Program Ekstensi D3 ke S1: Trik Jitu Agar Startup Kuliner Sukses - IDS Digital College

Program Ekstensi D3 ke S1: Trik Jitu Agar Startup Kuliner Sukses

Aplikasi saat ini bisa dikatakan sebagai salah satu kunci sukses sebuah bisnis. Banyaknya kebutuhan akan pembuatan apps membuat program Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika diincar oleh banyak mahasiswa. Salah satu bisnis yang memiliki ketergantungan terhadap Apps adalah bisnis kuliner. Menurut Ketua Bidang Industri Aplikasi Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) M. Tesar Sandikapura, perusahaan rintisan kuliner harus bisa memanfaatkan aplikasi untuk membantu menekan budget ongkos kirim supaya bisa bertahan di tengah pandemi. “Startup kuliner harus memadukan hal baru dari layanannya. Jika hanya fokus pada makanan saja, modelnya tidak akan menarik. Driver layanan pesan antarnya itu ongkosnya tinggi, startup kuliner harus bisa menekan angka itu. Jika tidak bisa maka tidak akan untung perusahaan tersebut,” ungkap Sandi yang dikutip dari teknologi.bisnis.com. Jika startup kuliner tidak memiliki layanan pesan antar, bisa membuat bisnis mereka kalah saing. Layanan pesan antar menjadi salah satu daya tarik untuk pelanggan di tengah pandemi. Namun, fitur ini diiringi dengan beban biaya tambahan ongkos kirim yang lebih tinggi. Menurutnya, posisi startup kuliner yang ada di Indonesia saat ini masih sulit menyaingi GoFood atau Grabfood. Oleh karena itu, bisnis kuliner perlu bekerjasama dengan pihak yang menyediakan jasa layanan antar agar perusahaan rintisan kuliner tetap bertahan. Dari laporan Hootsuite and We Are Social, tahun 2020, ada 37.34 juta warga Indonesia yang memesan makanan secara online. Tapi disebutkan juga jika tren ini akan menurun secara perlahan. Penyebabnya adalah budaya orang Indonesia yang lebih gemar makan di luar dibanding di rumah. Gara-gara pandemi, maka budaya delivery dan makan di rumah terpaksa jadi alternatif. “Tren ini karena orang takut keluar. Tidak bisa memesan makanan di jalan di saat PPKM atau peraturan lainnya sehingga memesan makanan secara digital menjadi pilihan utama,” tambah Sandi. Kunci Sukses Bisnis Kuliner dengan Layanan Pesan Antar Gimana caranya agar bisnis kuliner yang dijalankan dengan bantuan layanan pesan antar bisa sukses? Kamu bisa mengikuti tips berikut. Pilihan menu inovatif Menu inovatif bukan hanya menu yang berbeda tetapi juga punya rasa yang khas. Inovasi menu bisa saja jadi nilai jual, tapi kalau rasanya sama dengan pesaing, ini akan sulit. Kamu bisa mencoba mencari cita rasa seperti apa yang ingin ditonjolkan, apakah serba manis, pedas, atau malah yang asin? Dari sini kamu bisa berkreasi dengan menu. Kemasan yang menarik Hari gini, bisnis apapun butuh packaging yang menarik. Packaging ibarat pakaian yang menjadi cerminan bisnismu. Semakin menarik sebuah kemasan, semakin tinggi rasa penasaran orang untuk mencoba makananmu. Selain kemasan yang menarik, kamu juga harus memperhatikan keamanan makanan selama diantarkan menggunakan jasa pesan antar. Pastikan makanan dalam kondisi segar, panas, dan tidak berantakan setelah sampai di tangan konsumen. Manfaatkan sosial media Selain kemasan, kamu juga bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk kuliner yang sedang digeluti. Makin bagus foto dan video yang kamu unggah di media sosial maka makin besar pula kesempatan bisnismu dikenal banyak orang. Ingin belajar tentang apps supaya bisnis kuliner kamu populer? Kamu bisa ambil program Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College. IDS juga menyediakan program Ekstensi D3 ke S1 untuk kamu yang ingin kuliah Jurusan Sistem Informasi dan menggeluti bidang Cyber Security Indonesia. Kunjungi halaman website IDS DC untuk informasi lebih lanjut tentang program Ekstensi D3 ke S1.

