Mengenal Proses dan Fase Pendanaan Pada Bisnis Startup - IDS Digital College

Mengenal Proses dan Fase Pendanaan Pada Bisnis Startup

Startup adalah topik hangat yang belakangan kerap kali menjadi perbincangan di berbagai platform, baik itu sosial media ataupun website. Gaung startup yang nggak ada habisnya bikin banyak mahasiswa Jurusan Sistem Informasi, Jurusan Teknik Informatika, atau Desain Grafis berbondong-bondong ingin bekerja di perusahaan startup. Jika kamu adalah salah satunya, maka nggak ada salahnya mulai sekarang belajar tentang dibalik layar startup. Salah satunya adalah memahami bagaimana proyeksi jumlah pendanaan startup dari awal hingga Exit. Baca ulasannya berikut! Kebanyakan startup mengandalkan investasi dari VC (venture capital) sehingga proyeksi pendanaan yang dibahas kali ini berfokus pada hal tersebut. Untuk mengetahui proyeksi pendanaan startup, kamu harus tahu lebih dulu apa yang diinginkan, bagaimana hasilnya sehingga bisa menyusun rencana matang untuk mencapainya. Proses penggalangan dana Bila kamu membangun startup dengan pendanaan dari investor, maka ubah sudut pandangmu karena ini bukan hanya sekedar melakukan IPO tapi bagaimana cara mendapatkan pendanaan selanjutnya. Pilihan cara pendanaan dalam dunia startup Pil biru – bootstrap. Proses pendanaan melalui pemasukan yang diperoleh dari konsumen produk. Skema ini membuat kamu bisa memiliki kendali penuh atas perusahaan. Pil merah – investor. Pendanaan dari investor secepat mungkin, bisanya bisa menyebabkan ketagihan karena kamu bisa mendapatkan suntikan dana mendadak dalam jumlah besar. Pil ungu – pesawat roket. Kondisi pendanaan startup dengan cara bootstrap sampai mengalami peningkatan pesat. Setelah itu melakukan penggalangan dana untuk membuatnya menjadi perusahaan besar. Kebanyakan startup muda sekarang lebih menyukai tipe “pil merah”. Kebanyakan investor tidak akan membuka di awal apa yang ingin dilakukan pada startup-mu. Setelah dana tersebut cair barulah mereka memasang target tertentu. Nantinya setiap dana yang kamu terima dari investor akan diinvestasikan kembali untuk mengembangkan bisnis. Hal yang kamu buktikan setiap tahap pendanaan Angel: Kamu harus bisa buktikan bisa bangun produk dan mendapatkan user. Pendanaan awal: Validasi tentang apakah ada pasar yang cukup besar, apakah pasar yang dilakukan berjalan baik. Seri A: Tunjukan kemauan untuk dapat memperluas jangkauan bisnis, menerapkan proses dan sistem, dan merekrut karyawan unggulan. Seri B: Putaran ini kamu harus bisa mengukur apa yang dilakukan, membenahi perusahaan, dan mendapat gambaran tentang unit ekonomi startup (CAC, LTV, dan waktu balik modal). Seri C+: Kamu dituntut untuk bisa masuk ke pasar utama, dan membuat bisnismu melejit. Tahapan ini dikatakan penting karena umumnya investor nggak akan berdiam di satu tahapan saja. Para investor yang fokus pada pertumbuhan saja biasanya nggak akan terjun ke seri A, dan jarang sekali memberikan pendanaan di tahap awal. Dalam jangka waktu pendek, para VC (venture capital) hanya peduli supaya pendanaan awal yang diberikan terus menerus mendapat investasi lanjutan. Itulah gambaran sistem pendanaan pada startup yang mungkin belum banyak orang tahu. Raih mimpimu bekerja di startup dengan kuliah program Software Engineering, Mobile Apps & Games Development, Cyber Security Indonesia, atau Artificial Intelegent dengan Jurusan Sistem Informasi dan Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College.

Startup adalah topik hangat yang belakangan kerap kali menjadi perbincangan di berbagai platform, baik itu sosial media ataupun website. Gaung startup yang nggak ada habisnya bikin banyak mahasiswa Jurusan Sistem Informasi, Jurusan Teknik Informatika, atau Desain Grafis berbondong-bondong ingin bekerja di perusahaan startup. 

Jika kamu adalah salah satunya, maka nggak ada salahnya mulai sekarang belajar tentang dibalik layar startup. Salah satunya adalah memahami bagaimana proyeksi jumlah pendanaan startup dari awal hingga Exit. Baca ulasannya berikut!

Kebanyakan startup mengandalkan investasi dari VC (venture capital) sehingga proyeksi pendanaan yang dibahas kali ini berfokus pada hal tersebut.

Untuk mengetahui proyeksi pendanaan startup, kamu harus tahu lebih dulu apa yang diinginkan, bagaimana hasilnya sehingga bisa menyusun rencana matang untuk mencapainya.

Proses penggalangan dana

Bila kamu membangun startup dengan pendanaan dari investor, maka ubah sudut pandangmu karena ini bukan hanya sekedar melakukan IPO tapi bagaimana cara mendapatkan pendanaan selanjutnya. 

Pilihan cara pendanaan dalam dunia startup

  • Pil biru – bootstrap. Proses pendanaan melalui pemasukan yang diperoleh dari konsumen produk. Skema ini membuat kamu bisa memiliki kendali penuh atas perusahaan. 
  • Pil merah – investor. Pendanaan dari investor secepat mungkin, bisanya bisa menyebabkan ketagihan karena kamu bisa mendapatkan suntikan dana mendadak dalam jumlah besar. 
  • Pil ungu – pesawat roket. Kondisi pendanaan startup dengan cara bootstrap sampai mengalami peningkatan pesat. Setelah itu melakukan penggalangan dana untuk membuatnya menjadi perusahaan besar.  

Kebanyakan startup muda sekarang lebih menyukai tipe “pil merah”. Kebanyakan investor tidak akan membuka di awal apa yang ingin dilakukan pada startup-mu. Setelah dana tersebut cair barulah mereka memasang target tertentu. Nantinya setiap dana yang kamu terima dari investor akan diinvestasikan kembali untuk mengembangkan bisnis. 

Hal yang kamu buktikan setiap tahap pendanaan

Angel: Kamu harus bisa buktikan bisa bangun produk dan mendapatkan user. 

Pendanaan awal: Validasi tentang apakah ada pasar yang cukup besar, apakah pasar yang dilakukan berjalan baik.

Seri A: Tunjukan kemauan untuk dapat memperluas jangkauan bisnis, menerapkan proses dan sistem, dan merekrut karyawan unggulan. 

Seri B: Putaran ini kamu harus bisa mengukur apa yang dilakukan, membenahi perusahaan, dan mendapat gambaran tentang unit ekonomi startup (CAC, LTV, dan waktu balik modal).

Seri C+: Kamu dituntut untuk bisa masuk ke pasar utama, dan membuat bisnismu melejit. 

Baca Juga : Pengen Bisnis StartUp Sukses? Hindari 6 Kesalahan Ini!

Tahapan ini dikatakan penting karena umumnya investor nggak akan berdiam di satu tahapan saja. Para investor yang fokus pada pertumbuhan saja biasanya nggak akan terjun ke seri A, dan jarang sekali memberikan pendanaan di tahap awal. Dalam jangka waktu pendek, para VC (venture capital) hanya peduli supaya pendanaan awal yang diberikan terus menerus mendapat investasi lanjutan. 

Itulah gambaran sistem pendanaan pada startup yang mungkin belum banyak orang tahu. Raih mimpimu bekerja di startup dengan kuliah program Software Engineering, Mobile Apps & Games Development, Cyber Security Indonesia, atau Artificial Intelegent dengan Jurusan Sistem Informasi dan Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat