Jadi Primadona Saat Pandemi Covid-19, Ini Ancaman Cyber Dibalik Aplikasi Zoom - IDS Digital College

Jadi Primadona Saat Pandemi Covid-19, Ini Ancaman Cyber Dibalik Aplikasi Zoom

Wabah virus Corona dari Kota Wuhan cukup membuat gempar warga seluruh dunia sejak awal tahun 2020. Hampir semua aktivitas terkendala akibat penyebaran virus yang makin menjadi. Di Indonesia sendiri, social distancing dijadikan cara untuk mengurangi peningkatan penyebaran. Semua aktivitas pendidikan dihentikan, sementara sebagian karyawan bekerja dari rumah atau work from home. Akibat dari penerapan social distancing, aplikasi video conference melejit dan dilirik. Salah satunya Zoom yang digunakan untuk virtual meeting, belajar online, hingga bercakap bersama rekan atau keluarga.

Selama masa pandemi virus corona, aplikasi zoom mengalami lonjakan pengguna mencapai 1900 persen dari Desember hingga Maret. Setiap harinya, tercatat 200 juta pengguna yang memakai aplikasi ini. Sayangnya, lonjakan tersebut disertai dengan desas desus masalah keamanan dari privasi. Selengkapnya ada di uraian berikut ini.

Data Pengguna Bocor ke Facebook

Berdasarkan laporan Motherboard, alih-alih membantu aktivitas, Zoom tertangkap basah mengirim data ke Facebook tanpa sepengetahuan pengguna iOS. Data tersebut bervariasi, seperti waktu membuka aplikasi zoom, model ponsel, lokasi pengguna, operator yang dipakai, hingga ID khusus yang dapat digunakan pengiklan atau pihak ketiga dalam mengirimkan iklan yang sudah dipersonalisasi. Mengejutkannya lagi, data tersebut tetap dikirim meski pengguna tak memiliki akun Facebook. Pihak Facebook sendiri selalu meminta pembuat aplikasi untuk memberitahu pengguna mengenai berbagi data dengan perusahaan.

Data wajah yang terekam saat pengguna menggunakan Zoom, bisa digunakan untuk menargetkan iklan tertentu. Data wajah itu dapat digunakan untuk ‘memberi makan’ machine learning algoritma pengenalan wajah. “Hal ini mungkin tidak diinginkan ketika orang melakukan panggilan video untuk menghubungi terapis, mengadakan rapat bisnis, atau melakukan wawancara kerja menggunakan Zoom,”Berdasarkan Majalah Consumer Report seperti dikutip Forbes. 

Daftar Negara yang Larang Pemakaian Zoom

Keamanan aplikasi Zoom yang masih dipertanyakan membuat beberapa negara melarang warganya menggunakan platform ini. Beberapa negara yang memberlakukan pelarangan tersebut antara lain:

1. Amerika Serikat
Senator AS telah disarankan untuk tidak menggunakan aplikasi Zoom sebagai alternatif untuk pekerjaan jarak jauh. Adanya masalah keamanan itu juga memicu kemarahan di antara beberapa senator. Senat Demokrat pun meminta Richard Blumenthal meminta Komisi Perdagangan Federal (FTC) untuk menyelidiki perusahaan itu.

2. Taiwan
Negara berikutnya yang juga menolak warganya menggunakan aplikasi Zoom adalah Taiwan. Pemerintah memberlakukan larangan tersebut juga faktor keamanan data. Dilansir dari Bloomberg, Zoom disebut mengalihkan datanya melalui server China dan menggunakan pengembang di sana. Setiap data resmi yang disalurkan melalui China menimbulkan resiko besar bagi Taiwan. Pasalnya, kedua negara ini tengah berseteru mengenai status Taiwan. 

3. Jerman
Lewat kementerian luar negeri, Jerman juga telah membatasi penggunaan layanan konferensi video Zoom terkait masalah keamanan. Dilansir dari Reuters, percakapan rahasia juga tak boleh dilakukan di Zoom karena tidak dienkripsi secara komprehensif. Hal tersebut yang membuat Jerman memberlakukan pembatasan tersebut.

4. Singapura
Singapura menghentikan penggunaan Zoom untuk para pengajar. Hal ini terjadi lantaran insiden serius yang melibatkan gambar tak senonoh di layar dan muncul seorang pria aneh mengeluarkan kata tak pantas selama streaming pelajaran geografi.

Desas-desus keamanan data pengguna yang bocor cukup mengkhawatirkan. Apalagi bagi pengguna iOS. Selain aplikasi Zoom, Ring for Android juga disebutkan mengirimkan sejumlah data serupa ke perusahaan analitik pada Februari 2020. Hal tersebut disampaikan oleh kelompok aktivis Electronic Frontier Foundation (AFF).

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat