Mengenal Apa Itu Game Development Life Cycle - IDS Digital College

Mengenal Apa Itu Game Development Life Cycle

Sebagai informasi, untuk kamu yang ingin menjadi Game Development dengan menempuh Program Ekstensi D3 ke S1 atau Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika ada yang namanya Game Development Life Cycle, yang berisi tahapan-tahapan pekerjaan yang harus dilakukan saat membangun sebuah perangkat lunak. Game Development Cycle itu sendiri terdiri dari beberapa tahapan, antara lain: Konsep: When the game concept is written down When brainstorming occurs When ideas are generated Prototype: Game is developed so that users can start to experience the fun Typically lasts 2-4 months Pitch: Game developers pitch game yang mereka buat kepada corporate atau investor. Explains: why the game is a great concept, why it is ready and right for the video game market, whether it is producible, how it will be developed Green Light: Ini adalah fase dimana game development mendapatkan lampu hijau, atau persetujuan akan game yang sudah mereka rancang. Involves gathering a team to begin working on the game May involve interviewing and contacting several video-game development companies to assemble the right team for the game Often, a game cannot enter pre-production until business and legal issues are resolved Pre-Production: Works on defining production pipelines Identifying the needs and uses of the tools they’ll need Outlining and fleshing out details behind game’s design Production: When the game building actually begins Often a long process – at least 12 months, often much longer Quality Assurance: Fase ini juga kerap kali disebut sebagai fase percobaan. Umumnya berlangsung selama 3 atau 4 bulan sebelum game tersebut dijadwalkan untuk diproduksi. Game ini akan di test untuk bugs, eror, dan lain-lain. Final Gold Master: When game is sent to the publisher or hardware manufacturer There is a potential for revisions Pada tahapan prototype dan pitch, biasanya game development terdapat rangkaian misi dan level. Sebuah prototipe umumnya berbentuk satu level gameplay yang sudah bisa dimainkan oleh pengguna. Jika prototype tersebut mendapatkan lampu hijau, maka proses development bisa dilanjutkan. Ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan pada fase ini, yaitu: Graphics programming (including shader development) Animation Physics simulation AI and gameplay Audio Networking (typically fairly low-level stuff) Bukan hanya soal teknis dan pemrograman, Game Development Life Cycle juga harus memperhatikan story dan goal, karena dua hal ini juga punya peranan penting dalam lingkungan game development biasa. Selain tahapan di atas, GDLC juga memiliki beberapa tahapan lain, nggak harus sama dengan tahapan di atas. Kamu yang tertarik untuk berkarir sebagai game development atau website development bisa kuliah Jurusan Teknik Informatika dengan Program Eksistensi D3 ke S1 di IDS DIgital College. Cek website-nya untuk mengetahui informasi seputar pendaftaran dan program-program lainnya.

Sebagai informasi, untuk kamu yang ingin menjadi Game Development dengan menempuh Program Ekstensi D3 ke S1 atau Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika ada yang namanya Game Development Life Cycle, yang berisi tahapan-tahapan pekerjaan yang harus dilakukan saat membangun sebuah perangkat lunak. Game Development Cycle itu sendiri terdiri dari beberapa tahapan, antara lain:

Konsep:

  • When the game concept is written down
  • When brainstorming occurs
  • When ideas are generated

Prototype:

Game is developed so that users can start to experience the fun

Typically lasts 2-4 months

Pitch:

  • Game developers pitch game yang mereka buat kepada corporate atau investor. 

Explains:

  • why the game is a great concept,
  • why it is ready and right for the video game market,
  • whether it is producible,
  • how it will be developed

Green Light:

Ini adalah fase dimana game development mendapatkan lampu hijau, atau persetujuan akan game yang sudah mereka rancang. 

  • Involves gathering a team to begin working on the game
  • May involve interviewing and contacting several video-game development companies to assemble the right team for the game
  • Often, a game cannot enter pre-production until business and legal issues are resolved

Pre-Production:

  • Works on defining production pipelines
  • Identifying the needs and uses of the tools they’ll need
  • Outlining and fleshing out details behind game’s design

Production:

  • When the game building actually begins
  • Often a long process – at least 12 months, often much longer

Quality Assurance:

Fase ini juga kerap kali disebut sebagai fase percobaan. Umumnya berlangsung selama 3 atau 4 bulan sebelum game tersebut dijadwalkan untuk diproduksi. Game ini akan di test untuk bugs, eror, dan lain-lain. 

Baca Juga: 5 Keuntungan Berprofesi Sebagai Game Developer

Final Gold Master:

  • When game is sent to the publisher or hardware manufacturer
  • There is a potential for revisions

Pada tahapan prototype dan pitch, biasanya game development terdapat rangkaian misi dan level. Sebuah prototipe umumnya berbentuk satu level gameplay yang sudah bisa dimainkan oleh pengguna. Jika prototype tersebut mendapatkan lampu hijau, maka proses development bisa dilanjutkan. Ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan pada fase ini, yaitu:

  • Graphics programming (including shader development)
  • Animation
  • Physics simulation
  • AI and gameplay
  • Audio
  • Networking (typically fairly low-level stuff)

Bukan hanya soal teknis dan pemrograman, Game Development Life Cycle juga harus memperhatikan story dan goal, karena dua hal ini juga punya peranan penting dalam lingkungan game development biasa. Selain tahapan di atas, GDLC juga memiliki beberapa tahapan lain, nggak harus sama dengan tahapan di atas. 

Kamu yang tertarik untuk berkarir sebagai game development atau website development bisa kuliah Jurusan Teknik Informatika dengan Program Eksistensi D3 ke S1 di IDS DIgital College. Cek website-nya untuk mengetahui informasi seputar pendaftaran dan program-program lainnya.

Posted in: News



    error

    Enjoy this blog? Please spread the word :)

    WhatsApp chat