Terjebak Pandemi, Saatnya Startup E-Commerce Kolaborasi Bisnis - IDS Digital College

Terjebak Pandemi, Saatnya Startup E-Commerce Kolaborasi Bisnis

Tindakan lockdown sebagai pemutus rantai virus Corona menyebabkan krisis global di berbagai negara. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran selama pandemi. Hal ini juga berdampak pada pebisnis karena pendapatannya menurun.

Sejak kebijakan karantina diterapkan, orang-orang menghabiskan hampir seluruh waktunya di internet. Popularitas startup e-commerce kian menanjak. Agar bisa terus bertahan dan mengundang peminat, solusi yang bisa kamu terapkan yaitu dengan berkolaborasi sesama pebisnis. Berikut skema dan langkah-langkah kolaborasi bisnis yang bisa kamu lakukan untuk bisa bertahan di kondisi sulit seperti sekarang ini.  

1. Bertukar Pikiran (Brainstorming)
Perusahaan besar seperti Facebook, Google, Microsoft, hingga Apple tak segan untuk melakukan kolaborasi seperti brainstorming founder dengan co-founder untuk menciptakan penemuan menarik. Tak perlu bingung memulainya dari mana, kamu bisa bertukar pikiran dengan siapa saja terutama yang memiliki ketertarikan di bidang yang sama. Jika wabah Corona memaksamu untuk berada di rumah, manfaatkan platform seperti Linkedin untuk memperluas koneksi. Dengan begitu, karantina di rumah bisa tetap produktif. Linkedin bisa dikatakan platform yang efisien dalam mencari partner bisnis.

Kolaborasi bisnis membawa beberapa manfaat, yaitu dapat meningkatkan kualitas diri, mengasah kreativitas, mampu memecahkan masalah dengan cara yang lebih baik, dan munculnya ide-ide baru. Tentu saja sejumlah hal tersebut dapat memberi dampak positif bagi perkembangan bisnismu.

2. Temukan Tipe Kolaborasi yang Tepat
Setelah melakukan brainstorming, kamu tidak bisa mengeksekusi secara langsung. Alasannya karena hasil dari brainstorming sendiri masih abstrak dan belum terstruktur dengan baik. Akan berbahaya jika dieksekusi tanpa adanya pertimbangan matang. Penting untuk mengetahui tipe kolaborasi yang sesuai dengan bisnismu.

Tipe kolaborasi terbagi menjadi tiga, pertama yaitu Open Collaboration atau kolaborasi terbuka. Tak sedikit perusahaan startup e-commerce melakukan kolaborasi terbuka dengan menggaet opinion leader atau influencer. Salah satu tujuannya yaitu untuk membuat audiens tertarik untuk menggunakan suatu produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Kedua, ada Vertical Collaboration. Kolaborasi vertikal melibatkan pihak-pihak yang memiliki pengaruh langsung terhadap keberlangsungan sebuah perusahaan. Tujuannya untuk mempengaruhi perusahaan lain agar bisa beradaptasi mengikuti kondisi ekosistem bisnis yang selalu mengalami perubahan. Ketiga, Horizontal Collaboration. Berbeda dari tipe kolaborasi vertikal, kolaborasi horizontal membutuhkan peran dari organisasi/perusahaan lain dengan permasalahan atau tantangan yang sama.

3. Perencanaan yang Matang
Dalam membuat rencana kolaborasi, pastikan pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam memutuskan sebuah rancangan. Tujuannya untuk mengetahui lebih dalam tentang partner bisnis mulai dari cara pandang, secara pribadi, hingga karakter perusahaan partner. Tujuan dari dilakukannya kolaborasi juga harus jelas. Bentuknya bermacam-macam, ada yang murni sebagai pengembang bisnis dan ada yang ingin memberikan pengaruh terhadap sosial. Perencanaan yang matang juga harus melibatkan konsep 5W+1H agar tidak melenceng.

4. Eksekusi
Terdapat tiga elemen yang harus kamu ketahui ketika mengeksekusi planning kolaborasi. Pertama, yaitu bisnis. Sebagian besar kolaborasi antar perusahaan memang dilatarbelakangi oleh kepentingan bisnis. Namun, jangan sampai melupakan tujuan dari kolaborasi yang ingin kamu bangun. Kedua adalah produk. Produk bisa digunakan sebagai pengantar pesan kolaborasi untuk disampaikan kepada konsumen. Tak sedikit perusahaan yang melakukan kolaborasi dengan meluncurkan produk baru. Hal tersebut bisa membuat bisnis tak terkecuali startup bertahan. Terakhir, melalui branding. Produk hasil dari kolaborasi tetap harus melakukan branding. Tujuannya untuk menarik konsumen baru.

5. Evaluasi
Selain membuat perencanaan yang matang dan mengeksekusi, evaluasi juga penting. Kamu harus mengetahui bagaimana performa dari kolaborasi yang telah dilakukan. Langka ini perlu diterapkan karena bertujuan untuk mengetahui apa yang sudah dicapai dan tanggapan konsumen terkait produk yang kamu tawarkan. Hasil dari evaluasi tersebut bisa kamu gunakan memperbaiki kekurangan yang ada.

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat