Konektivitas 5G dan WiFi, Manakah yang Jauh Lebih Unggul? - IDS Digital College

Konektivitas 5G dan WiFi, Manakah yang Jauh Lebih Unggul?

Kehadiran teknologi jaringan 5G dianggap sebagai jaringan seluler generasi berikutnya yang menawarkan kecepatan konektivitas. Teknologi semacam ini merupakan langkah besar dari opsi konektivitas saat ini, baik broadband seluler maupun nirkabel. Bagi kamu yang kesehariannya berkutat dengan internet, terutama buat mahasiswa jurusan Teknik Informatika pasti antusias akan kedatangan jaringan 5G. Dengan penawaran koneksi yang lebih cepat dan andal, kira-kira apakah 5G mampu menyaingi dan menggantikan kebutuhan WiFi saat ini? Simak untuk cari tau lebih lanjut. WiFi dan 5G Sama-Sama Menawarkan Keunggulan Hal menarik dari jaringan 5G generasi berikutnya yaitu mendukung lebih banyak perangkat, menawarkan bandwith lebih tinggi, serta latensi lebih rendah untuk pengguna akhir. Banyak ahli menyarankan bahwa iterasi konektivitas broadband berikutnya akan sama menariknya juga. Berdasarkan laporan dari MarketsandMarkets, jaringan WiFi global tumbuh secara eksponensial dan akan terus berkembang. Pada tahun 2020, data WiFi akan mencapai lebih dari 50% dari total lalu lintas IP di pasar yang bernilai $ 33,6 miliar. Jenis statistik ini belum menunjukkan penurunan pada pasar. Muncul tahap selanjutnya dari koneksi broadband nirkabel, yaitu WiFi 6 yang diatur menawarkan kecepatan hingga empat kali lebih cepat dari kecepatan konektivitas saat ini, serta mendukung lebih banyak perangkat pada jaringan yang lebih kuat. Perbedaannya tidak terlalu jauh kan dengan 5G? Jika dibandingkan dengan 5G, WiFi juga tidak kalah karena menawarkan koneksi yang sama andal dan kuat. Konektivitasnya sangat penting bagi perusahaan dan bisnis yang mengandalkan kecepatan serta jaringan stabil yang lebih baik. Secara konvensional, WiFi lebih aman daripada jaringan seluler yang tersedia buat umum. Hal ini sangat penting terutama buat perusahaan yang menjalankan bisnis dengan koneksi umum. Jaringan Mesh Pada WiFi Menawarkan Kecepatan Lebih Tinggi Iterasi WiFi berikutnya mendukung jaringan mesh. Jaringan mesh merupakan infrastruktur jaringan yang terdiri dari serangkaian node yang saling berhubungan. Semua terhubung secara langsung dan dinamis ke banyak node lain di jaringan. Pada dasarnya, mengubah jaringan menjadi serangkaian router yang terhubung secara nirkabel, yang nantinya menawarkan kecepatan serta keandalan lebih tinggi dengan biaya relatif rendah. Banyaknya jumlah perangkat yang terhubung ke jaringan seluler dan nirkabel, membuat permintaan akan latensi rendah dan bandwidth yang lebih tinggi juga makin meningkat. Konektivitas 5G bertindak sebagai sumber daya bersama dan bandwidthnya dibagi antara sejumlah perangkat terhubung. Jadi, meski jaringannya termasuk salah satu yang terbaik dalam menghosting banyak perangkat dan menawarkan konektivitas cepat, tiap perangkat baru akan mendapatkan sedikit bagian dari bandwidth asli. Saat ini, pengguna koneksi WiFi masih belum tersingkirkan oleh keberadaan jaringan 4G LTE dan banyak pengguna lebih memilih untuk terhubung ke layanan gratis yang ditawarkan banyak otoritas lokal dan bisnis swasta. Resolusi yang mungkin terjadi adalah 5G dan WiFi 6 akan hidup berdampingan di lingkungan kita. Keduanya akan membentuk jaringan kolaboratif yang memastikan semua perangkat dapat terhubung sepanjang waktu dengan latensi super cepat dan rendah, tapi tetap memiliki koneksi digital yang andal dan kuat. Dilihat dari kondisi seperti sekarang, orang-orang masih mengandalkan konektivitas WiFi. Namun, kemunculan jaringan 5G dan WiFi 6 juga menggiurkan. Apalagi menawarkan koneksi yang jauh lebih cepat dan andal. Hal terkait sistem jaringan dan keamanan seperti ini bisa dipelajari kapan saja. Kamu bisa mendalami ilmu lebih dalam terkait pengembangan software, jaringan, hingga sistem keamanan dengan mengambil jurusan Teknik Informatika atau jurusan Sistem Informasi di IDS Digital College. Gabung dari sekarang, yuk!

Kehadiran teknologi jaringan 5G dianggap sebagai jaringan seluler generasi berikutnya yang menawarkan kecepatan konektivitas. Teknologi semacam ini merupakan langkah besar dari opsi konektivitas saat ini, baik broadband seluler maupun nirkabel. Bagi kamu yang kesehariannya berkutat dengan internet, terutama buat mahasiswa jurusan Teknik Informatika pasti antusias akan kedatangan jaringan 5G. Dengan penawaran koneksi yang lebih cepat dan andal, kira-kira apakah 5G mampu menyaingi dan menggantikan kebutuhan WiFi saat ini? Simak untuk cari tau lebih lanjut. 

WiFi dan 5G Sama-Sama Menawarkan Keunggulan

Hal menarik dari jaringan 5G generasi berikutnya yaitu mendukung lebih banyak perangkat, menawarkan bandwith lebih tinggi, serta latensi lebih rendah untuk pengguna akhir. Banyak ahli menyarankan bahwa iterasi konektivitas broadband berikutnya akan sama menariknya juga. 

Berdasarkan laporan dari MarketsandMarkets, jaringan WiFi global tumbuh secara eksponensial dan akan terus berkembang. Pada tahun 2020, data WiFi akan mencapai lebih dari 50% dari total lalu lintas IP di pasar yang bernilai $ 33,6 miliar. Jenis statistik ini belum menunjukkan penurunan pada pasar.

Muncul tahap selanjutnya dari koneksi broadband nirkabel, yaitu WiFi 6 yang diatur menawarkan kecepatan hingga empat kali lebih cepat dari kecepatan konektivitas saat ini, serta mendukung lebih banyak perangkat pada jaringan yang lebih kuat. Perbedaannya tidak terlalu jauh kan dengan 5G? 

Jika dibandingkan dengan 5G, WiFi juga tidak kalah karena menawarkan koneksi yang sama andal dan kuat. Konektivitasnya sangat penting bagi perusahaan dan bisnis yang mengandalkan kecepatan serta jaringan stabil yang lebih baik. Secara konvensional, WiFi lebih aman daripada jaringan seluler yang tersedia buat umum. Hal ini sangat penting terutama buat perusahaan yang menjalankan bisnis dengan koneksi umum. 

Jaringan Mesh Pada WiFi Menawarkan Kecepatan Lebih Tinggi

Iterasi WiFi berikutnya mendukung jaringan mesh. Jaringan mesh merupakan infrastruktur jaringan yang terdiri dari serangkaian node yang saling berhubungan. Semua terhubung secara langsung dan dinamis ke banyak node lain di jaringan. Pada dasarnya, mengubah jaringan menjadi serangkaian router yang terhubung secara nirkabel, yang nantinya menawarkan kecepatan serta keandalan lebih tinggi dengan biaya relatif rendah.

Banyaknya jumlah perangkat yang terhubung ke jaringan seluler dan nirkabel, membuat permintaan akan latensi rendah dan bandwidth yang lebih tinggi juga makin meningkat. Konektivitas 5G bertindak sebagai sumber daya bersama dan bandwidthnya dibagi antara sejumlah perangkat terhubung. Jadi, meski jaringannya termasuk salah satu yang terbaik dalam menghosting banyak perangkat dan menawarkan konektivitas cepat, tiap perangkat baru akan mendapatkan sedikit bagian dari bandwidth asli. 

Saat ini, pengguna koneksi WiFi masih belum tersingkirkan oleh keberadaan jaringan 4G LTE dan banyak pengguna lebih memilih untuk terhubung ke layanan gratis yang ditawarkan banyak otoritas lokal dan bisnis swasta.

Baca Juga : Mengenal Jaringan 5G, Cara Kerja dan Bahayanya

Resolusi yang mungkin terjadi adalah 5G dan WiFi 6 akan hidup berdampingan di lingkungan kita. Keduanya akan membentuk jaringan kolaboratif yang memastikan semua perangkat dapat terhubung sepanjang waktu dengan latensi super cepat dan rendah, tapi tetap memiliki koneksi digital yang andal dan kuat. 

Dilihat dari kondisi seperti sekarang, orang-orang masih mengandalkan konektivitas WiFi. Namun, kemunculan jaringan 5G dan WiFi 6 juga menggiurkan. Apalagi menawarkan koneksi yang jauh lebih cepat dan andal. Hal terkait sistem jaringan dan keamanan seperti ini bisa dipelajari kapan saja. Kamu bisa mendalami ilmu lebih dalam terkait pengembangan software, jaringan, hingga sistem keamanan dengan mengambil jurusan Teknik Informatika atau jurusan Sistem Informasi di IDS Digital College. Gabung dari sekarang, yuk!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat