Strategi Bisnis Startup Bertahan Lama - IDS Digital College

Strategi Bisnis Startup Bertahan Lama

Strategi Bisnis Startup Bertahan Lama


Tahukah kamu, jika mempertahankan sebuah bisnis lebih susah dibandingkan membuatnya. Hal ini benar adanya, karena seperti yang kita ketahui, dari banyak nya startup yang muncul ke permukaan, hanya sedikit saja yang mampu bertahan. 

Meskipun ada juga startup asal Indonesia yang sudah menyandang status unicorn dan decacore seperti Gojek dan J&T express. Tapi tentu saja yang berhasil tidak sebanyak yang gagal alias gulung tikar. 

Jadi, ketika kamu telah berhasil membuat sebuah bisnis startup, itu bukanlah akhir dari perjuangan mu. Melainkan langkah awal untuk menuju kesuksesan. Kamu harus terus melakukan inovasi dan mempertahankan startup mu dari banyak nya masalah yang akan datang. Dan kamu juga harus siap menghadapi persaingan bisnis dengan orang lain. 

Di Indonesia sendiri ada lebih 2000 startup yang ada, yang membuat Indonesia menjadi negara ke 5 dengan startup terbanyak. Tapi seberapa banyak yang mampu bertahan? Dan kenapa di Indonesia banyak Startup yang muncul tetapi hanya sebagian kecil yang berhasil? 

Nah, berikut ini adalah penyebab terjadinya kegagalan dalam startup dan Tips untuk mempertahankan startup. Simak penjelasannya berikut.

Startup

6 Penyebab Startup Tidak Berkembang 

Sebuah bisnis bisa dikatakan sukses ketika sudah bisa mendapatkan keuntungan yang besar dan berkembang dengan pesat. Tetapi untuk mencapai kesuksesan tidaklah mudah. Kebanyakan pengusaha terlalu fokus pada keuntungan dan melupakan perkembangan bisnisnya. 

Kamu perlu menyadari pen penyebab bisnis tidak berkembang. Ada beberapa hal yang perlu dipelajari untuk memastikan bisnis berkembang pesat. Khususnya untuk memastikan bahwa usaha yang dijalani saat ini telah melakukan beberapa inovasi. Tidak banyak orang menyadari hal tersebut atau bahkan mengevaluasi perusahaannya sendiri.

Dibawah ini adalah 6 penyebab startup mu tidak mengalami perkembangan, yaitu: 

  1. Tim yang Kurang Solid

Salah satu penyebab bisnis tidak berkembang yang dialami sebagian besar pengusaha adalah memiliki tim yang kurang solid. Padahal, tim merupakan hal penting yang harus dijaga kekompakannya. 

Tim yang kurang solid biasanya ditandai oleh sulitnya proses kolaborasi dan kurangnya koordinasi antara satu sama lain. Dalam hal berbisnis, kamu harus berhati hati dalam memilih tim, terutama pada tahun tahun pertama berdiri. 

Karena hal ini akan menentukan bagaimana masa depan bisnis kamu. Tanpa tim yang solid, bisnis akan sulit berkembang dan kemungkinan besar akan gulung tikar. Menemukan tim yang solid dan amanah tentu bukan hal yang mudah. Salah satu tips dalam menciptakan tim yang solid adalah dengan mempererat hubungan profesional.

  1. Target Pasar Belum Jelas

Untuk memasarkan sebuah produk, kita harus mencari target pasar terlebih dahulu. Target pasar yang dimaksud disini adalah orang orang yang ingin kamu bidik untuk menggunakan produk atau jasa yang startup mu berikan. 

Jika target pasar tidak jelas, kamu nantinya akan kesulitan untuk menentukan produk yang ingin dibuat agar bisnis bisa berkembang. Sebagai contoh, kamu menjual produk kecantikan, maka target pasar yang kamu bidik adalah anak perempuan muda. Sehingga kamu bisa membuat desain produk yang terlihat lebih feminim dan memberikan kesan cantik. 

Jika kamu belum memiliki target pasar mu, lebih baik kamu melakukan riset terlebih dahulu sebelum mengeluarkan produk atau membuat startup. 

  1. Tidak Memahami Pesaing

Memahami pesaing adalah kunci sukses seorang pengusaha. Persaingan dalam bisnis tidak mudah untuk dipahami, kecuali dengan mempelajari pesaing. Maka, melakukan market research menjadi kunci bagi perusahaan untuk berkembang. Tim riset berpengalaman berpeluang untuk membantu memajukan perusahaan dengan cepat.

Market research atau consulting bisa membantu untuk mengembangkan usaha. Banyak orang yang menggunakan salah satu cara ini

  1. Tidak Melakukan Evaluasi 

Dalam bisnis, perlu adanya evaluasi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala yang dirasakan. Dan ketidakmampuan seorang pengusaha untuk mengevaluasi perusahaan saya sering menjadi kendala terbesar. Seharusnya setiap tahun, kamu perlu melakukan evaluasi bisnis untuk mengetahui bagaimana penjualan dan kemajuan dari tahun-tahun sebelumnya.

Mengevaluasi sebuah bisnis minimal setahun sekali digunakan untuk bisa melihat bagaimana bisnis kamu berkembang dan seberapa besar jumlahnya. Jika hasilnya tidak seperti yang diharapkan, berarti ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam sistem bisnis kamu. Untuk mengatasi hal ini, setidaknya kamu harus melakukan briefing dan evaluasi dengan karyawan.

  1. Sumber Daya Manusia (SDM) Kurang Mumpuni 

Kemampuan SDM adalah kunci sukses suatu perusahaan. Sumber daya manusia yang tidak memadai hanya akan membuat bisnis kamu macet dan sulit berkembang. Maka dari itu kamu harus mencari SDM yang berkualitas dan berkarakter. 

Selain itu kamu juga bisa memperbaharui SDM nya dalam jangka waktu tertentu dengan memberikan pelatihan. 

  1. Kurangnya Pendanaan dan Modal 

Hal keenam yang dapat membuat startup mu tidak berkembang adalah dengan kurangnya pendanaan dan modal. Modal merupakan hal utama dan terpenting dalam sebuah bisnis. Semakin besar bisnis yang kita inginkan, semakin besar pula modalnya. Termasuk ketika kamu ingin mengembangkan bisnis menjadi lebih besar.

Tentu badan usaha membutuhkan tambahan modal terutama dalam bentuk dana untuk melakukannya. Jika kekurangan modal untuk mengembangkan bisnis, hal tersebut bisa menjadi penyebab usaha tidak berkembang. 

Maka dari itu kamu harus bisa menarik investor untuk melakukan investasi ke bisnis yang sedang kamu buat. 

Startup

6 Cara Mempertahankan Startup Yang Kamu Kembangkan

  1. Memberikan Pelayanan Yang Terbaik

Salah satu hal yang penting dalam sebuah startup terdapat dalam pelayanan atau service yang diberikan. Seorang customer berhak untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik. Para pelanggan ada karena pengalaman yang mereka dapatkan. Sehingga mereka akan terus membeli atau menggunakan produk yang startup mu berikan. 

Walaupun produk yang kamu berikan berkualitas dan yang terbaik di kelasnya, tetapi pelayanan atau service yang startup mu berikan tidak ada. Maka perlahan para customer tidak akan memakai produk mu lagi. Tentu saja kamu tidak ingin hal ini terjadi bukan?

Contohnya adalah ketika ada customer yang bertanya tentang produk apa yang kamu jual, atau dia menanyakan hal tentang layanan yang kamu berikan. Maka sebisa mungkin memberikan respon yang berkesan ramah dan informatif. Kamu bisa mulai dengan menyapa terlebih dahulu dan mulai menjabarkan secara rinci. Pada kesempatan lain, bisa juga pihakmu memfollow up kepada pelanggan tetap, mengenai produk terbaru kamu.

  1. Menghadirkan Inovasi pada Bisnis Startup

Inovasi diperlukan dalam perkembangan bisnis pada startup. Penerapan inovasi oleh pelaku usaha amatlah penting. Hal ini dikarenakan dengan menciptakan daya saing yang sehat akan memberikan keuntungan maksimal pada bisnis yang sedang kamu jalani. Saat telah memiliki kesempatan yang baik untuk menuangkan ide-ide kreatif dan inovasi, segera lakukan.

Sekalipun demikian, tingkat persaingan yang tinggi merupakan sebuah tantangan bagi para pelaku bisnis, sehingga membutuhkan strategi. Menghadirkan inovasi memiliki hubungan dengan kualitas dari SDM (Sumber Daya Manusia) suatu perusahaan. Inovasi yang baik biasanya dihasilkan oleh pemikiran SDM yang hebat. 

  1. Harus Pintar Mengelola Keuangan 

Hal berikutnya yang bisa kamu lakukan untuk mempertahankan startup mu adalah kamu harus pintar mengelola keuangan. Walaupun bisnismu berkembang dan kamu mendapatkan keuntungan yang banyak, hal itu bukan menjadi alasan untuk lebih bebas dalam memakai uang bisnis kamu.

Mengontrol keuangan menjadi strategi mempertahankan bisnis yang harus dilakukan. Kamu harus dapat membuat kondisi kas selalu aman terkendali dan pastikan kamu menyesuaikan serta merencanakan anggaran keuangan sesuai kebutuhan.

Bisnis yang berkembang memang terkadang selalu diikuti dengan adanya peningkatan pengeluaran. Seperti contohnya, ketika startup mu mengalami perkembangan, maka kamu perlu menyiapkan biaya lebih untuk membeli bahan produksi atau menambah sumber daya manusia baru.

Tetapi walaupun demikian, kamu tidak boleh sampai boros, kamu harus selalu cermat dan hati-hati agar arus kas bisnis tetap lancar dan dapat diputar kembali dengan baik.

  1. Menjalin Hubungan Kerja Sama Dengan Mitra yang Tepat

Kerja sama untuk membangun sebuah bisnis memang diperlukan. Bayangkan jika kamu membangun startup tetapi kamu tidak memiliki mitra bisnis. Mungkin memang bisa, hanya saja tidak efektif. 

Menjalin kerja sama dengan mitra tentunya akan mendapatkan beberapa manfaat, seperti bisa menjangkau target pasar yang lebih luas, mendapatkan dana investor, dan lain-lain. Menjalin kemitraan memiliki arti bahwa kedua belah pihak seharusnya saling mendapatkan keuntungan. Hindari bersepakat bersama mitra yang tidak sejalan dengan tujuan bisnis kamu. 5. Ikuti Perkembangan Pasar pada Bisnis Startup

Tahukah kamu, jika perkembangan pasar pada dunia startup selalu berubah berubah sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Kamu harus pintar membaca keadaan dan menangkap setiap peluang yang datang. 

Seperti yang kita ketahui, bahwasannya setiap tahunnya banyak inovasi inovasi baru yang muncul dari para pesaing bisnis. Jika kamu tidak mengikuti perkembangan ini, dapat dipastikan kamu akan ketinggalan kesempatan kesempatan besar. Sehingga dapat menyebabkan loyalitas customer perlahan akan memudar. 

Walaupun harus mengikuti trend, tetapi kamu juga tidak boleh gegabah dan sembarangan, kamu harus bisa memilah dan memilih perkembangan yang baik untuk bisnis startup mu. 

  1. Upgrade Kualitas SDM

Kualitas SDM atau Sumber Daya Manusia sangatlah berpengaruh dalam jalannya dunia bisnis kamu. Jika kamu ingin menghasilkan produk-produk luar biasa, mempunyai kinerja bisnis yang baik dan juga melayani pelanggan dengan maksimal, perhatikan selalu kualitas kerja karyawan.

Idealnya, kamu bisa merekrut karyawan-karyawan baru yang memiliki kemampuan tertentu tetapi tak ada salahnya untuk memaintain karyawan lama sehingga mereka tidak kehilangan kualitasnya.

Bila kamu menemukan karyawan yang terus menunjukan kemunduran, segera ditindak. Berilah dia kesempatan untuk memperbaikinya, jika tidak kunjung membaik, jangan terlalu banyak kompromi dan langsung tindak sesuai kebijakan yang ada.

Untuk itu, proses pengembangan diri para karyawan sangat penting adanya, entah itu dengan mengadakan pelatihan khusus, memberikan pendidikan, mengadakan pembinaan, membuka recruitment, dan memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada karyawan yang berprestasi dan lain sebagainya.

Apakah kamu juga mempunyai startup? atau ingin membangun startup? kamu bisa ikuti program kuliah di STIMIK IDS dengan jurusan Startup teknologi (S2) dan bergelar Magister Inovasi Sistem dan Teknologi. Kamu akan di bimbing dengan dosen-dosen yang ahli dibidangnya.

 

Posted in: News