Aplikasi saat ini bisa dikatakan sebagai salah satu kunci sukses sebuah bisnis. Banyaknya kebutuhan akan pembuatan apps membuat program Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika diincar oleh banyak mahasiswa. Salah satu bisnis yang memiliki ketergantungan terhadap Apps adalah bisnis kuliner. 

Menurut Ketua Bidang Industri Aplikasi Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) M. Tesar Sandikapura, perusahaan rintisan kuliner harus bisa memanfaatkan aplikasi untuk membantu menekan budget ongkos kirim supaya bisa bertahan di tengah pandemi. 

“Startup kuliner harus memadukan hal baru dari layanannya. Jika hanya fokus pada makanan saja, modelnya tidak akan menarik. Driver layanan pesan antarnya itu ongkosnya tinggi, startup kuliner harus bisa menekan angka itu. Jika tidak bisa maka tidak akan untung perusahaan tersebut,” ungkap Sandi yang dikutip dari teknologi.bisnis.com.

Jika startup kuliner tidak memiliki layanan pesan antar, bisa membuat bisnis mereka kalah saing. Layanan pesan antar menjadi salah satu daya tarik untuk pelanggan di tengah pandemi. Namun, fitur ini diiringi dengan beban biaya tambahan ongkos kirim yang lebih tinggi. 

Menurutnya, posisi startup kuliner yang ada di Indonesia saat ini masih sulit menyaingi GoFood atau Grabfood. Oleh karena itu, bisnis kuliner perlu bekerjasama dengan pihak yang menyediakan jasa layanan antar agar perusahaan rintisan kuliner tetap bertahan. 

Dari laporan Hootsuite and We Are Social, tahun 2020, ada 37.34 juta warga Indonesia yang memesan makanan secara online. Tapi disebutkan juga jika tren ini akan menurun secara perlahan. Penyebabnya adalah budaya orang Indonesia yang lebih gemar makan di luar dibanding di rumah. Gara-gara pandemi, maka budaya delivery dan makan di rumah terpaksa jadi alternatif. 

Baca Juga: Doyan Makan? Berikut 6 Aplikasi Startup Kuliner di Indonesia yang Wajib Kamu Unduh

“Tren ini karena orang takut keluar. Tidak bisa memesan makanan di jalan di saat PPKM atau peraturan lainnya sehingga memesan makanan secara digital menjadi pilihan utama,” tambah Sandi. 

Kunci Sukses Bisnis Kuliner dengan Layanan Pesan Antar 

Gimana caranya agar bisnis kuliner yang dijalankan dengan bantuan layanan pesan antar bisa sukses? Kamu bisa mengikuti tips berikut. 

Pilihan menu inovatif

Menu inovatif bukan hanya menu yang berbeda tetapi juga punya rasa yang khas. Inovasi menu bisa saja jadi nilai jual, tapi kalau rasanya sama dengan pesaing, ini akan sulit. Kamu bisa mencoba mencari cita rasa seperti apa yang ingin ditonjolkan, apakah serba manis, pedas, atau malah yang asin? Dari sini kamu bisa berkreasi dengan menu. 

Kemasan yang menarik

Hari gini, bisnis apapun butuh packaging yang menarik. Packaging ibarat pakaian yang menjadi cerminan bisnismu. Semakin menarik sebuah kemasan, semakin tinggi rasa penasaran orang untuk mencoba makananmu. 

Selain kemasan yang menarik, kamu juga harus memperhatikan keamanan makanan selama diantarkan menggunakan jasa pesan antar. Pastikan makanan dalam kondisi segar, panas, dan tidak berantakan setelah sampai di tangan konsumen. 

Manfaatkan sosial media

Selain kemasan, kamu juga bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk kuliner yang sedang digeluti. Makin bagus foto dan video yang kamu unggah di media sosial maka makin besar pula kesempatan bisnismu dikenal banyak orang. 

Ingin belajar tentang apps supaya bisnis kuliner kamu populer? Kamu bisa ambil program Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika di IDS Digital College. IDS juga menyediakan program Ekstensi D3 ke S1 untuk kamu yang ingin kuliah Jurusan Sistem Informasi dan menggeluti bidang Cyber Security Indonesia. Kunjungi halaman website IDS DC untuk informasi lebih lanjut tentang program Ekstensi D3 ke S1.

Posted in: News



    WhatsApp chat