Niunet, StartUp Asal Papua Nugini yang Bisa Bikin Belajar Tanpa Internet - IDS Digital College

Niunet, StartUp Asal Papua Nugini yang Bisa Bikin Belajar Tanpa Internet

 

David Valentine dan co founder-nya Rebekah Ilave membuat perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan Niunet untuk menyelesaikan masalah PNG— kesulitan mendapatkan materi pendidikan digital akibat dari jaringan internet yang buruk. Berbeda dengan Indonesia yang sudah mulai menggunakan banyak kelas online untuk pelajaran saat ini hingga orang bisa kuliah sambil kerja, Papua Nugini masih kesulitan  dalam mendistribusikan materi pendidikan digital karena jangkauan internet yang buruk. 

Valentine merupakan veteran software engineer yang telah bekerja untuk Data Nets dan Allcom PNG, yang menangani aspek teknis. Sedangkan Rebekah merupakan analisis berpengalaman yang telah bekerja untuk ExxonMobil PNG dan Bank Dunia.

Startup dengan model penyampaian pendidikan yang inovatif tersebut menarik minat dari Seedstars’ organizers, yang mengundang Valentine dan Ilave untuk hadir di acara Port Moresby baru-baru ini. Niunet berhasil menempati posisi pertama di antara 12 startup PNG yang dinilai menjanjikan. 

Niunet juga akan mewakili Papua Nugini dalam acara Seedstars Asia Summit di Bangkok dan Global Seedstars Summit di Swiss. Startup ini punya peluang memenangkan 500.000 US$ dalam investasi ekuitas. 

Niunet didirikan untuk bisa membantu lembaga pembelajaran dalam menyampaikan konten pendidikan yang ditargetkan kepada siswa tanpa akses internet. Karena biaya internet tidak mudah untuk dijangkau bagi kebanyakan orang Papua Nugini. Meskipun begitu, ada 30% dari populasi Papua Nugini atau sekitar 2,5 juta orang memiliki ponsel yang bisa mereka gunakan untuk mengakses konten pendidikan di Niunet. 

Sementara itu, untuk konten pendidikannya sendiri disediakan oleh Niunet Box. Dengan biaya langganan bulanan, perusahaan akan memasang Niunet Box di lembaga pembelajaran untuk mengekstrak data minat dari siswa. Kemudian menganalisis permintaan konten dan memberitahu lembaga tentang jenis konten yang diinginkan siswa. Gampangnya adalah, meskipun kamu berada di pedesaan dan tidak ada koneksi internet ke perangkat selular, tapi kamu masih bisa mengakses konten pembelajaran melalui Niunet. 

Baca Juga : Perusahaan StartUp Dapatkan Pendanaan Dari Genesis dan CIMB Niaga

“Contohnya adalah ketika Niunet Box bisa menentukan bahwa siswa jurusan teknik informatika mempelajari bahasa pengkodean Python. Kemudian kami akan bekerja sama dengan institusi untuk mengembangkan materi pelatihan dan konten seputar Phyton untuk bisa diakses siswa,” jelas Valentine. 

Jaringan berkecepatan tinggi dari Niunet memungkinkan siswa untuk bisa mengakses konten pendidikan seperti TED talks, open-source textbook, wikipedia hingga video tutorial tanpa menggunakan internet. 

Valentine memiliki visi untuk masa depan PNG, dan itu melibatkan pemberdayaan SDM yang memiliki kemampuan untuk melakukan coding. Inilah alasan mengapa dia secara sukarela mengajar tentang coding kepada anak perempuan di sekolah dasar. Karena dia yakin bahwa akan ada masa depan yang cerah untuk Internet dan Teknologi Komunikasi (TIK) dan kesempatan untuk mengajari orang lain tentang membuat code (coding). 

“Kami berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang PNG untuk mempelajari coding. Kami PNG coders, atau pembuat kode dari PNG bisa membuat aplikasi, skrip dan software yang berguna. Saya percaya dengan alat yang tepat, orang Papua Nugini bisa mempelajari keterampilan ini dan bekerja untuk marketplace.

Jika Papua Nugini bisa membuat startup pendidikan yang menakjubkan seperti ini. Kamu juga harus bisa dong! Gimana caranya? Tentu saja dengan kuliah jurusan teknik informatika di IDS Digital College. Hanya di IDS Digital College kamu bisa ambil kuliah full time atau kuliah sambil kerja lho! 

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat