Struktur Organisasi dalam Perusahaan Startup - IDS Digital College

Pahami Peran Penting Dalam Perusahaan Startup untuk Struktur Organisasi yang Ideal

Pahami Peran Penting Dalam Perusahaan Startup untuk Struktur Organisasi yang Ideal


Perusahaan startup merupakan perusahaan rintisan yang sedang mencari celah pasar idealnya agar dapat menguasai dunia industri tersebut. Sebagai perusahaan rintisan, penting bagi perusahaan startup untuk meletakkan pondasi seperti struktur organisasi agar dapat beroperasi secara optimal.

Dengan struktur organisasi dalam startup, operasionalisasi perusahaan akan berjalan dengan mudah, karena setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing secara jelas.

Struktur organisasi dalam perusahaan startup biasanya terdiri dari peran-peran berikut ini, seperti:

  • CEO (Chief Executive Officer)
  • COO (Chief Operating Officer)
  • CTO (Chief Technology Officer)
  • CFO (Chief Financial Officer)
  • CMO (Chief Marketing Officer)
  • WP Penjualan  (Wakil Presiden Penjualan)

struktur organisasi

CEO (Chief Executive Officer)

Chief Executive Officer dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai Kepala Eksekutif Kantor. Ini merupakan jabatan atau posisi teratas dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

CEO memiliki tugas utama sebagai pembuat keputusan strategi yang mengarah kepada pertumbuhan perusahaan.

Tak jarang CEO juga terlibat dengan operasionalisasi perusahaan. CEO mengatur visi misi, dan terkadang juga budaya organisasi atau perusahaan tersebut.

Pemegang posisi CEO dalam suatu perusahaan biasanya ditunjuk oleh pemegang saham dari perusahaan bersangkutan. Namun peran CEO ini bervariasi tergantung pada ukuran perusahaan, budaya, serta struktur perusahaan.

Berikut adalah poin-poin rangkuman dari peran yang harus dijalankan seorang CEO:

  • Merancang dan mengkomunikasikan visi perusahaan
  • Memprediksi tren pasar
  • Merekrut anggota tim
  • Menguraikan strategi bisnis perusahaan
  • Membangun hubungan dengan investor

COO (Chief Operating Officer)

COO memiliki sebutan lain, seperti wakil presiden eksekutif operasional, kepala operasional, atau direktur operasional. Biasanya COO melapor langsung kepada CEO dan dianggap menempati posisi kedua dalam rantai komando.

COO merupakan eksekutif dalam perusahaan yang bertanggung jawab terhadap operasional sehari-hari dari sebuah organisasi atau perusahaan. Fokus pekerjaan seorang CEO adalah pelaksanaan rencana bisnis perusahaan, sesuai dengan model bisnis yang telah ditetapkan oleh CEO.

Secara rinci, berikut adalah peran seorang COO dalam perusahaan:

  • Mengatur perusahaan
  • Penghubung antara karyawan dan CEO
  • Mengatur bisnis inti

struktur organisasi

CTO (Chief Technology Officer)

Sebagai perusahaan rintisan yang memanfaatkan teknologi, perusahaan startup membutuhkan Chief Technology Officer.

CTO atau sering pula disebut sebagai chief technical officer atau chief teknologi merupakan salah satu posisi eksekutif dalam perusahaan.

CTO dalam sebuah perusahaan bertanggung jawab terhadap kebutuhan, riset, dan teknologi suatu perusahaan. Sebagai eksekutif tertinggi dalam bidang teknologi, CTO memimpin keseluruhan departemen teknologi atau engineering.

Peran seorang CTO dalam sebuah perusahaan dapat dilihat melalui poin berikut ini:

  • Menyatukan pengembangan produk
  • Memahami dan mengadopsi perkembangan teknologi
  • Mengelola pengembangan produk

CFO (Chief Financial Officer)

CFO atau terkadang juga disebut sebagai CFOO merupakan posisi yang bertanggung jawab untuk mengatur risiko keuangan organisasi atau perusahaan.

Peran CFO mirip dengan peran bendahara dan pengawas keuangan. Mereka memimpin divisi keuangan dan akuntansi untuk memastikan laporan keuangan akurat dan selesai tepat waktu.

Selain bertugas melaporkan keuangan perusahaan kepada CEO, CFO juga memberikan masukan dalam investasi perusahaan, struktur modal, dan bagaimana mengelola pendapatan dan pengeluarannya.

Berikut merupakan lingkup tanggung jawab seorang CFO dalam perusahaan:

  • Membentuk strategi penggalangan dana
  • Merumuskan dokumen keuangan
  • Membahas kesehatan keuangan perusahaan dengan CEO

CMO (Chief Marketing Officer)

CMO atau Chief Marketing Officer juga sering disebut sebagai global marketing officer atau marketing director.

Sesuai dengan namanya, CMO bertanggung jawab dalam bidang marketing atau pemasaran. Lebih jauh lagi, CMO menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien, atau mitra bisnis.

CMO juga berperan untuk mengembangkan strategi untuk periklanan dan branding perusahaan, serta penjangkauan pelanggan. Secara rinci, peran seorang CMO dalam perusahaan adalah, sebagai berikut:

  • Mengembangkan strategi pemasaran
  • Melaksanakan riset pasar
  • Menjaga citra perusahaan
  • Menciptakan kampanye humas (PR Campaign)

WP Penjualan (Wakil Presiden Penjualan)

Wakil presiden penjualan bertugas untuk membantu perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Beberapa tugasnya yakni mengembangkan strategi marketing bersama dengan CMO serta memahami kebutuhan konsumen dan mengembangkan penawaran yang memiliki ‘nilai’ yang menarik.

Kesimpulan

Peran-peran di atas merupakan struktur organisasi perusahaan yang ideal pada tahap akhir perusahaan startup.

Pada awal perintisan perusahaan, struktur organisasi dapat disesuaikan dengan model perusahaan sesuai dengan peran yang dibutuhkan serta sumber daya yang tersedia.

Jadi apakah kamu juga ingin membuat startup? kamu bisa ikuti program kuliah di STIMIK IDS dengan jurusan Startup teknologi (S2) dan bergelar Magister Inovasi Sistem dan Teknologi. Untuk informasi selengkapnya cek website kami ya.

Sumber: glints.com

Posted in: News