Prospek Saham Startup Unicorn Jika Tercatat di Bursa, Tertarik Beli? - IDS Digital College

Prospek Saham Startup Unicorn Jika Tercatat di Bursa, Tertarik Beli?

Beberapa tahun belakangan, keberadaan startup kian mencuri perhatian. Apalagi, banyak pengusaha muda yang membagikan pengalaman suksesnya dalam membangun startup. Nggak heran, topik terkait startup selalu ramai diperbincangkan. Tak sedikit yang mengambil kelas khusus atau sengaja kuliah kelas karyawan di Jakarta untuk mendalami bidang ini. Ditambah, adanya pemberitaan media massa terkait kemunculan saham StartUp Unicorn di Bursa. Namun, masih belum ada konfirmasi apakah akan tercatat di Bursa Efek Indonesia atau melakukan dual listing di Bursa lain. Jika kabar ini benar adanya, kira-kira apakah kamu tertarik untuk membeli sahamnya juga? Simak detailnya, ya. Melihat PER dan PBV Sebelum Membeli Saham Kabar soal kemunculan startup di Bursa belum bisa diketahui pasti. Jika itu benar terjadi, keberadaannya mungkin cukup menggiurkan dan diidolakan di pasar saham. Biasanya, sebelum memutuskan untuk membeli saham, investor akan melihat berapa Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) sebuah perusahaan. PER adalah jangka waktu yang harus ditunggu oleh seorang investor, apabila perusahaan selalu membagikan seratus persen keuntungannya dalam bentuk dividen tunai kepada investor dalam jangka waktu tertentu, dengan asumsi tidak ditemukan pertumbuhan laba atau keuntungan. Umumnya, angka yang wajar diterima berkisar 14-17 kali. Meski stabil, bisa saja dalam jangka waktu kurang dari 10 tahun seluruh modal yang ditanamkan kembali dalam bentuk dividen. Atau tiba-tiba seorang investor kehabisan kesabarannya sehingga memutuskan untuk menjual sahamnya dan mendapatkan cukup keuntungan dalam bentuk selisih harga beli dan harga jual. Lalu, apa bedanya dengan PBV? PBV lebih membandingkan harga saham dibanding nilai bukunya. Bagaimana dengan valuasi dari Startup Unicorn? Hingga saat ini, masih belum dijumpai informasi resmi yang membahas soal prospektus dan laporan keuangan sehingga sulit untuk memperkirakan angka pastinya. Startup Unicorn Diperkirakan Masih Membukukan Rugi Bersih Angka pasti terkait laporan keuangan Startup Unicorn masih belum diketahui pasti. Namun, terlihat dari berbagai promo yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir, seperti diskon, atau cashback yang diterima para konsumen, Startup Unicorn diduga masih membukukan rugi bersih. Bila nanti tercatat di Bursa dan sudah membukukan laba bersih dan kamu menanti dividen dari Startup Unicorn tersebut, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menyebutkan bahwa dividen hanya boleh dibagikan apabila Perseroan mempunyai saldo laba positif. Maksud dari saldo laba positif yaitu laba bersih Perseroan dalam tahun buku berjalan yang telah menutup akumulasi kerugian Perseroan dari tahun buku sebelumnya. Diminati Investor dari Kalangan Millennial Investor pemula dari kalangan millennial tentu akan semakin tertarik bila Startup Unicorn masuk di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, sejauh ini masih belum ada startup kelas Unicorn atau Decacorn yang berniat untuk masuk IPO di BEI. Padahal, berdasarkan data yang dihimpun oleh Bisnis, enam dari sepuluh emiten mampu cetak laba bersih pada tiga periode bulan pertama tahun 2020. Popularitas startup kian menanjak selama beberapa tahun terakhir. Orang-orang pun kian tertarik untuk mendalami materi terkait startup dan bagaimana cara kerjanya. Kamu bisa ikut mempelajarinya dengan mengikuti kursus singkat atau ikut kuliah kelas karyawan di Jakarta dari IDS Digital College. Di IDS Digital College kamu bisa ambil jurusan Jurusan Teknik Informatika atau Jurusan Sistem Informasi.

Beberapa tahun belakangan, keberadaan startup kian mencuri perhatian. Apalagi, banyak pengusaha muda yang membagikan pengalaman suksesnya dalam membangun startup. Nggak heran, topik terkait startup selalu ramai diperbincangkan. Tak sedikit yang mengambil kelas khusus atau sengaja kuliah kelas karyawan di Jakarta untuk mendalami bidang ini. 

Ditambah, adanya pemberitaan media massa terkait kemunculan saham StartUp Unicorn di Bursa. Namun, masih belum ada konfirmasi apakah akan tercatat di Bursa Efek Indonesia atau melakukan dual listing di Bursa lain. Jika kabar ini benar adanya, kira-kira apakah kamu tertarik untuk membeli sahamnya juga? Simak detailnya, ya. 

Melihat PER dan PBV Sebelum Membeli Saham

Kabar soal kemunculan startup di Bursa belum bisa diketahui pasti. Jika itu benar terjadi, keberadaannya mungkin cukup menggiurkan dan diidolakan di pasar saham. Biasanya, sebelum memutuskan untuk membeli saham, investor akan melihat berapa Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) sebuah perusahaan. 

PER adalah jangka waktu yang harus ditunggu oleh seorang investor, apabila perusahaan selalu membagikan seratus persen keuntungannya dalam bentuk dividen tunai kepada investor dalam jangka waktu tertentu, dengan asumsi tidak ditemukan pertumbuhan laba atau keuntungan. 

Umumnya, angka yang wajar diterima berkisar 14-17 kali. Meski stabil, bisa saja dalam jangka waktu kurang dari 10 tahun seluruh modal yang ditanamkan kembali dalam bentuk dividen. Atau tiba-tiba seorang investor kehabisan kesabarannya sehingga memutuskan untuk menjual sahamnya dan mendapatkan cukup keuntungan dalam bentuk selisih harga beli dan harga jual.

Baca Juga : Ini 5 Startup Terbaik Dunia di Bidang Data Layanan Kesehatan

Lalu, apa bedanya dengan PBV? PBV lebih membandingkan harga saham dibanding nilai bukunya. Bagaimana dengan valuasi dari Startup Unicorn? Hingga saat ini, masih belum dijumpai informasi resmi yang membahas soal prospektus dan laporan keuangan sehingga sulit untuk memperkirakan angka pastinya. 

Startup Unicorn Diperkirakan Masih Membukukan Rugi Bersih

Angka pasti terkait laporan keuangan Startup Unicorn masih belum diketahui pasti. Namun, terlihat dari berbagai promo yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir, seperti diskon, atau cashback yang diterima para konsumen, Startup Unicorn diduga masih membukukan rugi bersih. 

Bila nanti tercatat di Bursa dan sudah membukukan laba bersih dan kamu menanti dividen dari Startup Unicorn tersebut, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menyebutkan bahwa dividen hanya boleh dibagikan apabila Perseroan mempunyai saldo laba positif. Maksud dari saldo laba positif yaitu laba bersih Perseroan dalam tahun buku berjalan yang telah menutup akumulasi kerugian Perseroan dari tahun buku sebelumnya. 

Diminati Investor dari Kalangan Millennial

Investor pemula dari kalangan millennial tentu akan semakin tertarik bila Startup Unicorn masuk di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, sejauh ini masih belum ada startup kelas Unicorn atau Decacorn yang berniat untuk masuk IPO di BEI. Padahal, berdasarkan data yang dihimpun oleh Bisnis, enam dari sepuluh emiten mampu cetak laba bersih pada tiga periode bulan pertama tahun 2020. 

Popularitas startup kian menanjak selama beberapa tahun terakhir. Orang-orang pun kian tertarik untuk mendalami materi terkait startup dan bagaimana cara kerjanya. Kamu bisa ikut mempelajarinya dengan mengikuti kursus singkat atau ikut kuliah kelas karyawan di Jakarta dari IDS Digital College. Di IDS Digital College kamu bisa ambil jurusan Jurusan Teknik Informatika atau Jurusan Sistem Informasi.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat