Mengetahui Sepak Terjang Zoom sebagai Aplikasi Tersukses Sepanjang Tahun 2020 - IDS Digital College

Mengetahui Sepak Terjang Zoom sebagai Aplikasi Tersukses Sepanjang Tahun 2020

Adanya pandemi COVID-19 yang terjadi hampir sepanjang tahun 2020 ini membuat seluruh masyarakat di dunia menjalani social distancing dan melakukan sebagian aktivitas di rumah. Hal ini menyebabkan aktivita sosial berpindah dari offline ke online. Video call dan conference call jadi sarana untuk saling bertatap muka secara online. Salah satu aplikasi yang banyak digunakan adalah Zoom. 

 

Tanpa membutuhkan dukungan dari raksasa digital seperti Cisco, Facebook, Google, atau Microsoft, Zoom tetap mampu bersaing. Akibat kebijakan WFH ini, Zoom yang mulanya adalah sebuah perusahaan kecil dibanjiri oleh konsumen dari berbagai dunia yang ingin mencoba aplikasi ini secara gratis. Beberapa konsumen yang merasa puas memutuskan untuk membayar fitur penuh dari Zoom. 

 

Pendapatan Zoom Meningkat

 

Tingginya minat individu yang tertarik untuk menggunakan layanan Zoom membuat pendapatan dari Zoom sendiri meningkat hingga 4 kali lipat dengan laba yang melonjak 90 kali lipat. Tentu saja ini mengejutkan berbagai analis pasar modal. Saham zoom jadi salah satu saham dengan kinerja terbaik di tahun 2020 lalu. Kenaikan saham Zoom lebih dari 450%.diikuti dengan saham Moderna dan Nio yang merupakan pesaing Tesla dari Tiongkok.

 

Keuntungan yang meroket ini membuat Eric Yuan, selaku CEO dari Zoom menjadi salah satu orang yang makin kaya di tengah pandemi COVID-19. Sebelumnya, Eric Yuan telah melakukan IPO pada bulan April 2019 lalu. Kesuksesan Zoom kini membuatnya menjadi salah satu dari 100 orang terkaya di dunia menurut FactSet. Aset saham Eric di Zoom kini ditaksir bernilai sekitar US$ 17 miliar. Sedangkan menurut data Bloomberg Billionaires Index, Eric berada di peringkat ke-100 orang terkaya dengan aset US$ 18,2 miliar, dan terus meningkat hingga US$ 14,6 miliar selama tahun 2020 ini. 

 

Zoom Dengan Segala Kontroversinya

 

Perjalanan Zoom untuk mencapai kesuksesan ini di tahun 2020 sama sekali nggak mulus. Di awal tahun 2020, Zoom malah mendapatkan banyak ritisi atas keamanan privasi bagi para pengguna. Kemudian banyak spekulasi yang mempertanyakan apa koneksi Eric dengan pemerintah Tiongkok. 

 

Zoom bahkan dituduh mendekati Pemerintah Tiongkok lantaran memblokir pertemuan memperingati Protes Tiananmen 1989 pada aplikasinya. Josh Hawley, senator dari Republikan menuding Eric mendukung upaya mensensor dan meredam hak kebebasan berpendapat. 

 

Karena banyaknya kontroversi yang bermunculan antara Zoom dan Tiongkok, Eric pun angkat suara, 

 

“Saya menjadi warga negara AS pada Juli 2007. Saya bahagia tinggal di AS sejak 1997. Zoom adalah perusahaan AS, didirikan dan berpusat di California, berbadan usaha di Delaware dan ditransaksikan di Nasdaq”. Ungkapnya dikutip dari CNBC.com. 

 

Dukungan Pengguna untuk Zoom

 

CEO Coupa, Rob Bernshteyn yang merupakan salah satu pelanggan lama Zoom, yang juga teman lama Eric mengungkapkan dirinya ikut bahagia atas pencapaian yang sudah diraih oleh Eric. Menurut Rob, sejak awal mendirikan Zoom, Eric menginginkan platform ini dapat memberikan kebahagiaan bagi para penggunanya. 

 

“Jika transformasi digital berakselerasi, kita tentunya ingin mendukung perusahaan yang mendorong akselerasi itu,” ungkap Rob. 

 

Meski perjalanan Zoom tidaklah mulus dan sempat menuai kontroversi, dari data Bloomberg disebutkan, Eric punya aset dua kali lebih banyak dari Marc Benioff, co founder dan CEO Salesforce. Di awal bulan Desember 2020 lalu, Marc Benioff memberikan pujian pada Zoom karena aplikasi ini dapat membantu tenaga pemasar bertemu langsung dengan pelanggan untuk melakukan tugasnya. 

 

Apakah kamu punya cita-cita sukses seperti Eric Yuan dengan aplikasi Zoom-nya? Kuliah jurusan Teknik Informasi di IDS Digital Collage aja!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat