Investor ‘Lelah’ dengan Data Breach yang Semakin Marak Setiap Tahunnya - IDS Digital College

Investor ‘Lelah’ dengan Data Breach yang Semakin Marak Setiap Tahunnya

Selama dekade terakhir ini, desakan untuk menggunakan dan memanfaatkan data guna meningkatkan operasi bisnis, manajemen, dan customer relationship semakin meningkat. Namun sayangnya tidak diikuti dengan peningkatan cybersecurity guna memproteksi dan melindungi data-data ini. 

 

Berdasarkan laporan terakhir dari IBM’s Cost of a Data Breach report, perusahaan rata-rata bisa mendapatkan tagihan rata-rata sebesar $3,86 juta untuk kasus kerugian akibat pembobolan data. Dalam kasus paling besar yang melibatkan consumer record, bisa membutuhkan hingga $392 juta dolar untuk memperbaiki pelanggaran atau resiko berbahaya yang didapat dari keamanan data yang dibobol (data breach). 

 

Beberapa perusahaan biasanya akan menyembunyikan fakta jika diberitahu terdapat data breach yang disebabkan oleh open buckets, intrusion, insider operation atau kehilangan informasi yang tidak disengaja atau secara paksa. Karena kabar mengenai adanya data breach pada perusahaan bisa memberikan dampak bagi kestabilan saham dan investor. 

 

“Jika ada kebocoran kabar tentang data breach, terutama tentang informasi yang mampu merusak perusahan bisa dipastikan akan menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Karena terbukti perusahaan tidak bisa melindungi data pelanggan yang penting, maka itu akan mengundang tuntutan dari pelanggan,” ujar seorang peneliti yang dilansir dari zdnet. 

 

“Perusahaan biasanya membayar jutaan dolar untuk mengganti pelanggan atas kerusakan yang terjadi,” lanjutnya. 

 

Dari data yang diterima, harga saham perusahaan yang terkena data breach mengalami penurunan rata-rata sebanyak 3,5% dalam 14 hari setelah pengungkapan dan bisa mencapai titik terendah setelah 110 hari. Analisis sebelumnya pada tahun 2019 menunjukan harga saham turun 7,29% hal ini memberikan kesimpulan jika para investor sudah “lelah” dengan kebocoran data seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dipastikan terjadi karena semakin banyaknya cyber crime yang terjadi. 

 

Karena itulah muncul anggapan jika para investor telah “lelah” dan tidak terlalu mengambil pusing dengan penarikan saham saat data breach terjadi. Karena kebocoran data, hacking, dan cyber crime lainnya dianggap sudah lumrah dalam sistem industri bisnis yang sudah mendigitalisasi ini. 

 

Untuk bisa menghindari dan menghadapi cyber crime seperti data breach, cyber security adalah sebuah keharusan yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan. Tak heran jika kebutuhan akan cyber security meningkat di masa datang. 

Kamu tertarik untuk menggeluti bidang ini? Yuk, kuliah jurusan Sistem Informasi atau Teknik Informatika di IDS Digital College! 

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat