Perbedaan Antara Google Maps dan Waze, Mana yang Paling Canggih? - IDS Digital College

Perbedaan Antara Google Maps dan Waze, Mana yang Paling Canggih?

Pengguna Google Maps pasti tidak asing dengan Waze yang merupakan kompetitornya. Kedua aplikasi tersebut masuk dalam kategori navigasi dan dibuat untuk iPhone dan Android. Meski sama dari segi fungsi, namun perbedaannya dapat dilihat dengan mudah bagi orang awam terutama kamu yang berkutat di jurusan Teknik Informatika dan tidak asing dengan aplikasi semacam ini. Lalu, bagaimanakah perbandingannya? Simak rangkuman berikut. Apa Perbedaan Google Maps dan Waze? Aplikasi Google Maps sudah lama dikenal sebagai standar emas dalam urusan navigasi karena menyediakan petunjuk arah berkualitas tinggi lebih dari sekadar mengemudi. Bahkan, juga mendukung petunjuk arah untuk berjalan kaki, bersepeda, hingga transportasi umum. Didirikan tahun 2005, Google maps jadi salah satu platform pemetaan paling awal dan memiliki hampir 130 juta pengguna lebih banyak dibanding Waze untuk wilayah AS saja. Di sisi lain, Waze adalah aplikasi yang murni berfokus pada pengemudi yang didirikan tahun 2008 dan diakuisisi oleh Google Maps lima tahun kemudian. Platform ini terkenal karena pendekatannya yang sangat bersumber dari kerumunan, karena menggunakan informasi berbasis komunitas tentang kondisi jalan dari penggunanya. Waze dianggap lebih jelas dalam mengambil pendekatan yang lebih modern, menawarkan antarmuka minimalis (meskipun agak kartun), dibandingkan tampilan tradisional Google Maps. Pengemudi bisa berbagi data waktu nyata terkait kecelakaan, insiden lalu lintas, batas kecepatan, alat pengukur kecepatan, dan informasi perjalanan lainnya yang membantu pengemudi lain menavigasi rute secepat mungkin. Perbandingan Google Maps dan Waze Perlu diingat, meski kedua aplikasi navigasi ini pesaing berat, mereka berbagi perusahaan induk yang sama, yaitu Google. Di tahun 2013, Google mengakuisisi Waze lebih dari satu miliar dolar. Sejak saat itu, Waze terus beroperasi secara independen. Kamu bisa melihat perbandingannya sebagai berikut: Waze berbasis komunitas, Google Maps lebih berbasis data. Waze banyak memberikan informasi hanya untuk mobil, sementara Google Maps menawarkan petunjuk arah berjalan kaki, mengemudi, bersepeda, dan transportasi umum. Mereka juga punya fitur "Jelajahi" bawaan yang memungkinkan pengguna melihat acara, ulasan, foto, tempat menarik, dll. Bahkan ada mode "tampilan jalan" untuk melihat berbagai hal di permukaan jalan. Waze butuh koneksi data, Google Maps tersedia offline. Google Maps menyertakan data bisnis seperti menu, jam buka, dan nomor telepon, sedangkan Waze tidak. Waze menawarkan info waktu nyata seperti penutupan jalan, bahaya di jalan raya, peringatan lalu lintas, dan kondisi lalu lintas waktu nyata berdasarkan data pengemudi. Google Maps baru mulai memasukkan beberapa fitur ini baru-baru ini. Google Maps menggunakan antarmuka navigasi tradisional, sedangkan Waze menawarkan antarmuka yang ramping dan minimal menggunakan bahasa desain terbaru. Google Maps cukup mendasar, Waze menawarkan penyesuaian tingkat tinggi (termasuk suara selebriti!) Singkatnya, Google Maps adalah alat navigasi yang sederhana namun kuat yang memilih rute tercepat dan paling efisien. Kedua aplikasi navigasi seperti Google Maps dan Waze sama-sama menawarkan fitur berbeda untuk kenyamanan penggunanya. Dengan menyimak perbandingan tadi, kamu bisa pilih mana dari dua aplikasi tersebut yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Kamu yang tertarik sama hal-hal berbau aplikasi dan merangkai jaringan serta menciptakan fitur-fitur seperti Google Maps dan Waze, pasti bakal tertarik dengan mengambil kuliah jurusan Teknik Informatika atau jurusan Sistem Informasi. Belajarnya di IDS Digital College aja, yuk!

Pengguna Google Maps pasti tidak asing dengan Waze yang merupakan kompetitornya. Kedua aplikasi tersebut masuk dalam kategori navigasi dan dibuat untuk iPhone dan Android. Meski sama dari segi fungsi, namun perbedaannya dapat dilihat dengan mudah bagi orang awam terutama kamu yang berkutat di jurusan Teknik Informatika dan tidak asing dengan aplikasi semacam ini. Lalu, bagaimanakah perbandingannya? Simak rangkuman berikut. 

Apa Perbedaan Google Maps dan Waze?

Aplikasi Google Maps sudah lama dikenal sebagai standar emas dalam urusan navigasi karena menyediakan petunjuk arah berkualitas tinggi lebih dari sekadar mengemudi. Bahkan, juga mendukung petunjuk arah untuk berjalan kaki, bersepeda, hingga transportasi umum. Didirikan tahun 2005, Google maps jadi salah satu platform pemetaan paling awal dan memiliki hampir 130 juta pengguna lebih banyak dibanding Waze untuk wilayah AS saja. 

Di sisi lain, Waze adalah aplikasi yang murni berfokus pada pengemudi yang didirikan tahun 2008 dan diakuisisi oleh Google Maps lima tahun kemudian. Platform ini terkenal karena pendekatannya yang sangat bersumber dari kerumunan, karena menggunakan informasi berbasis komunitas tentang kondisi jalan dari penggunanya.

Waze dianggap lebih jelas dalam mengambil pendekatan yang lebih modern, menawarkan antarmuka minimalis (meskipun agak kartun), dibandingkan tampilan tradisional Google Maps. Pengemudi bisa berbagi data waktu nyata terkait kecelakaan, insiden lalu lintas, batas kecepatan, alat pengukur kecepatan, dan informasi perjalanan lainnya yang membantu pengemudi lain menavigasi rute secepat mungkin.

Perbandingan Google Maps dan Waze 

Perlu diingat, meski kedua aplikasi navigasi ini pesaing berat, mereka berbagi perusahaan induk yang sama, yaitu Google. Di tahun 2013, Google mengakuisisi Waze lebih dari satu miliar dolar. Sejak saat itu, Waze terus beroperasi secara independen. 

Kamu bisa melihat perbandingannya sebagai berikut:

  • Waze berbasis komunitas, Google Maps lebih berbasis data.
  • Waze banyak memberikan informasi hanya untuk mobil, sementara Google Maps menawarkan petunjuk arah berjalan kaki, mengemudi, bersepeda, dan transportasi umum. Mereka juga punya fitur “Jelajahi” bawaan yang memungkinkan pengguna melihat acara, ulasan, foto, tempat menarik, dll. Bahkan ada mode “tampilan jalan” untuk melihat berbagai hal di permukaan jalan.
  • Waze butuh koneksi data, Google Maps tersedia offline.
  • Google Maps menyertakan data bisnis seperti menu, jam buka, dan nomor telepon, sedangkan Waze tidak.
  • Waze menawarkan info waktu nyata seperti penutupan jalan, bahaya di jalan raya, peringatan lalu lintas, dan kondisi lalu lintas waktu nyata berdasarkan data pengemudi. Google Maps baru mulai memasukkan beberapa fitur ini baru-baru ini.
  • Google Maps menggunakan antarmuka navigasi tradisional, sedangkan Waze menawarkan antarmuka yang ramping dan minimal menggunakan bahasa desain terbaru.
  • Google Maps cukup mendasar, Waze menawarkan penyesuaian tingkat tinggi (termasuk suara selebriti!)
  • Singkatnya, Google Maps adalah alat navigasi yang sederhana namun kuat yang memilih rute tercepat dan paling efisien.

Baca Juga : Mengenal Apa itu Duckduckgo, Mesin Pencari Saingan Google yang Peduli Privasi User-nya

Kedua aplikasi navigasi seperti Google Maps dan Waze sama-sama menawarkan fitur berbeda untuk kenyamanan penggunanya. Dengan menyimak perbandingan tadi, kamu bisa pilih mana dari dua aplikasi tersebut yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Kamu yang tertarik sama hal-hal berbau aplikasi dan merangkai jaringan serta menciptakan fitur-fitur seperti Google Maps dan Waze, pasti bakal tertarik dengan mengambil kuliah jurusan Teknik Informatika atau jurusan Sistem Informasi. Belajarnya di IDS Digital College aja, yuk!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat