Mengenal Istilah di Startup Yang Harus Kamu Ketahui - IDS Digital College

Mengenal Istilah di Startup Yang Harus Kamu Ketahui

Kata startup akhir akhir ini sering sekali muncul dipermukaan. Kita pasti sering membaca atau mendengar nya. Apalagi setelah salah satu drama korea yang berjudul Startup ada dan sempat hits pada jamannya. Tapi apa sih startup itu?

Secara singkat startup artinya adalah perusahaan rintisan. Banyak anak muda di Indonesia yang telah membuat startup dan bercita cita untuk berkarir di perusahaan ini. Startup juga sekarang tidak terlepas dari teknologi. Dimulai dari produk nya, cara pemasaran nya, dll. 

Dan ternyata, fenomena startup ini tidak hanya terjadi di Indonesia, fenomena ini juga terjadi di Asia Tenggara. Menurut data dari World Economic Forum tahun 2019, sebanyak 33% anak muda Asia Tenggara berusia 15-35 tahun ingin bekerja di perusahaan startup di masa depan.

Tetapi membuat startup itu tidak mudah loh. Akan banyak tantangan dan rintangan yang harus kalian hadapi kedepannya. Nah, untuk kalian yang ingin membuat startup dan ingin bekerja di startup, ada banyak istilah yang harus kalian ketahui agar tidak bingung saat bekerja diruang lingkup dunia bisnis berbasis teknologi ini.

istilah startup

  1. Startup

Istilah pertama yang harus kalian tahu adalah startup itu sendiri. Startup memiliki pengertian sebagai sebuah perusahaan yang baru dirintis atau perusahaan yang berdiri dibawah 5 tahun. Sehingga sebuah startup masih membutuhkan bantuan dana dari investor agar operasional bisnis dapat berjalan lancar. Hal yang paling penting dalam startup adalah berkembang dengan cepat. 

  1. Unicorn 

Unicorn adalah status startup yang telah memiliki tingkat valuasi terendah senilai US$ 1 miliar.

  1. Decacorn 

Decacorn adalah status startup yang telah memiliki tingkat valuasi terendah senilai US$ 10 miliar.

  1. Hectocorn 

Hectocorn adalah status startup yang telah memiliki tingkat valuasi terendah senilai US$ 100 miliar.

  1. Angel Investor

Angel Investor adalah seorang investor yang menggunakan dana pribadinya dan menawarkan pendanaan kepada startup dengan imbalan saham perusahaan tersebut. Kebanyakan seorang angel investor berasal dari orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman. Dan nggak jarang dari mereka juga membimbing startup untuk bisa berkembang. 

  1. Monetisasi

Monetisasi adalah proses mengubah sesuatu agar bisa menjadi penghasilan. Secara halus dapat diartikan sebagai cara tentang bagaimana kamu dapat membuat sesuatu yang dapat dikomersilkan. Kamu dapat mengkonversi produk, atau aset, menjadi alat pembayaran yang sah. 

  1. Akselerator

Hampir sama dengan Angel Investor, Akselerator adalah lembaga yang mengadakan program pengembangan startup. Akselerator bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan startup dengan menawarkan modal, mentor, hingga konsultasi. Sebagai balasannya, akselerator memperoleh keuntungan dengan memiliki sebagian saham startup tersebut.

  1. Incubator

Sama dengan Akselerator, Incubator merupakan lembaga yang mengadakan program pengembangan startup juga. Tetapi yang membedakannya adalah, Incubator lebih fokus terhadap pemeliharaan startup yang baru berjalan. 

  1. Hustler

Hustler merupakan orang yang berperan dalam memastikan keuntungan perusahaan. Bisa dikatakan Hustler adalah sosok dalam startup yang ahli di bidang pemasaran dan keuangan, agar startup bisa selangkah lebih maju.

  1. Crowdfunding  

Crowdfunding adalah sebuah bentuk pendanaan untuk mereka yang membutuhkan dana dalam pengembangan usahanya, dimana pendanaan tersebut terkumpul dari beberapa orang. Pengumpulan dana kolektif menggunakan media sosial atau platform yang tujuannya untuk pengembangan startup. Cara ini adalah cara alternatif alternatif dalam mencari dana selain memanfaatkan investor.

  1. Crowdsourcing

Crowdsourcing adalah salah satu cara mengumpulkan ide, layanan atau konten melalui kontribusi sekelompok orang. Sekelompok orang di sini maksudnya adalah pihak ketiga yang tidak ada ikatannya dengan bisnis, seperti karyawan atau pemegang saham.

istilah startup

  1. Venture Capital

Venture capital adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu. Biasanya, pendanaan yang dikumpulkan berasal dari konglomerat dan institusi. Sehingga nantinya venture capital (VC) akan menerima imbalan sejumlah saham dari perusahaan rintisan yang mendapat pendanaan.

  1. Pitching

Sebelum startup kamu layak didukung dan diberi dana oleh investor, kamu harus hadapi momen pitching ini, yaitu mempresentasikan produk startup kamu dan tujuannya. Bisa diartikan bahwa pitching adalah kegiatan meyakinkan orang lain. Momen ini biasanya bisa bikin orang yang membuat startup terasa dag dig dug. 

  1. Seed Funding

Seed Funding adalah istilah bagi startup yang mendapat pendanaan tahap awal atau untuk kali pertama sebelum seri pendanaan berikutnya. Saat ini, besaran seed funding di Indonesia berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar. 

  1. Pendanaan Seri A, B, C

Tahukah kamu bahwa pendanaan seri A, B, dan C terjadi setelah investasi melalui proses seed funding. Lalu apa perbedaan nya?

Seri A : Tahapan pendanaan untuk startup kecil yang masih berkembang dalam riset pasar, produk, dan fasilitas.

Seri B : Tahapan pendanaan untuk startup yang sudah fokus ke peningkatan target market dan surplus yang makin berkembang sebagai lahan investasi. Startup ini sedang gencar untuk menambah jumlah karyawan.

Seri C : Tahapan pendanaan untuk startup yang makin berkembang dan sukses secara cepat

  1. Developer

Developer adalah sebutan lain untuk programmer yang tugasnya menulis berbagai kode untuk pengembangan perangkat lunak sebagai produk. Tugas dari seorang developer adalah mewujudkan desain sebuah produk atau layanan, biasanya berupa software dan website.

  1. Exit Strategy

Dalam dunia startup dan bisnis, Exit strategy adalah rencana kontinjensi yang dijalankan oleh investor, pedagang, pemodal ventura, atau pemilik bisnis untuk melikuidasi posisi dalam aset keuangan atau membuang aset bisnis berwujud setelah kriteria tertentu yang telah ditentukan untuk terpenuhi atau terlampaui. Dengan kata lain, exit strategy adalah Strategi yang dilakukan oleh investor untuk keluar dari investasi jika bisnis startup mengalami kerugian, dengan cara mencairkan saham menjadi uang.

  1. Key Performance Indicator (KPI)

Agar startup mu dapat berkembang, salah satu hal yang dapat kamu lakukan adalah dengan memantau kinerja karyawan mu. KPI atau Key Performance Indicator adalah alat ukur kinerja karyawan startup, baik secara individu maupun tim, mengenai keberhasilan dalam memenuhi tujuan strategis dan operasional.

  1. IPO (Initial Public Offering)

Dalam bahasa Indonesia disebut juga penawaran publik perdana atau peluncuran ke pasar saham adalah momen saat saham sebuah perusahaan dijual kepada investor institusional yang kemudian dijual ke masyarakat umum di pasar saham untuk kali pertama atau bisa dikatakan sebuah Startup pertama kalinya mempublikasikan saham. 

  1. Bootstrap

Bootstrap adalah istilah umum pendanaan dengan menggunakan dana pribadi untuk menjalankan startup. 

  1. Hipster/UX (User Experience)

Hipster adalah sebutan untuk seorang desainer yang merancang tampilan produk pada startup yang berupa aplikasi. Sosok hipster harus punya cita rasa dan selera yang baik. Dimana, hal tersebut membuatnya memiliki kemampuan, untuk menciptakan startup tempat dia bekerja. Hipster memiliki tugas untuk membuat tampilan website dan aplikasi brand terlihat nyaman dan juga mudah diakses, atau biasa disebut dengan user friendly.

  1. Hackathon

Ajang bagi para startup untuk mengembangkan bisnis model perangkat lunak secara cepat dan tepat. 

  1. Letter of Intent

Letter of Intent adalah dokumen yang menyatakan komitmen awal satu pihak untuk berbisnis dengan pihak lain. Surat itu menguraikan persyaratan utama dari kesepakatan prospektif. 

  1. Year-of-Year (YOY)

Year Of Year adalah metode yang digunakan untuk mengevaluasi pertumbuhan perusahaan melalui perbandingan antara periode tahun ini dan periode yang sama di tahun sebelumnya. 

  1. Burn Rate

Burn Rate adalah Istilah yang mengacu pada berapa banyak uang yang digunakan oleh perusahaan startup, khususnya sebelum perusahaan tersebut berhasil mendapatkan pendapatan atau bisa dibilang burn rate adalah perhitungan laju pengeluaran perusahaan.

Sekarang kamu jadi lebih paham kan dengan berbagai istilah yang sering terdengar di lingkungan startup. Buat kamu yang tertarik dengan dunia startup dan ingin berkarir di startup, kamu bisa mengasah keahlian mu dengan STMIK IDS, di IDS  menyediakan kuliah Jurusan Startup Teknologi (S2) yang bisa kami pilih untuk mengembangkan skill kamu. Tunggu apalagi? Ayo wujudkan mimpimu bersama IDS. 

Posted in: News



    WhatsApp chat