Korban Ransomware? Ini Alasan Mengapa Jangan Langsung Bayar Tebusan - IDS Digital College

Korban Ransomware? Ini Alasan Mengapa Jangan Langsung Bayar Tebusan

Sebanyak 81% pakar keamanan cyber percaya bahwa kejahatan ransomware akan semakin banyak dan prevalensinya meningkat dalam beberapa waktu kedepan. Ini adalah prospek yang menakutkan bagi bisnis. Namun tidak perlu terlalu khawatir, sebab jika tidak pernah membayar untuk kejahatan ransomware dan cyber security pada perangkat ditingkatkan maka akan terhindar dari berbagai macam kerugian. Ilmu tentang keamanan siber serta perangkat pun bisa didapatkan dengan mudah, salah satunya dengan kuliah jurusan Sistem Informasi atau Cyber Security Indonesia. Selain itu, kamu juga perlu tau alasan mengapa jangan pernah membayar jika menjadi korban kejahatan ransomware. Simak untuk tau lebih lanjut, ya. Apa itu Ransomware? Ransomware adalah malware yang mengenkripsi file apapun dari PC ke seluruh jaringan kamu, yang berarti tidak dapat diakses tanpa kata sandi. Ketika ini terjadi, satu-satunya orang yang memiliki akses kata sandi itu adalah orang yang telah menginfeksi perangkatmu. Umumnya mereka akan menghubungi korban secara anonim. Mereka akan memberikan ultimatum dengan meminta korban untuk membayar sejumlah uang atau file akan dihapus selamanya. Malware semacam ini tidak hanya dapat mempengaruhi laptop pribadi satu orang, tapi bisa menyasar seluruh server perusahaan. Lebih buruk lagi, ini bisa menjadi masalah besar apabila user tidak pernah membuat backup file – yang berarti user tidak punya pilihan lain selain mengerjakan data yang hilang tersebut dari awal. Sangat mungkin terjadi perusahaan mengalami kekacauan apabila ini sampai terjadi. Alasan untuk Tidak Membayar Ransomware Jika menjadi korban dari kejahatan dari ransomware, membayar uang tebusan bukan langkah yang tepat. Memberikan uang kepada para penjahat dunia maya ini hanya akan memupuk perilaku tersebut; mereka akan menganggap bahwa ini adalah cara yang menguntungkan jika menuruti keinginan mereka. Hal ini juga dapat mendorong mereka untuk melakukan hal serupa pada orang lain, dan membuatmu terlihat seperti sasaran empuk bagi mereka. Bahkan jika kamu berusaha memperkuat keamanan jaringan, para penjahat ini tahu bahwa kamu bersedia membayar. Jadi kamu bisa dua kali lebih mungkin untuk menjadi sasaran dan mereka berusaha mencari kerentanan di sistem yang kamu punya lagi. Kamu juga akan menghadapi resiko tinggi bila kamu telah membayar uang tebusan namun data tersebut tidak kembali. Ada banyak contoh di mana penjahat dunia maya ransomware tidak bermain adil, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa 92% perusahaan yang mengejutkan tidak mendapatkan data mereka kembali setelah membayar. Apa yang Bisa Dilakukan untuk Menghentikan Serangan Ransomware? Ada beberapa opsi yang dapat kamu ambil, seperti mencari kunci enkripsi online untuk orang-orang yang pernah mengalami serangan serupa dari peretas ceroboh dan ingin berbagi. Pencegahan dengan meningkatkan awareness terhadap Cyber Security Indonesia adalah langkah terbaik. Cara termudah agar bisnis terhindar dari serangan ransomware yaitu dengan mengedukasi tenaga kerja akan kejahatan siber dan keamanan informasi merupakan solusi paling utama. Bagi pelaku bisnis, memberikan pemahaman terhadap karyawan akan keamanan siber jadi hal wajib, terutama untuk serangan ransomware. Kamu bisa belajar tentang Cyber Security Indonesia dengan mengambil kuliah kelas karyawan Jakarta di IDS Digital College. Info lebih lanjut mengenai pendaftaran bisa kamu lihat melalui website, ya.

Sebanyak 81% pakar keamanan cyber percaya bahwa kejahatan ransomware akan semakin banyak dan prevalensinya meningkat dalam beberapa waktu kedepan. Ini adalah prospek yang menakutkan bagi bisnis. 

Namun tidak perlu terlalu khawatir, sebab jika tidak pernah membayar untuk kejahatan ransomware dan cyber security pada perangkat ditingkatkan maka akan terhindar dari berbagai macam kerugian. Ilmu tentang keamanan siber serta perangkat pun bisa didapatkan dengan mudah, salah satunya dengan kuliah jurusan Sistem Informasi atau Cyber Security Indonesia. Selain itu, kamu juga perlu tau alasan mengapa jangan pernah membayar jika menjadi korban kejahatan ransomware. Simak untuk tau lebih lanjut, ya.

Apa itu Ransomware?

Ransomware adalah malware yang mengenkripsi file apapun dari PC ke seluruh jaringan kamu, yang berarti tidak dapat diakses tanpa kata sandi. Ketika ini terjadi, satu-satunya orang yang memiliki akses kata sandi itu adalah orang yang telah menginfeksi perangkatmu.

Umumnya mereka akan menghubungi korban secara anonim. Mereka akan memberikan ultimatum dengan meminta korban untuk membayar sejumlah uang atau file akan dihapus selamanya. Malware semacam ini tidak hanya dapat mempengaruhi laptop pribadi satu orang, tapi bisa menyasar seluruh server perusahaan. Lebih buruk lagi, ini bisa menjadi masalah besar apabila user tidak pernah membuat backup file – yang berarti user tidak punya pilihan lain selain mengerjakan data yang hilang tersebut dari awal. Sangat mungkin terjadi perusahaan mengalami kekacauan apabila ini sampai terjadi. 

Alasan untuk Tidak Membayar Ransomware

Jika menjadi korban dari kejahatan dari ransomware, membayar uang tebusan bukan langkah yang tepat. Memberikan uang kepada para penjahat dunia maya ini hanya akan memupuk perilaku tersebut; mereka akan menganggap bahwa ini adalah cara yang menguntungkan jika menuruti keinginan mereka. 

Hal ini juga dapat mendorong mereka untuk melakukan hal serupa pada orang lain, dan membuatmu terlihat seperti sasaran empuk bagi mereka. Bahkan jika kamu berusaha memperkuat keamanan jaringan, para penjahat ini tahu bahwa kamu bersedia membayar. Jadi kamu bisa dua kali lebih mungkin untuk menjadi sasaran dan mereka berusaha mencari kerentanan di sistem yang kamu punya lagi.  Kamu juga akan menghadapi resiko tinggi bila kamu telah membayar uang tebusan namun data tersebut tidak kembali.

Baca Juga: Ransomware Do’s & Don’ts: Tips Untuk Melindungi Komputermu Dari Serangan Ransomware

Ada banyak contoh di mana penjahat dunia maya ransomware tidak bermain adil, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa 92% perusahaan yang mengejutkan tidak mendapatkan data mereka kembali setelah membayar. 

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Menghentikan Serangan Ransomware?

Ada beberapa opsi yang dapat kamu ambil, seperti mencari kunci enkripsi online untuk orang-orang yang pernah mengalami serangan serupa dari peretas ceroboh dan ingin berbagi. Pencegahan dengan meningkatkan awareness terhadap Cyber Security Indonesia adalah langkah terbaik. Cara termudah agar bisnis terhindar dari serangan ransomware yaitu dengan mengedukasi tenaga kerja akan kejahatan siber dan keamanan informasi merupakan solusi paling utama.

Bagi pelaku bisnis, memberikan pemahaman terhadap karyawan akan keamanan siber jadi hal wajib, terutama untuk serangan ransomware. Kamu bisa belajar tentang Cyber Security Indonesia dengan mengambil kuliah kelas karyawan Jakarta di IDS Digital College. Info lebih lanjut mengenai pendaftaran bisa kamu lihat melalui website, ya.

Posted in: News



    error

    Enjoy this blog? Please spread the word :)

    WhatsApp chat