Kesalahan Umum Startup Gampang Miskomunikasi- IDS Digital College

Kenali 5 Kesalahan Umum Startup Gampang Miskomunikasi

Kenali 5 Kesalahan Umum Startup Gampang Miskomunikasi


Ketika dalam sebuah tim, memang sering adanya terjadi miskomunikasi. Hal ini tentunya akan mengganggu kinerja tim. Belum lagi jika seorang CEO atau Pemilik perusahaan yang melakukan wawancara pada pihak luar, tapi Ia mengungkapkan apa yang seharusnya tidak Diungkapkan. Ini tentunya akan merugikan startup mu.  Tidak hanya CEO si, jika kamu merupakan bagian dari Startup, kamu juga tidak boleh mengungkapkan hal sensitif tentang perusahaan tempatmu bekerja ke dunia luar.

Karena hal ini tentunya akan membuat citra startup mu akan menjadi buruk.  Mungkin kamu sudah banyak menjumpai berbagai macam startup dan produknya. Beberapa tahun belakangan ini memang aktivitas startup di Indonesia berkembang dengan cukup pesat. Tak sedikit startup yang masih berkembang, sudah membuka rekrutmen besar-besaran.

Startup banyak digandrungi oleh pembisnis muda karena menjanjikan keuntungan yang besar, selain itu juga bisnis ini dapat bertahan sampai kapan pun, jika para pemilik bisnis dapat mengolanya dengan baik. 

Startup

Nah, jika kamu ingin startup mu tetap berjalan dengan baik, maka kamu harus mengenali 5 kesalahan umum Yang Bisa Bikin Startup Gampang Miskomunikasi

  1. Menjawab Pertanyaan Wartawan Dengan Sembarangan

Seperti yang sudah dibahas di awal, bahwasannya kamu sebagai seorang pemilik atau bekerja pada sebuah startup, kamu tidak boleh menceritakan rahasia perusahaan mu dan menjawab pertanyaan seorang wartawan dengan sembarangan. Karena kita sendiri tidak bisa mengatur seorang wartawan untuk menulis apa yang kita inginkan tentang startup yang sedang kita rintis. 

Kamu dapat menyiapkan beberapa notes sebelum bertemu dengan seorang wartawan atau media. Sehingga kamu dapat lebih mematangkan apa yang nantinya akan kamu jelaskan. Kamu juga menjadi tidak bingung dengan apa yang ingin ungkapkan, hal ini akan membuat kamu tidak akan menjawab pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan dengan sembarangan. 

Tetapi jika kamu mendapatkan pertanyaan diluar dugaan, kamu bisa menggunakan trik Block and Bridge yang dapat membantumu membuat framing agar tidak melenceng dan tetap sesuai dengan pesan yang ingin kamu sampaikan. Dibawah ini adalah salah satu bentuk jawaban dengan trik block and bridge:

“Pertanyaan mu sangat menarik, tetapi sebenarnya yang menjadi masalah pada titik itu adalah……….”

  1. Terlalu Banyak Memberikan Informasi 

Dalam membuat sebuah startup dan kamu sebagai seorang penemu dan pemiliknya, maka kamu harus bijak memilih informasi yang ingin kamu bagikan ke publik. Kamu tidak boleh terlalu banyak memberikan informasi, karena hal ini bisa menjadi bumerang untuk startup mu. 

Ingat apa peranmu. Bersikap ramah kepada siapapun memang penting, tetapi tetap batasi informasi yang mau kamu bagikan. Jangan sampai karena merasa akrab, kamu pun kebablasan membocorkan rahasia perusahaan mu. 

Tapi tenang saja, ada beberapa trik yang bisa kamu gunakan untuk menghindari dari ketidaksengajaan menyebarkan informasi terlalu banyak ke publik. Apa saja itu?

Tidak Boleh Membuat Pernyataan Palsu. Kamu harus tetap berpegangan pada fakta yang ada tentang perusahaan mu, jangan sekali kali membuat pernyataan palsu, karena ini tentunya akan membahayakan kredibilitas startup. Jadi lebih baik ceritakan kejadian nyata dan kondisi yang sebenarnya dari pada harus menutupi kebenaran yang ada. 

Jangan Mencoba Untuk Mengisi Keheningan. Jika kamu diundang sebagai narasumber pada acara seminar kewirausahaan dan sejenisnya, jangan pernah untuk berbicara yang macam macam hanya karena tidak ada mya aktifitas diruangan tersebut. Biasanya memang ada waktu dimana tidak ada percakapan yang terjadi. Namun kamu tidak perlu mengungkapkan apapun, kamu hanya perlu duduk tenang dan menunggu ada yang bertanya kepada mu, atau kamu bisa menyampaikan hal motivasi. Maka, prinsip utama tips ini adalah pahami betul apa yang ingin kamu sampaikan dan berhentilah ketika kamu sudah usai menyampaikan semua pesanmu.

Startup

  1. Terlalu Fokus Pada Komunikasi Eksternal dibandingkan Komunikasi Internal

Dalam sebuah perusahaan, khususnya startup, komunikasi internal sangat penting untuk dijaga dan dibangun. Karena yang akan membangun startup mu adalah orang orang yang ada didalamnya. 

Banyak para pemilik startup melakukan komunikasi secara eksternal, sehingga melupakan komunikasi internalnya. Hal ini tentunya akan menimbulkan miskomunikasi antar tim. Komunikasi internal penting untuk terus membangun pesan yang ingin terus dibawa oleh perusahaan. 

Maka dari itu, sebelum kamu menyampaikan pesan atau membuat pernyataan ke pihak eksternal, pastikan kamu sudah mendiskusikannya terlebih dahulu kepada tim mu. Dan kamu dapat memastikan bahwa tim mu setuju dan mengerti. 

  1. Terlalu Berlebihan Dalam Memberikan Pernyataan

Apakah kamu pernah dengar slogan “fake it ‘till you make it”? Slogan ini memiliki makna untuk terus mempercayai hal yang belum terjadi hingga akhirnya menjadi kenyataannya. Namun kamu tidak harus mengungkapkan ini ke publik. 

Contohnya kamu adalah seorang pemilik sebuah startup dan meyakini bahwasannya startup mu nantinya akan sangat sukses dan menjadi salah satu perusahaan besar atau unicorn dalam waktu singkat. Hal ini sebenarnya sangat baik dan tentunya akan menjadi semangat untuk mu dan tim mu. 

Namun hal ini tidak boleh kamu bagikan ke publik. Kamu tidak boleh berlebihan menyampaikan keinginan mu ke banyak orang, apalagi jika saat ini kondisi startup masih dalam tahap awal atau belum mencapai target.

Ketika kamu berbicara dihadapan banyak orang, maka kamu harus berbicara tentang fakta yang ada, hindari untuk melebih lebihkan informasi yang tidak begitu penting. Jadilah diri sendiri. Kamu harus kembali mengingat apa yang menjadi visi misi mu serta nilai yang kamu tanamkan pada startup mu. 

  1. Kurang Memahami Target Pasar 

Kamu sebagai pemilik startup harus dapat mempelajari karakteristik target pengguna dan pasar. Saat ini ada lebih dari 250 juta penduduk yang tersebar di berbagai wilayah dan terbagi menjadi berbagai kalangan dan umur. Jadi tidak hanya memahami layanan dan produknya saja.

Dengan menentukan target pasar, selain bisa menyesuaikan produk yang dibuat, kamu juga bisa memprediksi perkembangan dari pasar dan tentunya memprediksi pertumbuhan startup. Jika tidak, produk dan model bisnis kamu tidak akan diterima oleh target pasar  tersebut. Hal ini tentunya akan menciptakan kerugian bukan?

Itulah 5 hal yang dapat membuat startup menjadi miskomunikasi. Kamu harus terus mengingat nya karena untuk menghindari kesalahan yang dapat merugikan startup mu. 

Komunikasi memang menjadi hal penting dalam kehidupan manusia. Manusia sendiri sebenarnya tidak pernah terlepas dari komunikasi. Nah, untuk kamu yang ingin mempelajari bagaimana menjalin komunikasi yang baik dalam membangun startup, kamu dapat mengikuti Program Kuliah Jurusan Startup Tekniologi (S2) di STMIK IDS, kamu bisa mendapat gelar Magister Inovasi Sistem dan Teknologi.

Sumber: 1000startupdigital.id

Posted in: News