diperbolehkan memakai judul dengan huruf kapital semua, kecuali memang nama brand, dan nama aplikasi tidak boleh menggunakan emoji. Judul aplikasi juga dibatasi menjadi 30 karakter dan pengembang tidak boleh 'memberi insentif untuk menginstal' aplikasi dengan memasukkan frasa seperti 'download sekarang'. Melakukan promosi dengan menampilkan banner 'Sale' di ikon aplikasi juga dilarang. Aplikasi yang Melanggar Akan ‘Ditendang’ oleh Google Dalam postingan blog Google, ini merupakan pengumuman awal yang dirancang untuk membantu pengembang merencanakan perubahan pada aplikasinya yang belum sesuai aturan. Jika nanti kebijakan ini diterapkan, Google mengatakan bahwa aplikasi yang melanggar bakal ditendang dari Play Store. Kebijakan semacam ini tentu saja bakal berpengaruh pada bagi cyber security Indonesia. Google mengatakan detail tentang perubahan ini akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan. Panduan Baru untuk Preview Aplikasi Tidak hanya menghadirkan kebijakan soal penggunaan judul dan frasa pada aplikasi, Google juga menerapkan panduan baru untuk preview aplikasi di Play Store yang akan diterapkan pada paruh kedua tahun ini. Panduan baru tersebut meminta pengembang aplikasi menggunakan grafis, video, dan deskripsi pendek yang menjelaskan aplikasi dan game secara akurat, menyediakan informasi yang cukup untuk pengguna, tidak menggunakan kata seperti 'gratis' atau 'terbaik' dan dilokalkan secara tepat. "Aset preview yang tidak mengikuti panduan kami mungkin tidak akan memenuhi syarat untuk promosi dan rekomendasi di platform Google Play utama seperti beranda Apps and Games," kata Google, seperti dikutip dari The Verge. Jika kebijakan ini segera diterapkan Google, tentu akan berpengaruh pada berkurangnya kejahatan siber. Dengan begitu, orang-orang juga semakin aware akan pentingnya cyber security Indonesia. Tertarik untuk belajar tentang keamanan siber? Kamu bisa ambil Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College. Cek website-nya untuk bergabung, ya!

Selama pandemi, orang-orang mengandalkan perangkat teknologi dan internet untuk menjalankan kesehariannya. Hal ini sebenarnya tidak masalah, namun kita harus waspada terhadap kejahatan siber yang selalu mengintai. Tidak hanya cyber security Indonesia saja, ini juga berlaku bagi keamanan siber di seluruh dunia. Bahkan perusahaan seperti Google sekalipun mengeluarkan kebijakan baru untuk mengamankan penggunanya. Keamanan apa yang dimaksud? Simak informasinya, ya.

Kebijakan Keamanan di PlayStore

Google mengeluarkan kebijakan dan panduan baru untuk aplikasi yang dipasang di Play Store. Aturan baru ini bertujuan untuk menindak aplikasi yang menyesatkan pengguna, baik itu dengan nama atau ikon aplikasi. Google memang sering kesulitan dalam mengontrol kualitas aplikasi di Play Store. Tak heran, jika kamu banyak menemukan banyak aplikasi jahat berisikan malware. Aplikasi kloningan berkualitas rendah yang menyerupai aplikasi sungguhan juga sering dijumpai. Belum lagi aplikasi yang fungsi aslinya tidak sesuai dengan apa yang dipromosikan.

Pembatasan Terhadap Pengembang

Kebijakan baru yang dilontarkan Google bakal melarang sederet trik yang digunakan pengembang untuk membuat aplikasi mereka terlihat lebih menarik di Play Store. Pengembang sama sekali tidak diperbolehkan memakai judul dengan huruf kapital semua, kecuali memang nama brand, dan nama aplikasi tidak boleh menggunakan emoji.

Baca Juga: Siap-Siap! Google Ciptakan 5 Fitur Baru untuk Android

Judul aplikasi juga dibatasi menjadi 30 karakter dan pengembang tidak boleh ‘memberi insentif untuk menginstal’ aplikasi dengan memasukkan frasa seperti ‘download sekarang’. Melakukan promosi dengan menampilkan banner ‘Sale’ di ikon aplikasi juga dilarang.

Aplikasi yang Melanggar Akan ‘Ditendang’ oleh Google

Dalam postingan blog Google, ini merupakan pengumuman awal yang dirancang untuk membantu pengembang merencanakan perubahan pada aplikasinya yang belum sesuai aturan. Jika nanti kebijakan ini diterapkan, Google mengatakan bahwa aplikasi yang melanggar bakal ditendang dari Play Store. Kebijakan semacam ini tentu saja bakal berpengaruh pada bagi cyber security Indonesia. Google mengatakan detail tentang perubahan ini akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan.

Panduan Baru untuk Preview Aplikasi

Tidak hanya menghadirkan kebijakan soal penggunaan judul dan frasa pada aplikasi, Google juga menerapkan panduan baru untuk preview aplikasi di Play Store yang akan diterapkan pada paruh kedua tahun ini. Panduan baru tersebut meminta pengembang aplikasi menggunakan grafis, video, dan deskripsi pendek yang menjelaskan aplikasi dan game secara akurat, menyediakan informasi yang cukup untuk pengguna, tidak menggunakan kata seperti ‘gratis’ atau ‘terbaik’ dan dilokalkan secara tepat.

“Aset preview yang tidak mengikuti panduan kami mungkin tidak akan memenuhi syarat untuk promosi dan rekomendasi di platform Google Play utama seperti beranda Apps and Games,” kata Google, seperti dikutip dari The Verge.

Jika kebijakan ini segera diterapkan Google, tentu akan berpengaruh pada berkurangnya kejahatan siber. Dengan begitu, orang-orang juga semakin aware akan pentingnya cyber security Indonesia. Tertarik untuk belajar tentang keamanan siber? Kamu bisa ambil Jurusan Teknik Informatika  di IDS Digital College. Cek website-nya untuk bergabung, ya!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat