Menemukan Sebuah Inovasi Melalui Design Thinking - IDS Digital College

Menemukan Sebuah Inovasi Melalui Design Thinking

Design Thinking adalah sebuah metode pengembangan produk yang berpusat kepada manusia untuk memecahkan masalah. ini sangat berguna dalam mengatasi masalah kompleks yang tidak jelas atau tidak diketahui, dengan memahami kebutuhan manusia yang terlibat. Proses ini menghasilkan ide dalam sesi brainstorming, melakukan validasi ide melalui pengembangan prototipe dan pengujian.

Sekolah Interdisipliner Manajemen dan Teknologi (SIMT-ITS) bekerja sama dengan International Design School (IDS) Digital College kembali menggelar webinar dengan mengusung tema “Award Winning Product Innovation: A Design Thinking Case Study” Pada Jumat (07/12). Kegiatan ini diselenggarakan menggunakan aplikasi Zoom dengan menampilkan dua narasumber yaitu, Founder dan Director Somia Customer Experience, Ketut Sulistyawati, PhD dan Consultant Research & Design Somia Customer Experience, Nathaniel Orlandy.

Dalam acara tersebut, lebih jauh Sulis mengatakan, Design Thinking atau Human Centered Design adalah sebuah usaha kreatif untuk memecahkan masalah yang mana metode ini sering sekali digunakan sebagai pendekatan, Pada saat kita melakukan inovasi, penting sekali untuk memiliki pendekatan-pendekatan kreatif terhadap problem atau masalah yang ada.

“Banyak sekali definisi yang menjelaskan mengenai design thinking ini terlebih ketika melihat di website atau di google salah satu yang sering dipakai adalah bagaimana cara kita berempati terhadap orang-orang yang kita desain, lalu dari empati itu kita bisa menghasilkan banyak ide dari ide itu kita bisa banyak membuat prototipe dan dari prototipe ini kita bisa share lagi ke mereka lalu kita minta masukannya, kita interaksi sampai akhirnya kita mempunyai solusi yang paling tepat untuk mereka,” Ujar Sulis

Menurut Sulis, proses design thinking ini memiliki 5 step yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype dan Test terlihat sederhana, namun pada kenyataannya sering berjalan tidak mulus, bahkan ruwet. Jarang sekali berjalan linear dan berputar bolak-balik diprosesnya terutama di masalah yang sulit, jarang menemukan solusi pada ide yang pertama, jadi banyak sekali yang harus dipelajari dari penggunanya kita supaya produk atau inovasi yang kita ciptakan itu sangat berguna dan mudah untuk digunakan oleh mereka.

“pada saat kita memikirkan sebuah inovasi, yang paling penting itu kita punya balance terhadap user, jadi User Disability penting banget tapi harus juga di imbangi Business Viability seperti kira-kira produk ini dijual orang mau beli gaksih serta Technology Feasibility seperti teknologi ini kalo dibikin bisa gak dibikin.  jadi pada saat kita bisa menyeimbangkan tiga lensa ini itulah Sweet spot untuk inovasi,” papar Sulis.

Sementara itu, Nathan menegaskan, “ketika kita sedang menjalani proses pasti banyak sekali masukan dari pengguna atau  users. Agar tidak mengalami kebingungan selama melakukan proses riset tersebut gunakanlah catatan, setiap pengguna yang kita mintai masukannya dicatat nanti di kemudian hari kita kumpulkan lalu diolah masukan-masukan tersebut untuk menggabungkan apa saja yang  menjadi feedback dari user dan kita mencoba dengan satu solusi yang paling bisa membantu, walaupun tidak bisa menjadi ideal semua orang bagaimana caranya solusi tersebut paling mendekati target market kita,”  ucapnya.

Nathan menambahkan, Tidak ada hasil design yang final, mencari yang optimal dan ideal pasti gak mungkin. Di setiap produk akan selalu ada masukan akan selalu ada feedback kita harus bisa menilai titik satu produk bisa digunakan dengan pengguna atau users. Maka dari itu ketika kita ingin merilis sebuah produk penting sekali mengetahui dulu target marketnya.

Dari materi yang disampaikan Sulis Menjelaskan bahwa menjalankan design thinking bukan berarti menjamin ini semua akan baik-baik saja dan menjadi sangat keren, tapi sebaliknya proses design thinking ini mengurangi resiko-resiko yang akan muncul.

Posted in: News



    error

    Enjoy this blog? Please spread the word :)

    WhatsApp chat