Modal Ventura Siap Biayai Startup di Tengah Pandemi Covid-19 - IDS Digital College

Modal Ventura Siap Biayai Startup di Tengah Pandemi Covid-19

Bagi generasi milenial, bekerja di startup adalah salah satu impian. Tak hanya membuat diri sendiri jadi berkembang dan lebih kreatif, prospek kerja Teknik Informatika juga kian menjanjikan. Kabar baik bagi kamu lulusan atau yang tengah mengambil jurusan Teknik Informatika, sebab profesi IT, Software Engineer, hingga Developer makin diincar oleh startup. Berbicara tentang startup di Indonesia, tampaknya perusahaan rintisan perlu memanfaatkan layanan yang disediakan perusahaan modal ventura agar bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19. Mengapa startup membutuhkannya? Simak untuk tau lebih lanjut, ya. Pemodal Ventura Jadi Solusi untuk Bertahan Menurut Gabriella Thohir, yang merupakan Analyst Skystar Capital menyebutkan bahwa kolaborasi antara startup dengan pihak eksternal perlu dioptimalkan untuk memperluas jaringan, publikasi, dan mempermudah akses pendanaan. Ia menganggap bahwa pemodal ventura bisa menjadi salah satu katalis, tidak hanya untuk penggalangan dana, tapi juga sebagai mentor yang dapat memberikan keahlian, saran, dan mitra strategis. “Sering kali, informasi atau wawasan ahli yang dimiliki oleh tim investasi pemodal ventura dapat membantu para wirausahawan mendapat gambaran pasar yang lebih luas dan mengakselerasi bisnisnya," kata Gabriella dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh Cnbc Indonesia. Menyasar Startup yang Masih Berkembang Tidak sedikit dari pemodal ventura berfokus pada startup yang masih berkembang dan berada di tahap awal. Sehingga Gabriella menyampaikan bahwa akan ada pemodal ventura yang cocok untuk startup pada setiap tahap jika dilihat dari segi pendanaan. Hal ini tentu akan memajukan perekonomian Indonesia dan prospek kerja Teknik Informatika dan jurusan lainnya semakin terbuka lebar. "Kami berdedikasi untuk mendukung, dengan pendanaan maupun nilai tambah lainnya, perusahaan startup yang berjalan setidaknya 1-2 tahun dengan produk atau jasa yang telah mendapatkan product-market fit," jelasnya. Meski begitu, pemodal ventura juga melakukan seleksi terhadap startup yang mendapatkan suntikan dana. Memiliki Tiga Kriteria yang Dijadikan Pertimbangan Ada tiga kriteria yang dijadikan pertimbangan, di antaranya profil tim, ukuran pasar, dan model bisnis. Profil tim dari sebuah startup harus saling melengkapi baik dari sisi keterampilan, kompetensi, maupun pengalaman. Startup yang unggul akan dipimpin oleh Founder dengan visi yang jelas akan tentang startupnya dan berisikan tim yang mampu melaksanakan tugas-tugas dalam proses perkembangan tersebut. Kriteria ukuran pasar yang dimaksud Gabriella yaitu menjelaskan pentingnya startup beroperasi di dalam total pasar yang cukup besar. Ini karena seberapa besar peluang untuk startup tersebut bisa masuk ke dalam pasar. Sementara untuk model bisnis, Gabriella menekan bahwa model bisnis harus sesuai dengan target market terpilih karena ini menjadi sumber inti penghasilan startup. Pemodal ventura akan mencari startup dengan model bisnis yang bisa menghasilkan penghasilan secara terukur dan berkelanjutan. "Seiring dengan model bisnis, traksi sebuah startup menjadi tolak ukur keberhasilan dan juga validasi bahwa produk atau jasa tersebut diminati oleh target audiensnya," jelasnya. Bagi startup yang berkembang, pemodal ventura dapat dijadikan solusi untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19. Semakin banyak startup yang berkembang, maka semakin banyak juga peluang prospek kerja Teknik Informatika. Ingin mewujudkan impian untuk berkarir di startup? Yuk, kuliah jurusan Teknik Informatika dan Jurusan Sistem Informasi di IDS Digital College! Informasi lebih lanjut, cek website-nya sekarang, ya!

Bagi generasi milenial, bekerja di startup adalah salah satu impian. Tak hanya membuat diri sendiri jadi berkembang dan lebih kreatif, prospek kerja Teknik Informatika juga kian menjanjikan. Kabar baik bagi kamu lulusan atau yang tengah mengambil jurusan Teknik Informatika, sebab profesi IT, Software Engineer, hingga Developer makin diincar oleh startup. Berbicara tentang startup di Indonesia, tampaknya perusahaan rintisan perlu memanfaatkan layanan yang disediakan perusahaan modal ventura agar bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19. Mengapa startup membutuhkannya? Simak untuk tau lebih lanjut, ya. 

Pemodal Ventura Jadi Solusi untuk Bertahan

Menurut Gabriella Thohir, yang merupakan Analyst Skystar Capital menyebutkan bahwa kolaborasi antara startup dengan pihak eksternal perlu dioptimalkan untuk memperluas jaringan, publikasi, dan mempermudah akses pendanaan. Ia menganggap bahwa pemodal ventura bisa menjadi salah satu katalis, tidak hanya untuk penggalangan dana, tapi juga sebagai mentor yang dapat memberikan keahlian, saran, dan mitra strategis.

“Sering kali, informasi atau wawasan ahli yang dimiliki oleh tim investasi pemodal ventura dapat membantu para wirausahawan mendapat gambaran pasar yang lebih luas dan mengakselerasi bisnisnya,” kata Gabriella dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh Cnbc Indonesia. 

Menyasar Startup yang Masih Berkembang

Tidak sedikit dari pemodal ventura berfokus pada startup yang masih berkembang dan berada di tahap awal. Sehingga Gabriella menyampaikan bahwa akan ada pemodal ventura yang cocok untuk startup pada setiap tahap jika dilihat dari segi pendanaan. Hal ini tentu akan memajukan perekonomian Indonesia dan prospek kerja Teknik Informatika dan jurusan lainnya semakin terbuka lebar. 

“Kami berdedikasi untuk mendukung, dengan pendanaan maupun nilai tambah lainnya, perusahaan startup yang berjalan setidaknya 1-2 tahun dengan produk atau jasa yang telah mendapatkan product-market fit,” jelasnya. Meski begitu, pemodal ventura juga melakukan seleksi terhadap startup yang mendapatkan suntikan dana. 

Memiliki Tiga Kriteria yang Dijadikan Pertimbangan

Ada tiga kriteria yang dijadikan pertimbangan, di antaranya profil tim, ukuran pasar, dan model bisnis. Profil tim dari sebuah startup harus saling melengkapi baik dari sisi keterampilan, kompetensi, maupun pengalaman. Startup yang unggul akan dipimpin oleh Founder dengan visi yang jelas akan tentang startupnya dan berisikan tim yang mampu melaksanakan tugas-tugas dalam proses perkembangan tersebut.

Kriteria ukuran pasar yang dimaksud Gabriella yaitu menjelaskan pentingnya startup beroperasi di dalam total pasar yang cukup besar. Ini karena seberapa besar peluang untuk startup tersebut bisa masuk ke dalam pasar.

Baca Juga: 4 Kota dengan Ekosistem Startup Terbaik di Indonesia

Sementara untuk model bisnis, Gabriella menekan bahwa model bisnis harus sesuai dengan target market terpilih karena ini menjadi sumber inti penghasilan startup. Pemodal ventura akan mencari startup dengan model bisnis yang bisa menghasilkan penghasilan secara terukur dan berkelanjutan. “Seiring dengan model bisnis, traksi sebuah startup menjadi tolak ukur keberhasilan dan juga validasi bahwa produk atau jasa tersebut diminati oleh target audiensnya,” jelasnya.

Bagi startup yang berkembang, pemodal ventura dapat dijadikan solusi untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19. Semakin banyak startup yang berkembang, maka semakin banyak juga peluang prospek kerja Teknik Informatika. Ingin mewujudkan impian untuk berkarir di startup? Yuk, kuliah jurusan Teknik Informatika dan Jurusan Sistem Informasi di IDS Digital College! Informasi lebih lanjut, cek website-nya sekarang, ya!

Posted in: News



    WhatsApp chat