Jurusan Sistem Informasi Harus Tahu Beda MySQL dan SQL Server - IDS Digital College

Jurusan Sistem Informasi Harus Tahu Beda MySQL dan SQL Server

Kehadiran aplikasi dan database web modern memiliki peran penting di tengah pegembangan web yang kian dinamis. Aktivitas menyimpan, mengambil kembali, dan memodifikasi data tidak hanya kamu temui saat kuliah di jurusan Sistem Informasi saja, melainkan di dunia kerja dan sehari-hari. Maka itu, kesadaran akan cyber security Indonesia harus ditingkatkan. Kebutuhan database yang menanjak membuat popularitas RDBMS (Relational Database Management Systems) ikut melonjak, seperti MySQL dan SQL. Namun, apakah kamu tau perbedaan keduanya? Agar lebih jelas, simak penjelasan di bawah, ya. Pengertian MySQL dan SQL Server Pada dasarnya, fungsi MySQL dan SQL sama-sama menganut SQL (Structured Query Language) namun memiliki cara penggunaan dan tujuan berbeda. MySQL termasuk salah satu database pertama yang bersifat open-source yang masih bertahan hingga kini. Databasenya tetap sama yaitu berdasarkan syntax dan fungsi dasar. Banyak startup yang menggunakannya dan ini menjadikan karakteristik dari MySQL karena sifatnya yang open-source dan gratis. Umumnya, MySQL digunakan secara bersama-sama dengan PHP dan Apache, Web Server, di atasnya distribusi Linux. Sementara SQL adalah database yang sudah ada lebih dulu daripada MySQL. Memiliki nama lain yakni Microsoft SQL Server, sistem ini dikembangkan oleh Microsoft pada tahun 80-an dan menjadi RDBMS yang andal dan scalable. Kualitas itulah yang membuat SQL tetap bertahan hingga menjadikannya platform untuk software enterprise berskala besar. Perbedaan MySQL dan SQL Setelah mengetahui pengertian dari MySQL dan SQL, kini beralih ke perbedaan antara keduanya. Kamu dapat melihatnya dari segi: Environment SQL Server dijalankan bersama-sama dengan NET sedangkan MySQL bisa dipasangkan dengan bahasa pemrograman lain, misalnya seperti PHP. Awalnya, server SQL hanya bisa dioperasikan di Windows. Kini, pihak Microsoft mengumumkan bahwa SQL Server juga dapat digunakan di Linux. Syntax Kamu yang berprofesi sebagai Software Engineer atau tengah belajar di jurusan Sistem Informasi pasti menyadari bahwa syntax merupakan perbedaan paling mencolok di antara MySQL dan SQL. Meski sama-sama berbasis SQL, perbedaan syntax dapat mempengaruhimu dalam mengambil keputusan apakah MySQL atau SQL yang cocok dengan server yang digunakan. SQL lebih dari sekedar RDBMS Microsoft menambahkan tool tambahan untuk SQL Server yang digabungkan dengan RDBMS, termasuk tool analisis data. SQL Server juga memiliki reporting server - SQL Server Reporting Services, dan tool ETL. Keistimewaannya membuat SQL Server jadi salah satu RDBMS yang mumpuni. Meski MySQL memiliki keistimewaan yang sama, tapi kamu harus menyertakan pihak ketiga dan ini dinilai tidak praktis. Mesin Penyimpanan SQL Server menggunakan single storage engine yang dikembangkan oleh Microsoft. Sementara, developer MySQL lebih leluasa karena menggunakan engine yang berbeda untuk berbagai tabel berdasarkan kecepatan, keandalan, dan lainnya. Mesin penyimpanan MySQL yang paling populer adalah InnoDB serta MyISAM. Keamanan Sekilas, keduanya terlihat mirip karena sama-sama EC2 compliant. Pengaruh dari Microsoft juga telah melengkapi SQL Server dengan fitur keamanan canggih. Tool keamanan - Microsoft Baseline Security Analyzer juga menjamin keamanan pada SQL Server. Keduanya bukan menjadi masalah bagi kamu yang aware dengan cyber security Indonesia. Keberadaan RDBMS sangat penting, terutama bagi pengguna baru yang ingin mengembangkan aplikasi modern. Jika mengembangkan aplikasi kecil atau medium dan menjalankan PHP, maka gunakan MySQL. Sementara untuk aplikasi enterprise berskala besar, SQL jadi pilihan tepat. Kamu yang tertarik untuk mempelajarinya bisa kuliah jurusan Sistem Informasi di IDS Digital College. Apalagi, kamu juga bisa belajar tentang cyber security Indonesia, di jurusan Cyber Security IDS Digital College. Kunjungi website-nya untuk informasi detailnya, ya!

Kehadiran aplikasi dan database web modern memiliki peran penting di tengah pegembangan web yang kian dinamis. Aktivitas menyimpan, mengambil kembali, dan memodifikasi data tidak hanya kamu temui saat kuliah di jurusan Sistem Informasi saja, melainkan di dunia kerja dan sehari-hari. Maka itu, kesadaran akan cyber security Indonesia harus ditingkatkan. Kebutuhan database yang menanjak membuat popularitas RDBMS (Relational Database Management Systems) ikut melonjak, seperti MySQL dan SQL. Namun, apakah kamu tau perbedaan keduanya? Agar lebih jelas, simak penjelasan di bawah, ya. 

Pengertian MySQL dan SQL Server

Pada dasarnya, fungsi MySQL dan SQL sama-sama menganut SQL (Structured Query Language) namun memiliki cara penggunaan dan tujuan berbeda. MySQL termasuk salah satu database pertama yang bersifat open-source yang masih bertahan hingga kini. Databasenya tetap sama yaitu berdasarkan syntax dan fungsi dasar. Banyak startup yang menggunakannya dan ini menjadikan karakteristik dari MySQL karena sifatnya yang open-source dan gratis. Umumnya, MySQL digunakan secara bersama-sama dengan PHP dan Apache, Web Server, di atasnya distribusi Linux. 

Sementara SQL adalah database yang sudah ada lebih dulu daripada MySQL. Memiliki nama lain yakni Microsoft SQL Server, sistem ini dikembangkan oleh Microsoft pada tahun 80-an dan menjadi RDBMS yang andal dan scalable. Kualitas itulah yang membuat SQL tetap bertahan hingga menjadikannya platform untuk software enterprise berskala besar. 

Perbedaan MySQL dan SQL

Setelah mengetahui pengertian dari MySQL dan SQL, kini beralih ke perbedaan antara keduanya. Kamu dapat melihatnya dari segi:

  • Environment

SQL Server dijalankan bersama-sama dengan NET sedangkan MySQL bisa dipasangkan dengan bahasa pemrograman lain, misalnya seperti PHP. Awalnya, server SQL hanya bisa dioperasikan di Windows. Kini, pihak Microsoft mengumumkan bahwa SQL Server juga dapat digunakan di Linux.

  • Syntax

Kamu yang berprofesi sebagai Software Engineer atau tengah belajar di jurusan Sistem Informasi pasti menyadari bahwa syntax merupakan perbedaan paling mencolok di antara MySQL dan SQL. Meski sama-sama berbasis SQL, perbedaan syntax dapat mempengaruhimu dalam mengambil keputusan apakah MySQL atau SQL yang cocok dengan server yang digunakan.  

  • SQL lebih dari sekedar RDBMS

Microsoft menambahkan tool tambahan untuk SQL Server yang digabungkan dengan RDBMS, termasuk tool analisis data. SQL Server juga memiliki reporting server – SQL Server Reporting Services, dan tool ETL. Keistimewaannya membuat SQL Server jadi salah satu RDBMS yang mumpuni. Meski MySQL memiliki keistimewaan yang sama, tapi kamu harus menyertakan pihak ketiga dan ini dinilai tidak praktis. 

  • Mesin Penyimpanan

SQL Server menggunakan single storage engine yang dikembangkan oleh Microsoft. Sementara, developer MySQL lebih leluasa karena menggunakan engine yang berbeda untuk berbagai tabel berdasarkan kecepatan, keandalan, dan lainnya. Mesin penyimpanan MySQL yang paling populer adalah InnoDB serta MyISAM. 

Baca Juga: 7 Emulator Game Boy Terbaik, Sudah Coba yang Mana?

  • Keamanan

Sekilas, keduanya terlihat mirip karena sama-sama EC2 compliant. Pengaruh dari Microsoft juga telah melengkapi SQL Server dengan fitur keamanan canggih. Tool keamanan – Microsoft Baseline Security Analyzer juga menjamin keamanan pada SQL Server. Keduanya bukan menjadi masalah bagi kamu yang aware dengan cyber security Indonesia. 

Keberadaan RDBMS sangat penting, terutama bagi pengguna baru yang ingin mengembangkan aplikasi modern. Jika mengembangkan aplikasi kecil atau medium dan menjalankan PHP, maka gunakan MySQL. Sementara untuk aplikasi enterprise berskala besar, SQL jadi pilihan tepat. 

Kamu yang tertarik untuk mempelajarinya bisa kuliah jurusan Sistem Informasi di IDS Digital College. Apalagi, kamu juga bisa belajar tentang cyber security Indonesia, di jurusan Cyber Security IDS Digital College. Kunjungi website-nya untuk informasi detailnya, ya!

Posted in: News



    error

    Enjoy this blog? Please spread the word :)

    WhatsApp chat