Kelalaian Manusia yang Berpotensi Menjadi Serangan Cyber - IDS Digital College

Kelalaian Manusia yang Berpotensi Menjadi Serangan Cyber

Dalam komputer dan jaringan komputer, serangan adalah segala upaya untuk mengekspos, mengubah, menonaktifkan, menghancurkan, mencuri, atau mendapatkan akses tidak sah atau membuat penggunaan aset secara tidak sah. 

Serangan dunia maya adalah segala jenis manuver ofensif yang menargetkan sistem informasi komputer, infrastruktur, jaringan komputer, atau perangkat komputer pribadi. 

Penyerang adalah orang atau proses yang mencoba mengakses data, fungsi, atau area terbatas lainnya dari sistem tanpa izin, berpotensi dengan maksud jahat. Bergantung pada konteksnya, serangan siber dapat menjadi bagian dari perang siber atau terorisme siber . 

Serangan dunia maya dapat dilakukan oleh negara berdaulat , individu, kelompok, masyarakat atau organisasi, dan mungkin berasal dari sumber anonim. Produk yang memfasilitasi serangan cyber terkadang disebut senjata cyber. 

Serangan dunia maya dapat mencuri, mengubah, atau menghancurkan target tertentu dengan meretas sistem yang rentan. Serangan dunia maya dapat berkisar dari memasang spyware di komputer pribadi hingga mencoba menghancurkan infrastruktur seluruh negara. 

Serangan cyber makin kencang belakangan ini. Data dari sejumlah lembaga memperlihatkan, aktivitas serangan meningkat. Beberapa kalangan mengingatkan bahwa serangan cyber juga mulai beralih dari mendapatkan keuntungan ekonomi ke kepentingan politik. Karena itu, pengamanan akses dan data perlu ditingkatkan.

Pakar hukum berusaha membatasi penggunaan istilah tersebut pada insiden yang menyebabkan kerusakan fisik, membedakannya dari pelanggaran data yang lebih rutin dan aktivitas peretasan yang lebih luas. Serangan dunia maya menjadi semakin canggih dan berbahaya.

Kelalaian manusia sangat berpotensi terhadap serangan cyber, ketika manusia memasukan data diri pada sosial media seperti alamat email, nomor telepon, kata sandi itu dapat dicuri dan disalahgunakan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab. 

Kelalaian manusia juga terjadi saat mendapatkan email dari orang. Karena email phishing juga menjadi salah satu serangan cyber yang banyak terjadi di Indonesia.

Dalam melakukan serangan ini, hacker akan menggunakan email untuk mengirim email palsu yang berisi link berbahaya. Hacker akan menulis pesan semirip mungkin dengan email sah agar korban percaya dan mengikuti perintah yang sudah dituliskan di dalam email. 

Kasus ini pernah terjadi pada pelanggan salah satu e-commerce ternama di Indonesia. Korban mengaku kehilangan saldo belanja sekitar 9 juta rupiah setelah melakukan pengisian data pribadi melalui link palsu yang dikirim ke emailnya.

Penjahat siber seringkali menggunakan karyawan sebagai pintu masuk ke dalam infrastruktur perusahaan. Email phishing, kata sandi yang lemah, panggilan palsu dari layanan teknis.

Karyawan yang tidak paham atau ceroboh menempati posisi kedua setelah perangkat lunak berbahaya dalam insiden keamanan siber.

Meskipun piranti lunak berbahaya terus berkembang dan semakin canggih, kata Jacoby, fakta menunjukkan faktor manusia yang menimbulkan bahaya lebih besar.

Sementara peretas yang berpengalaman kemungkinan selalu menggunakan perangkat lunak berbahaya buatan sendiri dan teknik tingkat tinggi untuk merencanakan serangan, kemungkinan besar mereka akan mulai dengan memanfaatkan titik masuk termudah, yakni kelemahan manusia.

Jika anda memiliki username, password, atau pun PIN yang sama atau mirip di beberapa akun, maka itu harus diganti karena itu menjadi sasaran serangan cyber. 

Jadi setelah sejumlah kebocoran data pribadi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini, jumlah detail pribadi yang tersedia telah memudahkan para pelaku kejahatan siber untuk melakukan serangan. Maka dari itu anda harus sebisa mungkin untuk menjaga data diri anda.

Posted in: News


WhatsApp chat