Mengenal Apa Itu Backdoor? - IDS Digital College

Mengenal Apa Itu Backdoor? Pengertian, Jenis, Cara Kerja, dan Cara Menanganinya

Keamanan adalah hal yang paling utama ketika kamu mengelola sebuah sistem, sebab ada banyak ancaman menghampiri yang akan berujung pada kerugian ketika kamu tidak menjadikan keamanan sebagai sebuah prioritas.

Salah satu ancaman tersebut adalah backdoor. Pada artikel ini, kamu akan mengenal apa itu backdoor beserta dengan jenis-jenisnya. Kamu juga akan diajak untuk memahami cara kerjanya dan juga cara menanganinya.

Backdoor

Apa Itu Backdoor?

Backdoor merujuk pada malicious software (malware) yang memungkinkan peretas untuk masuk ke dalam sebuah sistem tanpa harus melewati proses autentikasi.

Sebagaimananya, backdoor disebut juga sebagai ‘pintu belakang’ untuk masuk ke dalam sistem dengan kendali jarak jauh (remote).

Pada awalnya, backdoor tidak diciptakan untuk maksud buruk. Fungsi awalnya adalah untuk mendapatkan akses khusus bagi developer untuk masuk ke sistem dengan tujuan memperbaiki masalah atau bug dalam sistem tersebut.

Namun kemudian backdoor disalahgunakan sebagai celah bagi peretas untuk menyisipkan sebuah baris kode dalam sistem hingga ia dapat mengakses seluruh file dalam sistem tersebut.

Backdoor dalam sistem dapat berakibat fatal. Ia memungkinkan peretas untuk mengawasi sistem dari jarak jauh, membajak perangkat, memasang malware, dan mencuri data identitas dan finansial.

Jenis-jenis

Backdoor dapat diidentifikasi ke dalam dua jenis berikut ini:

  • Web Shell Backdoor

Web Shell Backdoor merupakan salah satu cara memperoleh backdoor melalui web shell, yakni sejenis teks perintah yang terdapat dalam halaman website.

Web shell tersebut dapat digunakan sebagai akses ke dalam sistem dengan cara mengeksekusi program tertentu.

  • System Backdoor

System backdoor merupakan jenis backdoor yang paling umum digunakan dari backdoor jenis lainnya. Alasannya adalah karena system backdoor lebih memberikan fleksibilitas dan stabilitas dibandingkan dengan web shell backdoor.

Bagaimana Cara Backdoor Bekerja?

Backdoor akan memanfaatkan celah keamanan sebuah sistem untuk mempermudah akses masuk backdoor ke dalam sistem tersebut.

Biasanya, sistem yang dapat dibobol dengan backdoor adalah sistem yang menggunakan jaringan terbuka, aplikasi/plugin nulled (bajakan), serta password dan firewall yang lemah.

Setelah backdoor berhasil terinstall, peretas pun mendapatkan akses masuk secara remote ke dalam sistem korbannya.

Mulai dari sinilah, peretas dapat melakukan apapun terhadap sistem tanpa diketahui oleh pemiliknya, termasuk pencurian data sistem.

Kemudian mereka akan mencari cara untuk masuk kembali ke sistem untuk mengulang aksinya. Karena biasanya sebuah celah yang telah menjadi korban peretasan akan diperbaiki, maka masuk kembali untuk meretas sistem tersebut tidaklah mudah.

Maka, peretas akan memasang sebuah kode yang disebut backdoor ini agar dapat menjadi jalan masuk-keluar mereka ke dalam sebuah sistem, bahkan ketika sistem tersebut telah diperbaiki.

Backdoor

Bagaimana Cara Menghindari Backdoor?

Meski keberadaan backdoor sulit untuk dideteksi, namun kamu tetap dapat mengatasi serta menghindari serangan backdoor lewat cara-cara di bawah ini:

  • Memasang Antivirus

Antivirus yang berkualitas dapat membantu kamu untuk mendeteksi dan menghindari sejumlah malware, seperti trojan, rootkit, dan spyware yang seringkali digunakan peretas untuk menyusup dan melancarkan serangan backdoor.

Gunakan lah antivirus yang mampu memonitor jaringan WiFi, memberikan perlindungan web, serta memberikan perlindungan privasi melalui pemantauan webcam atau mikrofon ketika kamu online.

Lewat cara ini, maka backdoor dapat terdeteksi jauh sebelum ia dapat menginfeksi sistem kamu.

  • Waspada Mengunduh File

Backdoor dapat menyusup ke dalam file unduhan dari sumber yang tidak terpercaya. Maka ketika ingin mengunduh sebuah file, pastikan website tersebut aman.

Hindari mengunduh dan memasang software nulled (bajakan) karena malware semacam backdoor dapat disisipkan ke dalamnya.

  • Menggunakan Firewall

Sebagian besar antivirus biasanya dilengkapi dengan firewall yang dapat membantu melindungi sistem dari serangan backdoor.

Firewall berfungsi untuk memantau lalu lintas masuk dan keluar pada jaringan dan memfilter semua ancaman yang ada.

Nantinya, ketika sebuah software mencoba mengirimkan data sensitif kamu kepada jaringan yang tidak dikenal, maka firewall akan memblokirnya secara langsung.

  • Menggunakan MFA

MFA merupakan akronim dari multi-factor authentication, yang merupakan mekanisme autentikasi melalui 3 jenis verifikasi (gabungan antara single & two factor authentication).

Dengan menggunakan MFA, hanya pengguna yang benar-benar berwenang yang dapat mengakses sistem karena telah berhasil melalui proses autentikasi.

  • Meningkatkan Keamanan Website

Seringkali website korban serangan backdoor adalah website yang luput memprioritaskan keamanan sebagai hal yang paling utama.

Misalnya pondasi keamanan website, seperti sertifikat SSL yang belum ada. Padahal SSL berfungsi mengenkripsi semua data yang dikirimkan antara server kepada client, begitu pula sebaliknya.

Selain sertifikat SSL, website juga luput dipasangi plugin security sebagai keamanan tambahan. Plugin security ini berperan untuk mengaktifkan fitur-fitur tambahan yang sebelumnya tidak tersedia.

Backdoor memang jenis malware yang sangat berbahaya terhadap sistem karena dapat dinavigasi jarak jauh tanpa terdeteksi. Karena itulah cyber security penting bagi proteksi keamanan website.

Jadi itu dia penjelasan mengenai apa itu backdoor dan jenis-jenisnya. Untuk itu kamu dapat mempelajari cyber security dan mengikuti program Jurusan Cyber Security di IDS College. Ayo wujudkan keinginan kamu untuk menjadi bagian cyber security untuk meningkatkan keamanan di dunia siber.

Sumber: gudangssl.id

Posted in: News



    WhatsApp chat