Selalu Waspadai Kebocoran Data, Pastikan Keamanan saat Beraktivitas di Dunia Maya - IDS Digital College

Selalu Waspadai Kebocoran Data, Pastikan Keamanan saat Beraktivitas di Dunia Maya

Di era digital ini hampir sebagian aktivitas dilakukan secara online. Terlebih ketika pandemi COVID-19 ini mewabah di seluruh dunia, segalanya dilakukan dengan digital menggunakan bantuan internet dan AI. Ya, internet dan AI memang memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan cara daring.

 

Akan tetapi meningkatnya jumlah pengguna internet ini bukannya tidak berdampak negatif. Justru kemungkinan terjadinya kejahatan siber juga ikut bertambah. Akan tetapi meningkatnya jumlah pengguna internet ini bukannya tidak berdampak negatif.

 

Dikutip dari cloudcomputing.id, BSNN (Badan Siber dan Sandi Negara) menyebutkan jika serangan siber di tahun 2020 kemarin mengalami peningkatan yang signifikan, jumlahnya mencapai hingga ratusan juta.

 

“Tanpa kita sadari, dengan menggunakan banyak perangkat digital, data pribadi kita tersimpan sangat banyak. Data yang sudah terhapus pun masih bisa ditemukan kembali. Data sensitive seperti transaksi dan data pribadi jadi sasaran empuk untuk disalahgunakan,” ungkap Agus Prasetyo selaku Koordinator Proteksi Informasi E-Business Direktorat Proteksi Ekonomi Digital BSSN

 

Dalam acara Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) yang diselenggarakan bersama Universitas Bakrie beberapa saat lalu, Agus menjelaskan bahwa kondisi pandemi COVID-19 mengalami peningkatan signifikan, terutama untuk malware yang suka mencuri informasi.

 

Agus juga menjelaskan jika serangan siber yang terjadi bisa dibagi menjadi tiga kategori besar. Kategori tersebut adalah social engineering, malware, dan hacking. Pada social engineering, serangan dilakukan dengan memanfaatkan kelemahan masyarakat pada aplikasi atau dengan memberikan tawaran menarik.

 

“Jika pernah menerima telepon atau link mencurigakan yang menawarkan hadiah menarik, maka patut untuk diwaspadai. Link itu bisa memberikan akses untuk terjadinya serangan siber yang bisa mengambil data pribadi Anda,” tegas Agus.

 

Agus juga memaparkan bahwa aplikasi yang sudah tidak lama diperbaharui bisa memberi celah adanya serangan siber.

 

“Aplikasi yang sudah lama tidak diperbaharui bisa mudah menerima serangan siber. Perlu diketahui jika aplikasi terus melakukan pembaharuan, maka mereka telah mereview aplikasi untuk menutup lubang-lubang kerentanan serangan siber. Maka dari itu, memperbaharui aplikasi bisa membantu memastikan keamanan penggunanya,” papar Agus.

 

Kebocoran data yang terjadi ini bisa dari akses free WiFi, dimana kamu tak perlu menambahkan password untuk menggunakannya. Olah kerana itu, ada baiknya kamu sangat berhati-hati dalam mengakses data-data penting saat menggunakan koneksi WiFi di tempat umum yang disediakan cuma-cuma.

 

“BSSN selalu mendorong awareness di masyarakat mengenai keamanan  siber, dimana keamanan tidak hanya menyangkut kepentingan pemerintah tapi semua pihak harus berkolaborasi. Mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga penyedia layanan jaringan,” tutup Agus.

Dari berita ini dapat disimpulkan bahwa keamanan siber sangatlah penting supaya keamanan data terjamin. Kamu yang tertarik dengan subjek keamanan siber bisa kuliah sambil kerja di IDS Digital Collage!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat