Startup Bisa Menjadi Unicorn? Kenali Tahapannya - IDS Digital College

Startup Bisa Menjadi Unicorn? Kenali Tahapannya

Sebuah Startup atau perusahaan rintisan tentunya akan memiliki 2 pilihan, yaitu mengalami perkembangan atau kemunduran. Tapi semua founder pasti memiliki keinginan untuk menjadikan perusahaannya semakin besar dan menjadi sebuah perusahaan Unicorn. 

Istilah unicorn sendiri sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan dunia startup. Dengan menyandang status Unicorn, sebuah perusahaan dapat dikatakan sukses. Untuk mewujudkan sebuah startup yang akhirnya sukses tidak bakal semudah seperti membolak-balikkan telapak tangan. Perlu proses dan sejumlah tahapan, dari mulai ide awal, eksekusi, analisa dan evaluasi hingga ekspansi.

Sebagai seorang founder, kamu harus mengetahui beberapa permasalahan yang akan memberikan solusi nantinya, terhadap bisnis yang dibangun. Untuk dapat tumbuh, berkembang, maju, dan juga mapan, sebuah perusahaan rintisan (startup) setidaknya perlu melakukan sejumlah fase atau tahapan.

Dengan mengetahui beberapa tahapan dalam menuju unicorn, tentunya akan menjadi sarana untuk mempermudah pebisnis muda. Lalu, apakah tahapan-tahapan yang harus dilalui sebuah perusahaan untuk mencapai status Unicorn? Simak penjelasan berikut.

startup unicorn

Tahapan pra-benih

Tahapan yang pertama adalah pra-benih dimana tahap ini terkadang disebut juga sebagai bootstrap. Pada tahap ini para pendiri dan tim awal menggodog ide-ide dan sekaligus menggunakan sumber daya mereka sendiri untuk memulai operasi usaha. Para founder cenderung akan melakukan investasi dari dana kantong mereka sendiri dan memandang diri mereka sebagai pelaku serba bisa. 

Selama tahap ini juga, penelitian atau pengembangan masih dilakukan. Mungkin sudah ada juga prototipe usaha yang berfungsi. Tapi belum maksimal. Para founder pada tahap ini diibaratkan sedang mencari lahan yang pas untuk ditanami benih. 

Tahapan benih

Tahap benih atau peluncuran ini memiliki persentase sebesar 29% kegagalan setelah para founder kehabisan modal saat melakukan tahap pra-benih. Maka dari itu, ketika para founder startup merasa sudah yakin akan bisnis dan produknya, sebaiknya segera mencari pendanaan eksternal. Pada saat yang sama, lakukan riset pasar untuk mengetahui selera dan preferensi pelanggan sasaran mereka. 

Perusahaan juga bisa melakukan peluncuran atau launching produk. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengenalkan produk atau layanan yang dihadirkan. Pada tahap ini juga para founder dapat melakukan penjualan produk, walaupun belum memiliki keuntungan, namun perlahan akan mengalami peningkatan. Tapi para founder harus mengingat ini, pada tahap ini biaya yang dibutuhkan sangat mahal. Sehingga kalian harus benar benar melakukan tahap ini dengan benar. 

Tahapan awal

Setelah melakukan tahap benih atau peluncuran. Hal berikutnya yang dilakukan dalam analisis dan evaluasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah produk memenuhi kebutuhan pasar, apakah produk digunakan, jika tidak maka harus segera dilakukan evaluasi dan pembaharuan. Contohnya seperti melakukan upgrade dan mencari kesalahan apa yang terjadi pada produk agar pengalaman konsumen dapat menjadi lebih baik. 

startup unicorn

Tahapan Pertumbuhan

Pada sebuah startup, tahap pertumbuhan adalah kunci dalam memperluas audiens perusahaan dan meraih kepercayaan dalam menggaet pendanaan dari modal ventura dan crowdfunding. Karena pada tahap ini, perusahaan akan mengalami peningkatan penjualan yang cepat, sehingga bisnis akan mendapat keuntungan yang pesat. 

Walaupun siklus laba yang akan didapat masih tertinggal dari siklus penjualan. Namun pada akhirnya, kas selama tahap pertumbuhan menjadi positif mewakili arus kas masuk berlebih. Sehingga startup akan mendapatkan investor yang dapat membantu pendanaan uang perusahaan dimana modal ini bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas produk. 

Tahapan ekspansi

Karena adanya pertumbuhan yang signifikan, penjualan semakin meningkat. Namun, pada saat bersamaan akan melemah, karena adanya kejenuhan pasar atau masuknya pesaing baru. Maka pada tahap ini adalah momen bagi startup untuk melangkah lebih jauh, menuju model bisnis yang lebih ambisius, sehingga dapat masuk kategori scaleup startup, dengan melakukan antara lain internasionalisasi bisnis, melakukan ekspansi ke sektor lain, memperluas segmen produk atau juga melakukan perekrutan tim profesional baru.

Dalam tahapan ini, startup bisa dikatakan sudah maju dan mampu mengkonsolidasikan pertumbuhannya, baik dari pendapatan ataupun jumlah karyawan. Tetapi, agar sebuah startup masuk kategori scaleup, ia harus tumbuh selama tiga tahun terakhir dengan laju tahunan lebih dari 20% — baik dalam jumlah karyawan maupun omzet.

Tahapan Keluar

Pada tahap ini akan ada 2 kemungkinan yang dialami oleh startup, yaitu kemunduran atau kemajuan. Karena adanya persaingan yang ketat pada produk yang serupa, sehingga jika startup tidak melakukan perubahan, maka perusahaan akan mengalami kemunduran. 

Fase ini sebenarnya tidak harus dilakukan oleh sebuah startup, inti dari tahapan ini adalah perusahaan rintisan atau startup diarahkan agar dapat menjadi sebuah startup bernilai tinggi dan berjangka panjang. Ada 3 opsi yang paling menonjol pada tahap ini. Yaitu penjualan saham pendiri ke perusahaan lain, akuisisi oleh perusahaan lain, atau melakukan initial public offering alias penawaran umum saham perdana yang menandakan perusahaan menjadi go public. 

Nah, diatas adalah beberapa tahapan yang dapat dilakukan oleh sebuah startup untuk mendapatkan status Unicorn. Bersama unicorn, Teknologi Indonesia diharapkan dapat tumbuh dan memberikan solusi untuk memaksimalkan teknologi dalam perkembangan startup di Indonesia. Sebuah perusahaan yang sukses, memiliki karyawan yang hebat. Di IDS | International Design School menyediakan program kuliah dengan Jurusan Startup Teknologi (S2) dengan gelar Magister Inovasi Sistem dan Teknologi. Informasi selengkapnya bisa kamu temukan di website kita ya.

Sumber: republika.co.id

Posted in: News



    WhatsApp chat