Menparekraf Mengembangkan Sektor Pariwisata Menggunakan Teknologi Big Data - IDS Digital College

Menparekraf Mengembangkan Sektor Pariwisata Menggunakan Teknologi Big Data

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengungkapkan rencananya pada 2020 kemarin tentang penerapan strategi inovasi dengan menggunakan teknologi Big Data. Big Data ini digunakan untuk mengerjakan dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi COVID-19. 

 

“Strategi yang mungkin untuk diadopsi adalah strategi inovasi dengan menggunakan teknologi, pendekatan big data, dan pendekatan kekinian untuk memetakan baik dari segi potensi maupun penguatan,” jelas Sandiaga. 

 

Sandiaga juga menjelaskan jika dengan mengadopsi teknologi big data ini, pelaku sektor industri pariwisata dan ekonomi kreatif bisa dipastikan bertahan di tengah pandemi. “Pentingnya adaptasi untuk bertahan dan menangkap peluang di tengah pandemi. Meskipun begitu semua pihak harus selalu mendahulukan keselamatan dan kesehatan di setiap destinasi pariwisata dan setiap lini ekonomi kreatif,” tegasnya. 

 

Sandiaga juga menambahkan jika pihaknya akan berkolaborasi dengan semua pihak. Mulai dari pemerintah, lembaga, provinsi, akademisi, pemerintah pusat, masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah kabupaten, pemerintah kota hingga dunia usaha. 

 

Menparekraf akan melakukan yang terbaik untuk bekerjasama dengan pelaku industri yang ada. Mulai dari bergabung dalam asosiasi seperti HIPMI, Kadin, PHRI dan asosiasi lainnya yang berhubungan dengan sektor pariwisata, dimana ini merupakan fokus terpenting yang dibutuhkan saat ini. 

 

Inovasi ini akan diterapkan sebagai strategi pemasaran pariwisata pada tahun 2021. “Kalau bicara tentang big data, tentunya kita berbicara mengenai bagaimana digital itu sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita sehari-hari,” ujar Angela selaku Wamenparekraf. 

 

Angela juga memberikan contoh mengenai penggunaan big data dalam memberikan cara promosi yang lebih mudah dan efektif daripada promosi personal yang biasanya dilakukan di berbagai platform media sosial.

 

“Misalnya menggunakan Facebook, Instagram, Youtube, jika kita klik atau suka sama sesuatu, seringkali kita akan diarahkan dan di-promote oleh hal-hal yang mirip dengan itu,” jelas Angela. 

 

Prinsip yang sama juga berlaku dengan strategi promosi yang akan digunakan Kemenparekraf. Bagi orang-orang yang menyukai hal-hal yang berbau pariwisata dan ekonomi kreatif, nantinya akan mendapatkan iklan atau promosi yang berkaitan dengan hal-hal tersebut. 

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat