Berkat Pandemi, Prospek Kerja Teknik Informatika Terbuka Lebar - IDS Digital College

Berkat Pandemi, Prospek Kerja Teknik Informatika Terbuka Lebar

Situasi pandemi bukan hanya menyebabkan kesehatan masyarakat kita memburuk, tetapi juga perekonomian Indonesia. Tapi tahukah kamu jika dibalik kabar buruk pandemi ini tersimpan peluang bisnis yang cukup menjanjikan untuk kamu yang tertarik dengan dunia teknologi informasi. Yup, prospek kerja Teknik Informatika sedang terbuka lebar untuk kamu yang sedang kuliah Jurusan Sistem Informasi dan Jurusan Teknik Informatika. Melirik potensi ini, PT Bank BNI (Persero) Tbk mendorong pelaksanaan boot camp digital lokal untuk menghadirkan talenta terbaik mereka supaya bisa mengikuti perkembangan kebutuhan teknologi informasi tanah air. Diharapkan melalui boot camp digital lokal ini akan lahir software engineer yang mandiri, baik dalam membangun perusahaan rintisan ataupun berkarir di perusahaan besar. Kepala Divisi Strategi dan Arsitektur IT Bank BNI, Ari Pratiwi mengungkapkan bahwa dirinya bekerjasama dengan universitas lokal untuk menghasilkan software engineer andal. Mengingat peluang bagi software engineer, masih terbuka lebar mengingat tingginya minat kebutuhan software engineer yang meningkat hingga 600.000 orang per tahun. "Kita punya digital talent bootcamp bekerja sama dengan local university. BNI corporate services ya, yang berhubungan dengan education. Kita akan melakukan beberapa bootcamp, salah satunya bekerja sama dengan Rumah Coding Cerdas untuk memenuhi kebutuhan talenta software engineer itu," ungkap Ari Pratiwi. Menurut Ari, Rumah Coding Cerdas (RCC) adalah wadah atau gerakan untuk membangun program pelatihan bagi siapapun yang berminat menekuni bidang pemrograman di Tanah Air. Pihak coordinator RCC, Rachmat Fajrin mengatakan dalam implementasi program berfokus pada pengembangan software engineer di Indonesia supaya bisa menjadi full stack javascript yang dibutuhkan berbagai industri. Para peserta boot camp ini mendapatkan fundamental hingga menjadi programmer mandiri. Pihak RCC memiliki visi besar untuk develop, serta meningkatkan networking atau relasi para peserta. "Kebutuhan programmer per tahun sampai 600.000 dan belum bisa dipenuhi sampai dengan saat ini. Melalui Rumah Coding Cerdas ini, kami mencoba berkolaborasi dengan instansi terkait untuk membuat Indonesia menjadi semakin maju melalui wadah-wadah bagi peminat pemrograman,” tambah Ari. Adanya RCC sekaligus menjadi sebuah jawaban akan terbatasnya akses untuk para software engineer lokal yang ada di seluruh tanah air. Kebanyakan software engineer lokal siap bergabung dengan perusahaan besar, padahal peluang untuk berkembang ada di tempat lain, salah satunya dengan menjadi software engineer mandiri yang nantinya difasilitasi untuk kemudian dihubungkan dengan klien potensial. Para software engineer lokal harus mampu meng-update diri dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri, mengingat karya mereka sangat laku di mata klien. Nah, jika kamu adalah salah satu orang yang tertarik berkarir sebagai software engineer, maka memilih kuliah Jurusan Sistem Informasi atau Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College adalah keputusan yang tepat. Dengan pendekatan Real World Project, kamu disiapkan untuk menghadapi tantangan karir, bisnis dan pertumbuhan teknologi yang begitu cepat di industr

Situasi pandemi bukan hanya menyebabkan kesehatan masyarakat kita memburuk, tetapi juga perekonomian Indonesia. Tapi tahukah kamu jika dibalik kabar buruk pandemi ini tersimpan peluang bisnis yang cukup menjanjikan untuk kamu yang tertarik dengan dunia teknologi informasi. Yup, prospek kerja Teknik Informatika sedang terbuka lebar untuk kamu yang sedang kuliah Jurusan Sistem Informasi dan Jurusan Teknik Informatika.

Melirik potensi ini, PT Bank BNI (Persero) Tbk mendorong pelaksanaan boot camp digital lokal untuk menghadirkan talenta terbaik mereka supaya bisa mengikuti perkembangan kebutuhan teknologi informasi tanah air.  Diharapkan melalui boot camp digital lokal ini akan lahir software engineer yang mandiri, baik dalam membangun perusahaan rintisan ataupun berkarir di perusahaan besar. 

Kepala Divisi Strategi dan Arsitektur IT Bank BNI, Ari Pratiwi mengungkapkan bahwa dirinya bekerjasama dengan universitas lokal untuk menghasilkan software engineer andal. Mengingat peluang bagi software engineer, masih terbuka lebar mengingat tingginya minat kebutuhan software engineer yang meningkat hingga 600.000 orang per tahun.

“Kita punya digital talent bootcamp bekerja sama dengan local university. BNI corporate services ya, yang berhubungan dengan education. Kita akan melakukan beberapa bootcamp, salah satunya bekerja sama dengan Rumah Coding Cerdas untuk memenuhi kebutuhan talenta software engineer itu,” ungkap Ari Pratiwi.

Baca Juga: Transformasi di Dunia TI dan Tantangan yang Dihadapi Cyber Security Indonesia

Menurut Ari, Rumah Coding Cerdas (RCC) adalah wadah atau gerakan untuk membangun program pelatihan bagi siapapun yang berminat menekuni bidang pemrograman di Tanah Air. Pihak coordinator RCC, Rachmat Fajrin mengatakan dalam implementasi program berfokus pada pengembangan software engineer di Indonesia supaya bisa menjadi full stack javascript yang dibutuhkan berbagai industri. 

Para peserta boot camp ini mendapatkan fundamental hingga menjadi programmer mandiri. Pihak RCC memiliki visi besar untuk develop, serta meningkatkan networking atau relasi para peserta. 

“Kebutuhan programmer per tahun sampai 600.000 dan belum bisa dipenuhi sampai dengan saat ini. Melalui Rumah Coding Cerdas ini, kami mencoba berkolaborasi dengan instansi terkait untuk membuat Indonesia menjadi semakin maju melalui wadah-wadah bagi peminat pemrograman,” tambah Ari. 

Adanya RCC sekaligus menjadi sebuah jawaban akan terbatasnya akses untuk para software engineer lokal yang ada di seluruh tanah air. Kebanyakan software engineer lokal siap bergabung dengan perusahaan besar, padahal peluang untuk berkembang ada di tempat lain, salah satunya dengan menjadi software engineer mandiri yang nantinya difasilitasi untuk kemudian dihubungkan dengan klien potensial. 

Para software engineer lokal harus mampu meng-update diri dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri, mengingat karya mereka sangat laku di mata klien. 

Nah, jika kamu adalah salah satu orang yang tertarik berkarir sebagai software engineer, maka memilih kuliah Jurusan Sistem Informasi atau Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College adalah keputusan yang tepat. Dengan pendekatan Real World Project, kamu disiapkan untuk menghadapi tantangan karir, bisnis dan pertumbuhan teknologi yang begitu cepat di industri 4.0 kali ini. Kunjungi website IDS Digital College untuk informasi pendaftaran!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat