Hikmah Dibalik Fenomena Hacker Bjorka - IDS Digital College

Keamanan Data Pribadi di Internet: Hikmah Dibalik Fenomena Hacker Bjorka

Beberapa waktu lalu, Indonesia dihebohkan dengan kemunculan seorang hacker yang menyebut dirinya sebagai Bjorka. Ia menyebarkan data pribadi warga Indonesia, termasuk sejumlah pejabat tingginya.

Data pribadi yang disebarkan hacker Bjorka ini meliputi nomor telepon, nama, jenis kelamin, NIK, nomor Kartu Keluarga, alamat, tempat tanggal lahir, pekerjaan, pendidikan terakhir, golongan darah.

Data berisikan informasi pribadi tersebut diduga oleh Alfons Tanujaya, seorang pakar keamanan siber, berasal dari aplikasi Peduli Lindungi, karena menurutnya bermodal nama lengkap dan NIK, sebelumnya data Peduli Lindungi ini sudah bisa diakses.

Menurut Alfons, dara curian tersebut merupakan data lama, kemungkinan dari tahun 2021. Asumsi tersebut datang karena kini data Peduli Lindungi sudah mulai diproteksi dengan keharusan menjadi member dan menggunakan email atau kredensial.

Namun, menurut Alfons, setidaknya ada sisi positif dari bocornya data pejabat yang dipublikasikan oleh Bjorka. Dengan ini, pemerintah diharapkan akan sadar untuk mulai memproteksi data yang selama ini menurut Alfons seenaknya saja diumbar.

“Seharusnya hal ini dilakukan dari awal-awal standar sekuriti. Tetapi mungkin yang dianggap penting implementasi apps dan kebijakan dulu baru sekuriti,” ujar pakar keamanan siber dari Vaksincom tersebut.

Hacker

Indonesia Darurat Keamanan Siber

Indonesia sendiri memang darurat keamanan siber. Kominfo sendiri mengakui bahwa keamanan data siber di Indonesia masih lemah dan perlu untuk ditingkatkan.

Kasus hacker Bjorka yang mengambil data dari aplikasi Peduli Lindungi adalah salah satu contoh kasus di antara banyaknya kasus pencurian data siber yang terjadi di Indonesia.

Indonesia bahkan menempati peringkat ke-2 Dunia dalam kasus kejahatan siber setelah Ukraina. Sama sekali bukan kasus membanggakan dan malah perlu untuk dibenahi bersama.

Dilansir dari kominfo.go.id, Hammam Riza, selaku Deputi Kepala Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (TIEM BPPT) menyatakan pemerintah harus segera menerapkan pengamanan tingkat tinggi dalam keamanan siber.

Kemenkopolhukam pun juga terus memantapkan pembentukan Badan Cyber Nasional (BCN). BCN ini diharapkan dapat melakukan perlindungan terhadap serangan siber di Indonesia.

Pentingnya Keamanan Siber

Kasus pencurian data di Indonesia sudah marak terjadi dan telah memakan banyak korban. Banyak kerugian yang dapat disebabkan oleh pencurian data ini, salah satunya adalah kerugian materi. Karena itulah berikut ini merupakan alasan pentingnya keamanan siber terhadap data pribadi di internet.

Mencegah potensi kerugian materi

Data pribadi yang dicuri dapat menyebabkan kamu mengalami kerugian materi. Ada beberapa cara yang dapat dijalankan peretas untuk menguras uang kamu.

Pertama, mereka dapat mengakses nomor kartu kredit atau kartu debit dari handphone atau internet banking sehingga dapat menguras uang kamu tanpa kamu sadari.

Data pribadi kamu juga dapat membuka kesempatan bagi mereka untuk menjalankan modus penipuan dengan menghubungi kamu secara langsung. Meski cara ini dapat kamu cegah, namun kamu tidak akan nyaman jika terus-terusan mendapatkan email, sms, atau telepon penipuan.

Hacker Bjorka

Mengurangi risiko penyalahgunaan data atau informasi

Modus penipuan yang beberapa waktu lalu marak terjadi, adalah penggunaan data orang lain untuk mendapatkan pinjaman online.

Seseorang akan menggunakan data, misalnya dari foto KTP, miliki orang lain untuk mendapatkan pinjaman online. Namun nantinya pemilik KTP lah yang harus menanggung hutang tersebut.

Itu hanyalah salah satu contoh penyalahgunaan data atau informasi yang juga mendatangkan kerugian materi.

Keamanan siber akan menghindarkan kamu dari kerugian dari penyalahgunaan data dan informasi pribadi tersebut.

Memperkecil peluang tindakan kriminal

Mencegah lebih baik daripada memperbaiki. Melindungi data pribadi dengan menyadari keamanan siber adalah untuk memperkecil tindakan kriminal, apapun jenisnya. Bagaimanapun kita semua memiliki hak kendali atas data dan informasi pribadi kita, termasuk hak asasi akan privasi.

Data dan informasi pribadi merupakan aset dan komoditas bernilai tinggi di era digital ini, sehingga perlu untuk menyadari akan pentingnya keamanan siber dan perlindungan data dan informasi milik diri sendiri.

 

Posted in: News



    WhatsApp chat