Siapkan 11 Hal Ini Sebelum Kamu Pitching Dengan Investor - IDS Digital College

Siapkan 11 Hal Ini Sebelum Kamu Pitching Dengan Investor

Perkembangan teknologi digital yang super cepat saat ini membuka peluang bisnis startup digandrungi oleh para penggiat dunia digital. Solusi inovatif berlomba dihadirkan guna memudahkan aktivitas masyarakat. Akan tetapi seiring berkembangnya produk membuat beberapa perusahaan rintisan mengalami kesulitan untuk mencari pendanaan awal agar produk bisa terus dikembangkan.

Beberapa kasus ditemukan bahwa tidak adanya pendanaan pada startup awal biasanya karena kesalahan pitching kepada investor. Pitching merupakan proses mempresentasikan ide produk awal kepada investor untuk mendapatkan bantuan pendanaan awal dari investor.

Ketika kamu mempresentasikan ide atau produk pada investor yang telah berpengalaman, mungkin kamu akan merasa kesulitan untuk meyakinkan investor-investor tersebut. 

Ketika mengetahui bahwa proses pitching bisa jadi penentu kesuksesan atau kegagalan, tidak heran jika banyak orang sangat mempersiapkan semuanya sebelum melakukan pitching dengan investor.

Sebelum anda melakukan pitching dengan investor, anda harus menyiapkan hal ini.

1. Bahan presentasi atau data

Yang harus anda persiapkan pertama kali jelas adalah data atau bahan presentasi jika diperlukan. Data digunakan sebagai penunjang anda menjelaskan kepada lawan bicara mengenai persoalan dan potensi bisnis yang anda kembangkan. 

Untuk presentasi, pastikan anda membuat presentasi yang padat, jelas dan terstruktur. Dengan penulisan yang baik dan jumlah yang tidak terlalu banyak akan mengurangi potensi membosankan. Ini memudahkan Anda menjabarkan bisnis Anda di depan para pendengar.

2. Percaya diri

Ketika anda akan datang ke ruangan anda harus dengan semangat dan percaya diri. Materi yang baik namun tidak diimbangi dengan pembawaan yang baik juga berakibat buruk pada saat proses presentasi atau dalam pembicaraan. 

Karena tujuannya adalah mengenalkan bisnis yang sedang dibangun dan berharap ada ketertarikan dari lawan bicara, usahakan lakukan presentasi dengan semangat dan percaya diri. 

Tunjukkan bahwa anda percaya sepenuhnya dengan apa yang sedang anda kerjakan, karena energi positif biasanya menular. 

3. Pertanyakan sekali lagi, apakah kamu butuh venture capital?

Pendanaan untuk startup bisa bersumber dari berbagai lini. Tidak hanya melalui venture capital, sebuah startup bisa saja mendapatkan dana dari perorangan atau biasa disebut angel investor. 

Beberapa yang lain bahkan tidak memerlukan investor untuk bisnisnya dan hanya mengandalkan uang pinjaman dari bank atau bahkan modal pribadi.

Intinya, pendanaan yang didapatkan oleh startup tidak melulu bersumber dari venture. Sebelum memutuskan pitching di hadapan investor, ada baiknya kita mempertanyakan kembali, benarkah startup kita memerlukan pendanaan dari venture capital? Bisa jadi jawabannya ya. 

Namun, bisa juga tidak. Lagi-lagi hal itu tergantung pada tujuan bisnis dan juga ukuran seberapa besar bisnis tersebut membutuhkan pendanaan.

4. Ketahui ada di fase mana startup yang kamu buat

Dalam membangun startup, ada beberapa fase yang harus dilewati. Yakni fase pembentukan, validasi, dan terakhir adalah scale-up. Idealnya, sebuah startup dibentuk melalui berbagai tahapan tersebut. 

Bermula dari ide, pembentukan tim founder, penyatuan visi dan misi, hingga memutuskan satu produk yang akan dibangun. Kemudian fase ini beralih ke tahap validasi, yakni proses di mana ide yang telah kita kembangkan diuji coba pada pasar. 

Di sini minimum viewable product dihasilkan dan dilakukan berbagai macam tes hingga akhirnya menemukan satu kesimpulan, apakah validated atau bahkan harus pivot. 

Baru setelah tervalidasi, startup memasuki fase pengembangan di mana proses akuisisi user dilakukan dan berakhir ke tahap scale up yang tujuannya adalah memperbesar haluan dari startup itu sendiri.

Sebelum memutuskan untuk bertemu dan melakukan pitching kepada investor, penting bagi kita untuk mengetahui sampai di tahap mana startup ini berjalan. Dengan mengetahui fase yang sedang dijalani, kita akan memiliki gambaran mengenai rencana-rencana ke depan. 

Tentunya hal ini akan lebih meyakinkan investor untuk memahami bagaimana model bisnis yang kamu rencanakan dan juga rencana eksekusi untuk itu.

5. Bagaimana kamu akan menggunakan uang investor?

Beberapa startup gagal justru setelah mendapatkan pendanaan. Akibatnya sepele. Mereka tidak paham bagaimana menggunakan uang tersebut agar bisa menjalankan bisnis sesuai dengan cara yang ideal. 

Beberapa founder, terutama yang memang belum memiliki pengalaman, akan merasakan shock ketika menghadapi jumlah uang yang tiba-tiba dimiliki. Di satu sisi jumlah ini sepintas terlihat banyak. 

Namun, di sisi lain, tanpa rencana yang jelas, uang tersebut bisa dengan sekejap habis sebelum bisnis menghasilkan apa-apa. Oleh karena itu, penting bagi seorang founder untuk memiliki rencana keuangan, terutama pada bagaimana ia mengalokasikan uang investor.

6. Pelajari bagaimana situasi bisnis jangka panjang

Bagi sebuah startup, penting untuk memikirkan bagaimana bisnis ini akan berjalan untuk jangka waktu yang panjang. Terutama jika menginginkan pendanaan dari investor. 

Tak hanya berkutat pada produk dan konsumen, di titik ini kita juga perlu mempelajari bagaimana ekonomi makro berdampak baik kepada bisnis maupun VC yang memberi kita pendanaan. 

Berbagai kebijakan pemerintah hingga tren ekonomi global juga harus kamu perhatikan agar tidak salah dalam memilih investor. Bagaimanapun, sebuah startup adalah bisnis yang dicita-citakan stabil untuk waktu jangka panjang. Maka pertimbangan yang dibuat pun harus dipikirkan dalam waktu yang panjang.

7. Membangun tim yang kuat

Sayangnya memiliki ide dan konsep yang hebat saja belum cukup. Salah satu pertimbangan terbesar bagi investor adalah tim yang solid dan kompeten. Ada banyak kasus, tim yang tidak kompeten bisa menghancurkan sebuah bisnis. Sebaliknya, ada banyak contoh kekompakkan tim bisa membawa kesuksesan.

Bukan rahasia lagi jika menjalankan bisnis bukan urusan yang mudah. Kekuatan dan pengalaman tim menentukan seberapa cepat startup anda akan tumbuh. Membangun tim kuat yang berisi individu-individu berpengalaman dengan skill yang saling melengkapi menjadi hal yang harus diperhatikan setiap startup. Terutama jika kamu ingin memperoleh pendanaan dari investor.

8. Uji strategi pemasaran

Sebelum bertemu dengan investor, penting untuk menguji strategi pemasaran. Guna memastikan bahwa strategi yang kamu buat tepat, dapat dioptimalkan dan diskalakan. Karena investor mengharapkan suntikan dana yang diberikan benar-benar digunakan secara efektif untuk menumbuhkan startup.

9. Kenali investor

Di hari melakukan pitching, mungkin ini adalah pertama kalinya kamu bertemu langsung dengan investor. Tetapi kamu harus sudah akrab dengan latar belakang mereka. Mengenali investor dan mengetahui apa yang mereka inginkan. Melakukan riset sebelum hari H, akan memberimu banyak keuntungan.

Mencapai deal dengan pemberi modal bukan hanya tentang uang tapi menciptakan ekosistem kemitraan startup-investor yang saling bergantung dan menguntungkan. Semakin banyak kamu mengetahui informasi tentang investor sebelum pitching, semakin tinggi juga peluang kamu mendapatkan suntikan dana.

10. Berlatih melakukan pitching

Setelah segala rencana, konsep dan strategi disusun, langkah selanjutnya adalah melakukan pitching untuk menjelaskan pentingnya startup ini didanai. Pitching harus cepat, detail, informatif dan persuatif. Lebih penting lagi adalah memorable, berkesan.

Presentasi harus dibuat merinci mengenai perjalanan membangun startup siapa pasarnya, masalah yang dihadapi, apa solusi yang kamu tawarkan. Selain itu juga mencakup penggambaran internal terkait tim hebat yang kamu miliki, produk dan pasar yang tepat (melalui validasi produk) dan strategi yang matang.

11. Membuat Konsep Executive Summary

Rancanglah executive summary yang memberikan informasi yang cukup untuk menarik perhatian dan minat, serta yang berpotensi besar mendapatkan sebuah meeting tatap muka dengan para investor potensial. Berikan dan tekankan informasi serta fakta yang paling relevan mengenai perusahaan, produk, serta target pasar anda.

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat