Data Center Jawa Barat Mengalami 6 Juta Serangan Siber di Tahun 2020 - IDS Digital College

Data Center Jawa Barat Mengalami 6 Juta Serangan Siber di Tahun 2020

Tahun 2020 kemarin memang tercatat sebagai tahun dimana terjadi peningkatan secara masif dalam kasus cyber crime. Hal ini terjadi hampir di seluruh dunia, Indonesia, Jawa Barat pun tidak luput dari terkena serangan siber pada tahun 2020. 

 

Dilansir dari detikinet, Data Center milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengalami peningkatan serangan siber. Tercatat di Diskominfo (Dinas Informasi dan Komunikasi) Jawa Barat bahwa dari Januari hingga pertengahan 2020 terjadi 6 juta serangan yang terdeteksi.

 

Setiaji selaku Kepala Dinas Diskominfo Jawa Barat menjelaskan dalam Sandika Mania SERIES#6 yang bertema Building The Power of Information Security in Regional Government bahwa serangan siber di Jabar terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2019. Sedangkan untuk tahun 2020 terdapat enam juta serangan siber. 

 

Serangan tertinggi terjadi di bulan September dimana mencapai hampir 1,4 juta aksi cyber attack yang terjadi. Peningkatan serangan ini meningkat sebanyak 50% dibandingkan tahun 2019, dan terus bertambah seiring meningkatnya pengguna internet di Indonesia. 

 

“Ini tentu menjadi tantangan bagi kami seiring dengan semakin banyaknya aplikasi yang dibuat. Ada sekitar 400 lebih yang harus diamankan. Alhamdulillah semua serangan itu bisa diatasi,”ujar Setiaji.

 

“Untuk menangani serangan siber ini diperlukan kolaborasi dengan banyak pihak. Kemudian perlu diskusi lebih banyak terkait upaya pengamanan data centre, termasuk dengan white hacker,” lanjutnya. 

 

Dengan melakukan diskusi di Sandikamimania SERIES#6, diharapkan mampu meningkatkan kolaborasi antara pemerintah dengans emua pihak termasuk juga white hacker agar semakin mampu menangani ancaman di masa depan yang kemungkinan besar akan terus meningkat. 

 

Meskipun serangan siber di Jabar meningkat pesat, namun secara nasional cyber attack yang terjadi sudah mengalami penurunan hingga 88 juta serangan.”Kita harus mengetahui persis ancaman bisa datang dari mana saja. Bagaimana kita mengamankan informasi dari serangan siber. Sehingga tema seminar ini sangat cocok untuk membangun kemampuan kita dalam mengamankan data dan jaringan,” ujar Setiawan Wangsaatmadja selaku Sekda Jabar. 

 

Menurutnya, hal ini sudah sesuai dengan lima langkah percepatan transformasi digital yang ditegaskan Presiden, yakni antara lain perluasan akses dan infrastruktur digital serta layanan internet, mempersiapkan roadmap transformasi digital, menyiapkan SDM dan regulasi serta skema pembiayaannya, dan mempercepat integrasi pusat data nasional.

 

“Kita membutuhkan cyber security karena hacker itu ada yang niat dan ada yang iseng, ingin mencoba kekuatan kita atau membuktikan keamanan kita. Jadi intinya harus selalu siap,” jelas Setiawan. 

 

Menurut setiawan pada 2025 nanti akan dibanjiri datasphere namun sebagian besar data masih belum terstruktur. Hanya sekitar 20% saja yang sudah baik dan dikelola dengan matang. Memiliki data yang andal dan aman harus menjadi tujuan dari Pemprov Jabar.

 

Tertarik ingin bekerja di bidang cyber security? Tenang saja, kini kamu bisa bergabung dengan IDS Digital Collage salah satu Kampus terbaik buat kamu yang ingin ambil jurusan Teknik Informatika! Raih mimpimu bekerja di bidang cyber security bersama IDS Digital Collage!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat