Tesla akan hadirkan software auto pilot - IDS Digital College

Tesla akan hadirkan software auto pilot

Pabrikan mobil listrik, Tesla dilaporkan telah merilis software autopilot yang revolusioner untuk mobil besutannya. Software tersebut tersedia untuk 60.000 pemilik mobil. 

Pabrikan ini kali pertama meluncurkan teknologi Autopilot pada 2015 lalu. Namun, setelah update software 7.0 untuk model S, teknologi tersebut langsung menyita perhatian publik. Untuk itu Tesla memberikan kesempatan bagi pelanggannya untuk mencoba teknologi Autopilot selama satu bulan.

Tak jauh beda dengan sistem semi-otonom lainnya dari Mercedes, Audi, dan Volvo, sistem Tesla secara otomatis membuat mobil tetap dalam jalur dan mempertahankan jarak tertentu dari mobil di depannya, baik di jalan tol maupun di jalan-jalan kota.

Fitur masa depan ini dapat juga menemukan tempat parkir serta parkir paralel dengan sendiri, dan menggunakan kamera dan sensor untuk memperingatkan pengemudi akan tabrakan potensial dari samping.

CEO Tesla, Elon Musk menegaskan sistem ini juga unik karena secara terus-menerus mengumpulkan data dari pengemudi sesungguhnya dan memperbaiki dirinya sendiri.

“Saya pikir ini akan menjadi pengalaman yang cukup mendalam bagi orang-orang,” kata Musk, sebagaimana diwartakan laman Dailymail.

Selain itu sistem ini juga bisa mencatat, seperti misalnya seberapa cepat pengemudi melaju secara aman dan mampu menavigasi sebuah tikungan tertentu di jalan atau di mana tanda berhenti berada.

“Ini akan mengubah persepsi orang tentang masa depan dengan cukup drastis,” tambahnya

Mengenai cara kerja dari sistem autopilot, Tesla mengatakan jika mobil menggunakan 12 sensor ultrasonik jarak jauh, 12 sensor ultrasonik jarak jauh tersebut memiliki fungsi untuk mendeteksi lingkungan sekitar mobil, di setiap arah, dan pada semua kecepatan. Sensor digital tersebut diklaim Tesla memiliki tingkat presisi yang cukup tinggi dan dikendalikan secara elektronik.

Tesla juga mengungkapkan jika sistem yang dibuatnya adalah satu-satunya yang menyediakan beragam feedback mulai dari kamera, radar, ultrasonik dan posisi satelit. Namun Tesla juga menjelaskan jika sistem auto mobilnya bukan berarti akan menjamin mobil bisa dikemudikan secara otomatis, Tesla juga menghimbau jika tangan pengemudi harus tetap berada di setir kemudi, karena driver memiliki tanggung jawab untuk mengendalikan kendaraan agar tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Meskipun saat ini Tesla sudah menyediakan fasilitas untuk download software auto pilotnya, namun pihak perusahaan juga mengungkapkan bahwa kendaraan masih perlu beberapa tahun lagi untuk sepenuhnya menggunakan sistem kemudi otomatis atau autopilot dengan sempurna. Saat ini sendiri beberapa perusahaan mobil dunia sedang berlomba untuk meluncurkan mobil autonomous, yang sebenarnya sudah dikembangkan selama sepuluh tahun terakhir.

Software terbaru rata-rata bertujuan untuk membuat mobil-mobil Tesla jadi lebih aman dan menyenangkan dikendarai.

Software yang bisa diunduh yakni versi 2020.12.10 melalui Over The Air (OTA).

Jika belum tersedia, harap bersabar karena update ini dilakukan secara bertahap seperti yang dikutip dari evbite.com.

Pada mode autopilot, mobil kini bisa membaca lampu lalu lintas. Artinya bila sedang menyala merah, mobil akan berhenti meski di depan tidak ada objek penghalang.

Lalu update terbaru ini memungkinkan mobil bisa membaca rambu tanda stop dan juga traffic cone. 

Sayangnya tidak semua mobil-mobil Tesla mendapatkan fitur di atas, karena tergantung juga dari Media Control Unit, Autopilot Version, dan regulasi negara tempat Anda tinggal.

Yang jelas, kehadiran teknologi autopilot yang digagas Tesla akan memberikan pengalaman mendalam untuk pengguna mobil. Dengan teknologi tersebut, Tesla juga yakin jika mobil yang dikendalikan secara autopilot bakal mengubah persepsi orang tentang masa depan dengan cukup drastis. 

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat