SpaceX Akuisisi Startup Demi Ambisi Selimuti Bumi dengan Internet - IDS Digital College

SpaceX Akuisisi Startup Demi Ambisi Selimuti Bumi dengan Internet

Mungkin banyak yang sudah tahu mengenai perusahaan startup yang sekarang sedang bertumbuh di mana-mana. Namun siapa sangka, startup kini tidak hanya bergelut di bidang-bidang umum seperti software house, digital marketing, maupun production house. Sekarang ada startup yang menangani data satelit dan ada berita bahwa perusahaan tersebut telah diakuisisi oleh SpaceX. Memiliki tujuan tertentu Perusahaan milik Elon Musk ini mempunyai tujuan tertentu mengapa berani mengambil langkah untuk mengakuisisi perusahaan dengan nama Swarm Technologies tersebut. Alasannya karena SpaceX ingin memperluas tim serta kemampuan teknologi untuk ambisi layanan internet Starlink yang sekarang sedang berkembang pesat. Untuk diketahui, Starlink merupakan sebuah proyek ambisius dari Elon Musk. proyek ini mempunyai tujuan untuk menyelimuti bumi dengan jaringan internet. Dengan SpaceX, proyek satu ini akan membangun jaringan internet yang saling terhubung dengan ribuan satelit yang dikenal dengan sebutan konstelasi. Sudah mencapai kesepakatan pada beberapa waktu lalu Meskipun berita ini baru beredar, ternyata SpaceX dan juga Swarm telah mencapai kesepakatan pada 16 Juli 2021 lalu. Isi dari kesepakatan tersebut memang tidak diungkapkan ke publik secara jelas. Hanya saja dikatakan bahwa Swarm akan mendapatkan manfaat dari kapitalisasi yang lebih baik dan akses sumber daya yang tersedia untuk SpaceX, serta sinergi yang berhubungan dengan akuisisi penyedia layanan desain, manufaktur, dan peluncuran satelit. Kerjasama yang sempat dipertanyakan oleh banyak orang Kerjasama antara dua perusahaan ini sempat dipertanyakan oleh banyak orang. Sebab keduanya mempunyai kemampuan dan tujuan yang cenderung berjauhan. Swarm sendiri menawarkan layanan data bandwidth yang sangat rendah dengan memakai satelit bernama SpaceBEE. Di mana satelit tersebut terhubung dengan antena konsumen di darat yang dinamakan “Tiles”. Dari 150 satelit yang direncanakan, kini sudah ada 120 yang telah terpasang di orbit dan Tiles bisa dipasang sebagai chip di dalamnya. Cara kerja dari Tiles sendiri adalah dilacak dengan GPS bawaan yang bisa menyampaikan data sensor atau melakukan apapun yang diatur oleh para pelanggan. Sementara Starlink SpaceX sangat jauh berbeda. Di mana perusahaan ini mempunyai tujuan untuk memancarkan internet broadband ke daerah-daerah yang belum tersentuh oleh jaringan. Untuk projeknya sendiri, perusahaan ini sudah mempunyai lebih dari 1700 tahap awal dari 4409 satelit pada orbit dengan jumlah 100.000 pengguna beta. Bahkan, proyek satu ini bersaing dengan OneWeb yang mendapat dukungan dari pemerintah negara Inggris dan jaringan kuiper kepunyaan Amazon. Demikianlah info menarik dan yang paling baru dari perusahaan milik Elon Musk ini. Ternyata, diam-diam perusahaan besar ini mengakuisisi sebuah startup penyedia data satelit untuk mengembangkan ambisi proyek Starlink. Akankah kerjasama keduanya berjalan mulus seperti yang diharapkan? Nah, bagi kamu yang ingin bergabung ke startup hebat seperti Swarm Technologies, bisa banget untuk kuliah di IDS Digital College. Di sini terdapat banyak sekali jurusan yang berhubungan dengan teknologi. Kalau kamu adalah seorang karyawan tapi tetap ingin kuliah, jangan khawatir. Sebab, ada program kuliah kelas karyawan Jurusan Teknik Informatika yang bisa kamu ikuti. Sehingga kamu bisa kerja sambil kuliah atau kuliah sambil kerja. Tertarik untuk kuliah di sini? Segera cek info pendaftarannya di https://ids.ac.id/.ya!

Mungkin banyak yang sudah tahu mengenai perusahaan startup yang sekarang sedang bertumbuh di mana-mana. Namun siapa sangka, startup kini tidak hanya bergelut di bidang-bidang umum seperti software house, digital marketing, maupun production house. Sekarang ada startup yang menangani data satelit dan ada berita bahwa perusahaan tersebut telah diakuisisi oleh SpaceX

Memiliki tujuan tertentu 

Perusahaan milik Elon Musk ini mempunyai tujuan tertentu mengapa berani mengambil langkah untuk mengakuisisi perusahaan dengan nama Swarm Technologies tersebut. Alasannya karena SpaceX ingin memperluas tim serta kemampuan teknologi untuk ambisi layanan internet Starlink yang sekarang sedang berkembang pesat. 

Untuk diketahui, Starlink merupakan sebuah proyek ambisius dari Elon Musk. proyek ini mempunyai tujuan untuk menyelimuti bumi dengan jaringan internet. Dengan SpaceX, proyek satu ini akan membangun jaringan internet yang saling terhubung dengan ribuan satelit yang dikenal dengan sebutan konstelasi. 

Sudah mencapai kesepakatan pada beberapa waktu lalu 

Meskipun berita ini baru beredar, ternyata SpaceX dan juga Swarm telah mencapai kesepakatan pada 16 Juli 2021 lalu. Isi dari kesepakatan tersebut memang tidak diungkapkan ke publik secara jelas. Hanya saja dikatakan bahwa Swarm akan mendapatkan manfaat dari kapitalisasi yang lebih baik dan akses sumber daya yang tersedia untuk SpaceX, serta sinergi yang berhubungan dengan akuisisi penyedia layanan desain, manufaktur, dan peluncuran satelit. 

Kerjasama yang sempat dipertanyakan oleh banyak orang 

Kerjasama antara dua perusahaan ini sempat dipertanyakan oleh banyak orang. Sebab keduanya mempunyai kemampuan dan tujuan yang cenderung berjauhan. Swarm sendiri menawarkan layanan data bandwidth yang sangat rendah dengan memakai satelit bernama SpaceBEE. Di mana satelit tersebut terhubung dengan antena konsumen di darat yang dinamakan “Tiles”. Dari 150 satelit yang direncanakan, kini sudah ada 120 yang telah terpasang di orbit dan Tiles bisa dipasang sebagai chip di dalamnya. Cara kerja dari Tiles sendiri adalah dilacak dengan GPS bawaan yang bisa menyampaikan data sensor atau melakukan apapun yang diatur oleh para pelanggan. 

Baca Juga: Modal Ventura Siap Biayai Startup di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara Starlink SpaceX sangat jauh berbeda. Di mana perusahaan ini mempunyai tujuan untuk memancarkan internet broadband ke daerah-daerah yang belum tersentuh oleh jaringan. Untuk projeknya sendiri, perusahaan ini sudah mempunyai lebih dari 1700 tahap awal dari 4409 satelit pada orbit dengan jumlah 100.000 pengguna beta. Bahkan, proyek satu ini bersaing dengan OneWeb yang mendapat dukungan dari pemerintah negara Inggris dan jaringan kuiper kepunyaan Amazon. 

Demikianlah info menarik dan yang paling baru dari perusahaan milik Elon Musk ini. Ternyata, diam-diam perusahaan besar ini mengakuisisi sebuah startup penyedia data satelit untuk mengembangkan ambisi proyek Starlink. Akankah kerjasama keduanya berjalan mulus seperti yang diharapkan? 

Nah, bagi kamu yang ingin bergabung ke startup hebat seperti Swarm Technologies, bisa banget untuk kuliah di IDS Digital College. Di sini terdapat banyak sekali jurusan yang berhubungan dengan teknologi. Kalau kamu adalah seorang karyawan tapi tetap ingin kuliah, jangan khawatir. Sebab, ada program kuliah kelas karyawan Jurusan Teknik Informatika yang bisa kamu ikuti. Sehingga kamu bisa kerja sambil kuliah atau kuliah sambil kerja. Tertarik untuk kuliah di sini? Segera cek info pendaftarannya di https://ids.ac.id/.ya!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat