6 Trik Jitu yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Mencegah Serangan Ransomware - IDS Digital College

6 Trik Jitu yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Mencegah Serangan Ransomware

Era digital menuntut kamu untuk menghabiskan waktunya untuk browsing di internet. Banyaknya pengguna yang beraktivitas di internet ini bisa membuka celah adanya serangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Disinilah pentingnya peranan cyber Security Indonesia, mencegah serta meminimalisir cyber attack hingga ransomware. Ransomware merupakan jenis malware yang mulanya menginfeksi dan menyerang komputer. Kemudian serangan ini akan melacak dan mengenkripsi data penggunanya dengan kode rahasia unik yang hanya diketahui oleh pembuat serangan Bagaimana Cara Mencegah Ransomware? Backup Data Sebagai pengguna komputer dan internet yang aktif, infeksi ransomware bisa kamu cegah dengan cara rutin melakukan backup data. Biasakan setiap melakukan sesuatu backup data cadangan melalui drive, cloud, dropbox dan perangkat lainnya. Para hacker biasanya menggunakan ransomware ini untuk mencuri data kemudian mengancam menjualnya ke black market dengan minta tebusan. Update Sistem Operasi dan Aplikasi Otomatis Tahukah kamu kalau Microsoft melakukan update sekuriti setiap hari Selasa di minggu kedua setiap bulannya. Pastikan kamu punya jadwal khusus untuk update sekuriti layaknya Microsoft. Lakukan update pada sistem operasi dan semua program yang terinstal di komputer untuk mencegah ransomware. Beberapa aplikasi yang sering diserang antara lain Firefox, Chrome, Safari, Opera, Internet Explorer, Adobe Flash Player, Java, dan freeware (download manager). Wajib Instal Antivirus Coba untuk instal antivirus dengan kemampuan identifikasi ransomware tanpa harus tergantung tanpa update sistem operasi. Kamu juga bisa memasukkan perangkat lunak dalam whitelist yang secara otomatis bisa mencegah aplikasi ilegal. Jika kamu sudah punya antivirus, lakukan pembaharuan secara berkala agar terhindar dari serangan ini. Hati-hati Saat Download Hati-hatilah saat mendownload apapun! Jangan sembarang mendownload lampiran, file yang nggak kamu tahu keamanannya. Kalau kamu rasa file tersebut nggak cukup reliable, lebih baik jangan di download. Apalagi saat kamu ingin menginstal suatu perangkat lunak yang diminta akses administratif, lebih baik jangan. Karena kamu nggak benar-benar ngerti apa fungsinya. Non Aktif File Sharing Pastikan kamu nonaktifkan file sharing atau fitur SMB File Sharing jika sudah tidak digunakan. Karena ransomware menyebar melalui jaringan, sebaiknya fitur tersebut dimatikan saja. Nonaktifkan berarti kamu tidak memberi izin file sharing ke jaringan. Jangan Klik Email Sembarangan Ransomware bisa menyerang lewat website atau email. Maka sebaiknya kamu menghindari untuk klik email pada link yang kamu sendiri nggak tahu siapa pengirimnya. Bisa saja email tersebut berasal dari oknum yang nggak jelas, atau bahkan dari hacker yang menyerangmu dan meminta tebusan uang. Udah mentok dengan cara ini dan jadi pengen lebih jago nanganin cyber attack? Daftar kuliah S1 Jurusan Sistem Informasi dan Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College aja!

Era digital menuntut kamu untuk menghabiskan waktunya untuk browsing di internet. Banyaknya pengguna yang beraktivitas di internet ini bisa membuka celah adanya serangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Disinilah pentingnya peranan cyber Security Indonesia, mencegah serta meminimalisir cyber attack hingga ransomware.

Ransomware merupakan jenis malware yang mulanya menginfeksi dan menyerang komputer. Kemudian serangan ini akan melacak dan mengenkripsi data penggunanya dengan kode rahasia unik yang hanya diketahui oleh pembuat serangan 

Bagaimana Cara Mencegah Ransomware?

1. Backup Data

Sebagai pengguna komputer dan internet yang aktif, infeksi ransomware bisa kamu cegah dengan cara rutin melakukan backup data. Biasakan setiap melakukan sesuatu backup data cadangan melalui drive, cloud, dropbox dan perangkat lainnya. Para hacker biasanya menggunakan ransomware ini untuk mencuri data kemudian mengancam menjualnya ke black market dengan minta tebusan. 

2. Update Sistem Operasi dan Aplikasi Otomatis

Tahukah kamu kalau Microsoft melakukan update sekuriti setiap hari Selasa di minggu kedua setiap bulannya. Pastikan kamu punya jadwal khusus untuk update sekuriti layaknya Microsoft. 

Lakukan update pada sistem operasi dan semua program yang terinstal di komputer untuk mencegah ransomware. Beberapa aplikasi yang sering diserang antara lain Firefox, Chrome, Safari, Opera, Internet Explorer, Adobe Flash Player, Java, dan freeware (download manager). 

3. Wajib Instal Antivirus

Coba untuk instal antivirus dengan kemampuan identifikasi ransomware tanpa harus tergantung tanpa update sistem operasi. Kamu juga bisa memasukkan perangkat lunak dalam whitelist yang secara otomatis bisa mencegah aplikasi ilegal. Jika kamu sudah punya antivirus, lakukan pembaharuan secara berkala agar terhindar dari serangan ini.

4. Hati-hati Saat Download

Hati-hatilah saat mendownload apapun! Jangan sembarang mendownload lampiran, file yang nggak kamu tahu keamanannya. Kalau kamu rasa file tersebut nggak cukup reliable, lebih baik jangan di download. Apalagi saat kamu ingin menginstal suatu perangkat lunak yang diminta akses administratif, lebih baik jangan. Karena kamu nggak benar-benar ngerti apa fungsinya. 

5. Non Aktif File Sharing 

Pastikan kamu nonaktifkan file sharing atau fitur SMB File Sharing jika sudah tidak digunakan. Karena ransomware menyebar melalui jaringan, sebaiknya fitur tersebut dimatikan saja. Nonaktifkan berarti kamu tidak memberi izin file sharing ke jaringan. 

Baca Juga : Antisipasi Cyber Attack Dengan Rancang Detection dan Response

6. Jangan Klik Email Sembarangan

Ransomware bisa menyerang lewat website atau email. Maka sebaiknya kamu menghindari untuk klik email pada link yang kamu sendiri nggak tahu siapa pengirimnya. Bisa saja email tersebut berasal dari oknum yang nggak jelas, atau bahkan dari hacker yang menyerangmu dan meminta tebusan uang. 

Udah mentok dengan cara ini dan jadi pengen lebih jago nanganin cyber attack? Daftar kuliah S1 Jurusan Sistem Informasi dan Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College aja!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat