Uji ChatGPT yang Lebih Pintar Dari Google - IDS Digital College

Uji ChatGPT yang Lebih Pintar Dari Google

Uji ChatGPT yang Lebih Pintar Dari Google


Salah satu kecerdasan buatan dari OpenAI, ChatGPT, menjadi topik yang ramai diperbincangkan di media sosial Twitter.

Pengguna Twitter heboh membicarakan kemampuan ChatGPT yang dapat menjawab segala pertanyaan dengan luwes.

Maksudnya adalah, ChatGPT memiliki kemampuan untuk memahami konteks percakapan dan memberi jawaban sesuai konteks, sehingga meskipun ChatGPT merupakan kecerdasan buatan teknologinya tidak kaku seperti robot.

Salah satu akun Twitter yang mengulas ChatGPT melalui sebuah utas (thread) adalah @huedaya. Dalam utasnya @huedaya menjelaskan mengenai apa itu ChatGPT, ia juga melakukan beberapa uji coba.

Percobaan yang dilakukan adalah memberikan beberapa pertanyaan yang menjebak hingga meminta mengoreksi grammar atau tata bahasa Inggris dalam format lift. 

“ChatGPT juga berhasil menemukan beberapa kesalahan dalam penulisanku. Lengkap dengan alasan kesalahan,” tulis @huedaya dalam utasnya, ketika ia menguji  ChatGPT untuk mengoreksi tata bahasa Inggris.

Percobaan Kedua:

Aku mencoba memberikan sebuah kalimat yang memiliki kesalahan gramatika dan meminta AI untuk menguraikan kesalahan tersebut.

https://twitter.com/huedaya/status/1598305562147819520 

GPT

  • Khakim Hudaya (@huedaya), 1 Desember 2022

Tak hanya itu, beberapa pengguna juga membanding-bandingkan hasil ChatGPT dengan hasil mesin pencari, Google.

“Google sudah selesai. Membandingkan kualitas respons (antara Google dan ChatGPT)” cuit salah satu pengguna Twitter pemilik akun @jdkelly.

Google is done.

Compare the quality of these responses (ChatGPT)

GPT

GPT

https://twitter.com/jdjkelly/status/1598021488795586561

  • Josh (@jdjkelly) November 30, 2022

Lalu, apa sih ChatGPT itu?

Mengenal ChatGPT

ChatGPT adalah model bahasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan teknologi AI, OpenAI.

ChatGPT telah dilatih menggunakan metode Reinforcement Learning from Human Feedback (RLHF), merupakan teknik pembelajaran yang menggunakan evaluasi manusia terhadap output model dan bukannya data berlabel.

ChatGPT juga dibentuk berdasarkan GPT-3.5, yaitu sebuah model bahasa alami yang menggunakan proses deep learning.

Maksud dari alami adalah gaya teks yang dihasilkan robot chat ChatGPT bakal mirip dengan gaya penulisan manusia secara natural, tidak kaku sama sekali seperti mesin bot. Saking naturalnya, ChatGPT dapat diminta untuk menulis puisi.

Saat pengguna memberikan instruksi atau pertanyaan maka ChatGPT buatan OpenAI ini akan menanggapinya secara cepat.

Selain itu, ChatGPT juga telah mendukung penggunaan bahasa Indonesia, sehingga pengguna dapat mengajukan pertanyaan ataupun meminta pendapat menggunakan bahasa Indonesia.

ChatGPT sendiri telah dirancang untuk mengingat pertanyaan yang sebelumnya telah diajukan serta mampu untuk mengoreksi dirinya sendiri sesuai feedback yang dikirimkan pengguna.

Tidak hanya itu, ChatGPT juga telah dibekali agar menolak pertanyaan yang tidak pantas. 

Melalui blog open.ai, menjelaskan jika ChatGPT telah dilatih agar dapat berinteraksi dengan cara bercakap-cakap. Format dialog milik ChatGPT memungkinkannya untuk menjawab pertanyaan, mengoreksi kesalahan, menantang premis yang salah, dan menolak permintaan yang tidak pantas. 

ChatGPT adalah model yang persis dengan InstructGPT, yang dilatih untuk mengikuti instruksi secara cepat dan memberikan respon mendetail.

Sayangnya OpenAI baru membuka bot untuk uji coba beta dan evaluasi. Untuk akses API baru akan didapatkan tahun depan.

Selain itu juga, meskipun ChatGPT memiliki keunggulan yang tidak biasa, terdapat beberapa kekurangan dalam chatbot ini. Seperti misalnya, rentan memunculkan misinformasi atau bias meskipun jawaban yang tertera terdengar masuk akal. 

Sebab, proses Reinforcement Learning (RL) yang dimiliki OpenAI belum memiliki sumber kebenaran.

Selain itu juga, ketika melatih algoritma secara hati-hati, malah bisa membuat mesin menolak pertanyaan yang mampu dijawab secara benar.

Terakhir, jawaban yang diberikan saat uji ChatGPT bergantung pada apa yang dipelajari algoritma, bukannya yang diketahui manusia. 

Sumber: tekno.kompas.com

Posted in: News